Laporan Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat

Laporan hasil pemeriksaan gerakan tanah di Kecamatan Tamansari , Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan surat permintaan dari BPBD Kota Tasikmalaya nomor 360/08/BPBD/11/2021 pada Januari 2021 tentang Permohonan Peninjauan dan Kajian lokasi Pergerakan Tanah di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, sebagai berikut:

1. Lokasi Bencana Dan Waktu Kejadian

Bencana gerakan tanah terjadi di Kp. Cigorowong RT 04 RW 03, Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Secara geografi terletak pada koordinat 7° 25' 01.7" LS dan 108° 14' 22.1" BT. Menurut keterangan warga, gerakan tanah mulai terjadi pada tahun 2019 dan terakhir terjadi pada Januari 2021.

 

2. Kondisi Daerah Bencana
  • Morfologi, Secara umum daerah bencana berada pada daerah perbukitan berelief sedang, dengan kemiringan lereng yang landai (5° – 11°), pada pinggiran tebing agak curam. Daerah bencana berada pada ketinggian sekitar 400 mdpl.
  • Geologi, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Tasikmalaya, Jawa (Budhitrisna, dkk., P3G, 1986) secara regional batuan penyusun daerah bencana berupa batuan dari Hasil Gunungapi Muda Galunggung yang terdiri dari breksi gunungapi, lahar, dan tufa (Qvg). Berdasarkan pengamatan lapangan, tanah pelapukan dari batuan dasar penyusun daerah bencana berupa breksi dan tufa. Tanah pelapukan berwarna coklat – coklat kemerahan dengan ketebalan mencapai 1 meter.
  • Keairan, Kondisi keairan di daerah bencana berada dalam keadaan baik dan melimpah. Untuk kebutuhan sehari-hari, kebutuhan air warga berasal dari mata air Cigorowong yang dialirkan melalui pipa-pipa. Selain itu warga memanfaatkan air sumur juga dengan kedalaman rata-rata 9 meter.
  • Tata Guna Lahan, Tata guna lahan pada lereng bagian atas dan tengah di dominasi oleh pemukiman dan kebun campuran. Lereng  bagian bawah didominasi lahan pesawahan basah dan kolam-kolam air.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah Kota Tasikmalaya bulan Januari 2021 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) secara regional daerah Kecamatan Tamansari termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah - Tinggi. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan, dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

3. Kondisi dan Dampak Gerakan Tanah

Gerakan tanah di lokasi ini berupa amblasan pada permukaan tanah di sekitar pemukiman. Amblasan pada tebing yang menopang pemukiman, kedalaman amblasan mencapai 2 meter, berarah N 173° E (relatif ke arah Selatan). Selain itu ditemukan juga beberapa amblasan kecil pada titik lain di sekitar pemukiman Kp. Cidorowong ini.

Dampak bencana gerakan tanah:

  • 1 (satu) rumah rusak berat,
  • 1 (satu) rumah rusak ringan dan 4 (empat) rumah terancam.

 

4. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah

Secara umum faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di daerah pemeriksaan antara lain adalah: 

  • Tanah pelapukan (lapukan breksi) yang bersifat mudah meloloskan air melalui retakan yang terbentuk yang berada di atas batuan yang lebih kedap air. Batas antara keduanya diperkirakan sebagai bidang gelincir.
  • Kemiringan lereng yang agak curam pada tebing yang amblas.
  • Sistem drainase permukaan yang kurang baik. Aliran air permukaan melimpah terakumulasi pada lokasi bencana menyebabkan tanah jenuh air.
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama memicu terjadinya gerakan tanah

 

