Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Kec. Ngetos, Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur

Tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai berikut:

1. Lokasi Dan Waktu Kejadian

Gerakan tanah terjadi di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Bencana gerakan tanah terjadi pada hari Minggu, 14 Februari 2021, pukul 18.00 WIB.

2. Jenis Gerakan Tanah

Jenis gerakan tanah berupa longsoran tanah pada lereng atas yang menimpa pemukiman yang berada di bawahnya.

3. Dampak Gerakan Tanah

Berdasarkan informasi dari BPBD, Senin, 15 Februari 2021, update pukul 08.00 WIB:

  • 14 korban luka ringan,
  • 2 (dua) orang luka berat,
  • 2 (dua) orang diketemukan meninggal dunia,
  • 16 Korban yang Hilang masih dalam proses pencarian,
  • 147 jiwa mengungsi,
  • 8 (delapan) rumah rusak berat. 
4. Kondisi Daerah Bencana
  • Secara umum lokasi bencana diperkirakan merupakan merupakan daerah lereng perbukitan dengan kemiringan lereng agak curam sampai curam.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Madiun, Jawa (U. Hartono, dkk., P3G, 1992), daerah bencana tersusun oleh Morfoset Pawonsewu (Qp) yang terdiri dari breksi gunungapi, tuf aglomerat, dan lava andesit.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Terjadi Gerakan Tanah Bulan Februari 2021 di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Ngetos termasuk dalam zona potensi gerakan tanah Menengah - Tinggi. Artinya daerah ini mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

5. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah

Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan:

  • Kemiringan lereng yang curam.
  • Tanah pelapukan dari endapan vulkanik yang gembur, sarang dan mudah luruh kena air.
  • Longsoran pada bagian atas terjadi pada tanah pelapukan dan kontak dengan lapisan di bawahnya yang merupakan lapisan kedap air (lava) yang berfungsi sebagai bidang gelincir.
  • Sistem penataan air permukaan (drainase) yang kurang baik dan tidak kedap air.
  • Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah.
6. Rekomendasi

Mengingat curah hujan yang masih tinggi , maka  untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda yang lebih besar, direkomendasikan sebagai berikut:

  • Warga, aparat maupun tim yang bertugas untuk evakuasi harus mengantisipasi potensi longsoran susulan mengingat daerah tersebut masih rawan longsor serta material longsoran di hulu masih banyak terutama jika turuh hujan.
  • Masyarakat di sekitar lokasi bencana/bahaya sebaiknya diungsikan dulu ke tempat yang lebih aman.
  • Jika turun hujan sebaiknya aktivitas di sekitar lokasi bencana dihentikan dan penduduk/warga diungsikan untuk sementara.
  • Masyarakat yang tinggal dekat dengan lokasi gerakan tanah agar selalu waspada terhadap munculnya gejala awal gerakan tanah seperti retakan pada tanah dan bangunan dan segera melapor kepada pemerintah setempat dan mengungsi sementara hingga ada arahan dari pemerintah setempat.
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat dalam penangan bencana gerakan tanah.
  • Tim Tanggap Darurat Bencana Gerakan Tanah akan diberangkatkan ke lokasi bencana untuk melakukan penyelidikan gerakan tanah.

 

LAMPIRAN

Nganjuk 1 (160221)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kec. Ngetos, Kab. Nganjuk, Prov. Jawa Timur.

 

Nganjuk 2 (160221)

Gambar 2. Peta Geologi Kecamatan Ngetos dan sekitarnya, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

 

Nganjuk 3 (160221)

Gambar 3. Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur pada Bulan Februari 2021.


TABEL WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

KABUPATEN NGANJUK, PROVINSI JAWA TIMUR

 BULAN FEBRUARI 2021

Nganjuk 4 (160221)