Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Kec. Cisarua, Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat

Tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan pemberitaan media;

1. Lokasi dan waktu kejadian:

Gerakan tanah terjadi di Perkebunan Teh PTPN VIII, tepatnya di Kampung Rawa Dulang RT/RW 02/03, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bencana tersebut terjadi pada hari Selasa, 19 Januari 2021, pukul 09.30 WIB.

2. Jenis gerakan tanah:

Jenis gerakan tanah diperkirakan berupa longsoran yang berkembang menjadi aliran bahan rombakan/banjir bandang pada di bagian hulu pada perkebunan teh. Aliran bahan rombakan/banjir bandang terjadi disepanjang aliran Kali Cisampay dan melanda kawasan Agro Wisata Gunung Mas yang berada di hilir.

3. Dampak gerakan tanah:

  • 134 kepala keluarga (KK) atau 474 jiwa mengungsi,
  • Puluhan rumah warga rusak,
  • Beberapa akses jalan di wilayah tersebut tak dapat dilalui kendaraan.

4. Kondisi daerah bencana :

  • Secara umum lokasi bencana pada bagian hulu merupakan morofologi cekungan berbentuk tapak kuda dengan kelerengan agak curam hingga sangat curam, dengan kemiringan > 45o, sementara pada lereng bagian bawah kemiringan lereng berkisar 10° - 20°. Lokasi berada pada ketinggian antara 1000 sampai dengan 1100 meter di atas permukaan laut.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Bogor, Jawa (A.C. Effendi, dkk., 1998), daerah bencana tersusun oleh batuan Gunungapi G. Pangrango yang merupakan endapan lebih tua, lahar dan lava, basalt andesit (Qvpo).
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Terjadi Gerakan Tanah Bulan Januari 2021 di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Cisarua termasuk dalam zona potensi gerakan tanah Menengah - Tinggi. Artinya daerah ini mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan:

  • Kemiringan lereng yang sangat curam dengan morfologi DAS berupa cekungan berbentuk tapal kuda dengan bagian ujung menyempit sehingga sehingga merupakan daerah akumulasi air dan mudah terbendung material longsoran.
  • Tanah pelapukan dari endapan vulkanik yang gembur, sarang dan mudah luruh kena air
  • Longsoran pada bagian atas terjadi pada tanah pelapukan dan kontak dengan lapisan di bawahnya yang merupakan lapisan kedap air (lava) yang berfungsi sebagai bidang gelincir.
  • Longsoran pada bagian hulu yang kemudian terbawa oleh aliran sungai dan volumenya bertambah dengan material batuan dan tanah yang ada di sungai, dan ketika hujan lebat menjadi aliran bahan rombakan yang mempunyai daya rusak yang sangat tinggi.
  • Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah dan aliran bahan rombakan. 
6. Rekomendasi:

Mengingat curah hujan yang masih tinggi , maka untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda yang lebih besar, direkomendasikan sebagai berikut:

  • Warga, aparat maupun tim yang bertugas untuk evakuasi harus mengantisipasi potensi longsoran susulan dan aliran bahan rombakan mengingat daerah tersebut masih rawan longsor serta material longsoran di hulu masih banyak terutama jika turuh hujan;
  • Masyarakat disekitar lokasi bencana/bahaya dan sepanjang sepadan aliran Sungai Cisampay sebaiknya diungsikan dulu ke tempat yang lebih aman;
  • Jika turun hujan sebaiknya aktivitas di sekitar lokasi bencana dihentikan dan penduduk/warga diungsikan untuk sementara serta dilarang melintasi Sungai Cisampay;
  • Masyarakat yang tinggal dekat dengan lokasi gerakan tanah agar selalu waspada terhadap munculnya gejala awal gerakan tanah seperti retakan pada tanah dan bangunan dan segera melapor kepada pemerintah setempat dan mengungsi sementara hingga ada arahan dari pemerintah setempat;
  • Penanaman pepohonan berakar kuat dan dalam untuk memperkuat lereng;
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah;
  • Tim Tanggap Darurat Bencana Gerakan Tanah akan diberangkatkan ke lokasi bencana untuk melakukan penyelidikan gerakan tanah.

 

Lampiran

Bogor 1 (200121)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah di Kp. Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Kec. Cisarua, Kab. Bogor, Jawa Barat.

 

Bogor 2 (200121)

Gambar 2. Peta Geologi Kecamatan Cisarua dan sekitarnya, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

 

Bogor 3 (200121)

Gambar 3. Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Bulan Januari 2021.

 

Tabel Wilayah Potensi Gerakan Tanah

Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

 Bulan Januari 2021

Bogor 4 (200121)

 

Bogor 5 (200121)

Foto 1. Memperlihatkan material banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (sumber : kompas.com)