5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah 

Gerakan tanah tipe rayapan terjadi pada lokasi yang disusun oleh batuan yang lapuk dan bersifat sarang yang mudah menyerap air. Air permukaan yang mengalir pada saluran yang tidak kedap mengakibatkan tanah pelapukan di bagian bawah jenuh air dan mudah luruh. Peresapan air permukaan yang tinggi pada saat curah hujan tinggi mengakibatkan terjadi peningkatan tekanan air pori, bobot massa tanah, dan berkurangnya daya ikat tanah sehingga kestabilan lereng terganggu. Air terakumulasi pada kontak antara tanah penutup yang bersifat porous dengan bagian bawahnya yang lebih kedap dan berfungsi sebagai bidang gelincir. Kondisi-kondisi di atas ditambah dengan luapan aliran air permukaan yang menggerus permukaan tanah mengakibatkan tanah yang telah jenuh dan berat akhirnya bergerak ke luar lereng pada bidang gelincir secara lambat mengakibatkan amblasan.

 

6. Rekomendasi

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan:

  • 1 (satu) rumah yang rusak berat agar direlokasi.
  • 1 (satu) rumah rusak ringan dan 4 (empat) rumah terancam masih cukup aman untuk ditempati saat ini.
  • Masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaannya terutama pada saat dan setelah hujan.
  • Mengatur kembali aliran air permukaan/drainase di sekitar pemukiman (limpasan air hujan dan limbah rumah tangga) dengan membuat saluran berkonstruksi kedap air. Konstruksi kedap tersebut harus diteruskan sampai ke akhir pembuangannya yaitu sungai/lembah/kaki lereng.
  • Jika muncul retakan segera menutup retakan dengan tanah lempung yang dipadatkan agar air hujan tidak masuk/meresap dan menjenuhi tanah pada lereng.
  • Agar dibuatkan rekayasa teknik berupa perkuatan lereng pada tebing curam yang menopang pemukiman.
  • Masyarakat agar memantau perkembangan amblasan di sekitar pemukiman, jika amblasan bertambah besar segera mengungsi dan melaporkan ke Pemerintah Daerah
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengenal tanda-tanda awal terjadinya gerakan tanah dan masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari aparat pemerintah setempat dan BPBD.

 

LAMPIRAN

Tamansari 1 (220321)

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Kp. Cigorowong, Kelurahan Setiawargi, Kec. Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

Tamansari 2 (220321)

Gambar 2. Peta geologi regional Kecamatan Tamansari dan sekitarnya, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

 

Tamansari 3 (220321)

Gambar 3. Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah di Kelurahan Setiawargi, Kec. Tamansari, Kab. Tasikmalaya pada Bulan Januari 2021.

 

Tamansari 4 (220321)

Gambar 4. Peta Situasi Gerakan Tanah di Kp. Cigorowong, Kelurahan Setiawargi, Kec. Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

Tamansari 5 (220321)

Gambar 5. Penampang Situasi Gerakan Tanah di Kp. Cigorowong, Kelurahan Setiawargi, Kec. Tamansari, Kota Tasikmalaya.

 

Tamansari 6 (220321)

Tamansari 7 (220321)

Foto 1.  Amblasan pada tebing yang merusak 1 (satu) rumah di Kp. Cigorowong, Kelurahan Setiawargi, Kec. Tamansari, Kota Tasikmalaya.  Rumah tersebut agar segera direlokasi.

 

Tamansari 8 (220321)

Tamansari 9 (220321)

Foto 2.  Beberapa longsoran dan amblasan kecil di sekitar pemukiman Kp. Cigorowong, Kelurahan Setiawargi, Kec. Tamansari. Nampak warga inisiatif melakukan perkuatan lereng tradisional untuk memperlambat pergerakan tanah (foto kanan atas). Agar hal tersebut dilakukan pada titik lain sebelum dilakukan perkuatan lereng secara permanen.

 

Tamansari 10 (220321)

Tamansari 11 (220321)

Foto 3. Kegiatan pemeriksaan dan koordinasi bencana gerakan tanah dilakukan petugas Badan Geologi bekerja sama dengan pihak BPBD Kota Tasikmalaya serta masyarakat setempat di Kec. Tamansari, Kota Tasikmalaya.