Press Release Aktivitas G. Anak Krakatau 11 Februari 2020

krakatau1122020

Pasca penurunan tingkat aktivitas G. Anak Krakatau dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II) pada 25 Maret 2019, aktivitas vulkanik G. Anak Krakatau berfluktuasi. Selama Januari hingga Februari 2020 aktivitas erupsi masih terjadi. Erupsi terjadi tidak menerus.

Data Pemantauan:

  1. Pengamatan visual: selama Januari 2020 terjadi empat kali erupsi pada tanggal 1,7 dan 15; menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu dengan tinggi maksimum 500 m dari atas puncak. Pada tanggal 6 hingga 10 Februari 2020 terjadi rangkaian erupsi menghasilkan kolom erupsi berwarna putih kelabu tebal dengan ketinggian maksimum 1000 m dari atas puncak.
  2. Gempa-gempa Vulkanik masih terekam dengan jumlah yang belum signifikan, menunjukkan masih terjadinya suplai magma ke kedalaman yang lebih dangkal.
  3. Pengamatan deformasi dengan tiltmeter berfluktuasi dan tidak menunjukkan adanya kenaikkan yang signifikan menjelang erupsi, diduga akibat energi yang relatif tidak terlalu besar.

Analisis:

Data kegempaan dan deformasi menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik G. Anak Krakatau masih berfluktuasi. Suplai fluida dari kedalaman masih terjadi. Jenis fluida diduga didominasi oleh gas/uap air dengan intensitas yang belum  signifikan.

Berkaitan dengan rangkaian erupsi selama seminggu terakhir, diduga sebagai pelepasan fluida ke permukaan, namun intensitas nya jauh lebih kecil dibandingkan rangkaian erupsi pada periode Desember 2018 – Januari 2019.

Potensi bahaya:

Potensi bahaya dari aktivitas G. Anak Krakatau saat ini adalah lontaran material lava, aliran lava dan hujan abu lebat di sekitar kawah dalam radius 2 km dari kawah aktif. Sementara itu, hujan abu yang lebih tipis dapat terpapar di area yang lebih jauh bergantung pada arah dan kecepatan angin. Mengingat aktivitas vulkanik yang terjadi seminggu terakhir, erupsi menerus berpotensi terjadi, namun tidak terdeteksi adanya gejala vulkanik yang menuju kepada intensitas erupsi lebih besar.

Kesimpulan:
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental serta potensi bahaya G. Anak Krakatau selama Januari hingga minggu kedua Februari 2020, tidak ada peningkatan ancaman. Tingkat aktivitas vulkanik G. Anak Krakatau masih tetap pada Level II (Waspada).

Rekomendasi:
Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 Km dari kawah/puncak G. Anak Krakatau atau di sekitar kepulauan Anak Krakatau, sedangkan area wisata Pantai Carita, Anyer, Pandeglang dan sekitarnya, serta wilaya Lampung Selatan masih aman dari ancaman bahaya aktivitas G. Anak Krakatau.

Sumber Data:

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral