Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat

Tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan pemberitaan media;

https://sukabumiupdate.com/posts/berita/sukabumi/80866-Dihantui-Sejarah-Longsor-Warga-Ciherang-Sukabumi-Tiap-Hari-Dengar-Suara-Gemuruh

1. Lokasi dan waktu kejadian:

Gerakan tanah terjadi di Kampung Ciherang RT 01/01 Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Bencana tersebut diperkirakan pernah terjadi 3 tahun yang lalu dan masih berkembang sampai sekarang.

2. Jenis gerakan tanah:

Jenis gerakan tanah diperkirakan berupa rayapan yang bergerak lambat, ditandai dengan retakan pada tanah dan merusak bangunan di atasnya.

3. Dampak gerakan tanah:

  • 30 rumah terdampak karena berada pada retakan
4. Kondisi daerah bencana :
  • Secara umum lokasi bencana diperkirakan merupakan merupakan daerah perbukitan. Lokasi bencana berada pada ketinggian lebih dari 600 meter diatas permukaan laut.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Jampang, Jawa (Sukamto, 1975), daerah bencana tersusun oleh batuan Formasi Beser berupa breksi tuff, breksi andesit, dan lava andesit.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Terjadi Gerakan Tanah Bulan Februari 2021 di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Cimarga termasuk dalam zona potensi gerakan tanah Menengah - Tinggi. Artinya daerah ini mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan:

  • Kemiringan lereng yang agak curam.
  • Tanah pelapukan yang bersifat mudah meloloskan air melalui retakan yang terbentuk yang berada diatas batuan yang lebih kedap air (batupasir tufaan). Batas antara keduanya diperkirakan sebagai bidang gelincir.
  • Sistem penataan air permukaan (drainase) yang kurang baik dan tidak kedap air.
  • Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah.

Rekomendasi:

Mengingat curah hujan yang masih tinggi , maka  untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda yang lebih besar, direkomendasikan sebagai berikut:

  • Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan mandiri terhadap perkembangan retakan dan nendatan. Jika terjadi perkembangan yang cepat agar segera melaporkan kepada aparat yang berwenang
  • Segera menutup retakan dengan tanah liat/lempung, memadatkannya, serta mengarahkan aliran air menjauh dari retakan untuk mengurangi peresapan air.
  • Masyarakat disekitar lokasi bencana/bahaya sebaiknya diungsikan dulu ke tempat yang lebih aman.
  • Penanaman pepohonan berakar kuat dan dalam untuk memperkuat lereng.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat dalam penangan bencana gerakan tanah.

 

LAMPIRAN

Sukabumi 1 (090221)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah

 

Sukabumi 2 (090221)

Gambar 2. Peta Geologi

 

Sukabumi 3 (090221)

Gambar 3. Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat pada Bulan Februari 2021


TABEL WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT 

BULAN FEBRUARI 2021

Sukabumi 4 (090221)