Tanggapan Kejadian Gerakan Tanah Di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tanggapan bencana gerakan tanah dan banjir badang di Kabupaten Ngada, Provinsi NTT, berdasarkan berita dari:

 

1. Lokasi dan waktu kejadian :

Gerakan tanah dan banjir bandang terjadi di Kampung Malaphedo, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada tanggal 4 September 2021 pukul 00:30:00 WITA. Secara Geografis, lokasi kejadian gerakan tanah terletak pada posisi -8.915854 LU dan 120.911178 BT.

 

2. Jenis bencana :

Bencana gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa longsoran dan aliran bahan rombahan yang materialnya menimbun pemukiman.

 

3. Dampak gerakan tanah :

  • 2 orang meninggal dunia
  • 1 orang belum ditemukan
  • 5 rumah hancur
  • 26 orang mengungsi

 

4. Kondisi daerah bencana :

  • Secara umum morfologi sekitar lokasi bencana merupakan bagian dari  morfologi terjal pada kaki   lereng selatan Gunungapi Inerie. Ketinggian lokasi terdampak pada  ketinggian 25 - 75 meter diatas permukaan laut.  Wilayah ini berada pada  morfologi alur lembah sungai dan mulut lembah sungai.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Ruteng, Nusa Tenggara Timur (S. Koesoemadinata, 1994), daerah bencana tersusun oleh Satuan Batuan Gunungapi Tua Wolo Pago yang terdiri dari lava, breksi dan aglomerat yang bersusuna andeit dan basal (Qtvp) yang merupakan bagian dari batuan kompleks Gunungapi aktif Inerie
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan September 2021 (PVMBG-Badan Geologi) di Provinsi Nusa Tenggara Timur, daerah bencana termasuk dalam daerah Potensi terjadi gerakan tanah Rendah. Artinya pada daerah ini  umumnya mempunyai potensi rendah untuk terjadi gerakan tanah,namun saat curah hujan wilayah pada zona ini yang harus diwaspadai adalah wilayah alur sungai yang berpotensi terlanda longsor maupun banjir bandang.

 

5. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :

  • Kemiringan lereng yang curam pada daerah hulu alur lembah sungai kering;
  • Material lereng yang tersusun oleh produk kompleks gunungapi Inerie berupa bongkahan lava dan piroklastik serta lahar tua yang bersifat lepas dan mudah luruh jika terkena air. Sehingga batuan piroklastik dan aliran bahan rombakan lama  serta bahan pelapukan sepanjang alur lembah sungai akan berpotensi  bergerak ketika terjadi peningkatan debit air secara signifikan 
  • Curah hujan yang tinggi sebelum dan pada saat terjadinya bencana.

 

6. Rekomendasi Teknis :

  • Masyarakat di daerah hilir sungai agar selalu waspada apabila di daerah hulu terjadi hujan lebat dengan waktu cukup lama, meskipun di daerah hilir tidak hujan dengan memperhatikan kondisi perunahan aliran air pada alur lembah sungai yang melintasi permukiman
  • Masyarakat  disarankan mengungsi ke lokasi yang aman dan menjauhi alur kali/sungai, karena lokasi ini masih berpotensi untuk terjadi banjir bandang susulan dan potensi ancamannya akan semakin tinggi dimasa depan mengingat telah terbukanya alur lembah sungai;
  • Tidak mengembangkan permukiman mendekat ke arah lereng terjal dan pada jalur air/ alur sungai serta di mulut lembah sungai;
  • Melakukan pemantauan baik melalui informasi BMKG, BPBD maupun melakukan pemantauan  mandiri kejadian curah hujan , dan memberikan informasi jika terjadi perubahan dan  peningkatan warna , debit  dan peningkatan material lumpur pada alur sungai
  • Melaporkan seluruh hasil pemantauan kepada pemerintah daerah setempat untuk ditindaklanjuti
  • Melestarikan pepohonan kuat berakar dalam terutama pada lereng terjal guna mempertahankan kestabilan lereng dan mencegah erosi air permukaan.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

 

LAMPIRAN

Inerie 1 (050921)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah dan banjir Bandang di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur

 

Inerie 2 (050921)

Gambar 2 , Titik lokasi terdampak banjir bandang,  berada pada lereng selatan Gunungapi Inerie pada  alur lembah sungai dan berada  di mulut lembah, yang berhulu di puncak

 

Inerie 3 (050921)

Gambar 3. Peta gelogi Kecamatan Inerie dan sekitarnya, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur

 

Inerie 4 (050921)

Gambar 4. Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah pada Bulan September 2021, Provinsi Nusa Tenggara Timur

 

Foto Kejadian (Sumber PVMBG)

Inerie 5 (050921)

Inerie 6 (050921)