Press Release Aktivitas Vulkanik G. Ijen, 18 Januari 2020

IJE202001182400 

G. Ijen atau disebut juga Kawah Ijen terletak di wilayah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Kawah Ijen memiliki ketinggian 2145 m dpl, sedangkan titik tertinggi pada dinding kawah adalah 2386 m dpl. Erupsi G. Ijen pertama kali tercatat pada tahun 1796. Karakter erupsi G. Ijen adalah erupsi freatik dan magmatik. Letusan freatik terjadi karena G. Ijen berdanau kawah sehingga adanya kontak langsung atau tidak langsung antara air dengan magma membentuk uap yang bertekanan tinggi yang menyebabkan terjadinya letusan. 

Pada periode tahun 1916 hingga 1994 terjadi beberapa kali bualan gas dan erupsi freatik. Sedangkan pada periode 1999 hingga 2013 terjadi beberapa kali peningkatan kegiatan tanpa diikuti kejadian erupsi. Peningkatan kegiatan terakhir terjadi pada Februari – Maret 2018, berupa kenaikkan suhu air danau kawah diikuti pemunculan bualan gas di dalam danau kawah. 

Tingkat aktivitas G. Ijen adalah Level I (Normal) sejak 8 Agustus 2014.

 Data Pemantauan:

  1. Visual, selama periode 1 hingga 18 Januari teramati hembusan asap berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-200 meter dari puncak atau sekitar 250 – 400 m dari permukaan air danau. Pengamatan ke arah danau kawah menunjukkan tidak terjadi perubahan warna danau air kawah yang mengindikasikan terjadinya kenaikan endapan dari dasar kawah ke permukaan akibat adanya tekanan gas yang kuat.
  2. Kegempaan, jenis gempa yang terekam selama periode 1 hingga 18 Januari adalah gempa Hembusan, Tremor non-harmonik, Tornillo, Vulkanik Dangkal, Vulkanik Dalam, Tektonik Lokal, Tektonik Jauh dan Tremor menerus. Terjadi peningkatan jumlah gempa Hembusan dan Vulkanik Dangkal. Tremor menerus muncul sejak 11 Januari 2020 dengan amplitudo maksimum 7 mm pada 15 Januari 2020 seiring peningkatan jumlah gempa Hembusan, kemudian menurun pada 17 dan 18 Januari 2020.
  3. Suhu air danau, hasil pengukuran suhu permukaan air danau kawah periode Juni 2019 hingga 14 Januari 2020 berfluktuasi pada pola penurunan. Suhu tertinggi pada Juni 2019 adalah 38° dan menjadi 20,7°C pada 14 Januari 2020. Saat kenaikan aktivitas pada Februari – Maret 2018, suhu permukaan air danau kawah mencapai 46°C.

Analisis:

  1. Kemunculan gempa vulkanik dangkal (VB) mengindikasikan adanya proses pergerakan fluida/gas pada kedalaman dangkal (dekat dasar danau) namun jumlahnya belum terlalu signifikan.
  2. Proses penambahan volume air danau kawah akibat musim hujan yang masih berlangsung di sekitar danau kawah diduga juga menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan densitas air kawah pada beberapa kedalaman yang berbeda, sehingga gas-gas yang larut/terakumulasi di bagian lebih dalam menjadi sangat mudah naik ke permukaan dengan tiba-tiba.
  3. Proses mengalirnya gas-gas ini secara visual di permukaan berupa bualan-bualan gas tetapi masih dalam tekanan yang rendah.
  4. Terjadi kenaikan jumlah Vulkanik Dangkal pada 17 Januari 2020 mengindikasikan masih terjadinya suplai magma ke kedalaman yang lebih dangkal.

Potensi bahaya:

Dalam kondisi saat ini, potensi ancaman bahaya aktivitas vulkanik G. Ijen adalah gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah yang dapat naik tiba-tiba akibat naiknya bualan gelembung gas dari dasar danau.

Kesimpulan:

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental hingga 18 Januari 2020, tingkat aktivitas vulkanik G. Ijen masih pada Level I (Normal).

Rekomendasi:

Masyarakat disekitar G. Ijen dan pengunjung/wisatawan/penambang tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah yang ada di puncak G. Ijen serta tidak boleh menginap dalam kawasan G. Ijen dalam radius 1 km dari kawah.