Tanggapan Bencana Banjir Bandang Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan

Tanggapan bencana banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, berdasarkan berita pada hari Selasa, 14 Juli 2020 yang bersumber dari:

  1. https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/14/163500065/banjir-bandang-terjang-masamba-luwu-utara-berikut-analisis-bmkg?page=1.
  2. https://www.kompas.tv/article/93926/update-banjir-bandang-sungai-masamba-10-orang-tewas-46-hilang?page=2.
  3. https://www.liputan6.com/regional/read/4304843/detik-detik-banjir-bandang-bercampur-lumpur-terjang-luwu-utara.
  4. https://makassar.sindonews.com/read/100076/713/banjir-bandang-terjang-ribuan-rumah-warga-di-masamba-1594685275.
  5. https://www.tagar.id/banjir-bandang-masamba-luwu-utara-telan-korban-jiwa.

 

1. Lokasi dan waktu kejadian :

Banjir bandang terjadi di Kota Masamba dan lima kota lainnya meliputi Sabbang, Baebubta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara. Banjir Bandang terjadi pada hari Senin, 13 Juli 2020 malam setelah pukul 19.30.

 

2. Jenis bencana :

Bencana yang terjadi berupa banjir bandang/aliran bahan rombakan akibat luapan air Sungai Masamba,  longsoran-longsoran di bagian hulu, dan erosi lateral sepanjang alur yang dilaluinya dipicu oleh curah hujan tinggi dengan intensitas lama.

 

3. Dampak gerakan tanah dan banjir bandang/aliran bahan rombakan:

  • Ribuan rumah terendam dan 4.000 keluarga terdampak.
  • Data Sementara Tim SAR gabungan mencatat:
    • 10 orang meninggal dunia
    • 10 warga berhasil diselamatkan
    • 46 warga masih dalam pencarian
  • Material lumpur menimbun wilayah kota.

 

4. Kondisi daerah bencana :
  • Secara umum topografi di lokasi bencana berupa pedataran di sekitar Kota Masamba dengan ketinggian antara 40 – 60 mpl dan perbukitan bergelombang di bagian hulu sungai Masamba yang terletak di bagian utara dengan ketinggian antara 70 hingga mencapai 250 mdpl.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Malili, Sulawesi (Simandjuntak, drr, 1993) batuan penyusun di daerah bencana yang terlanda genangan banjir bandang merupakan aluvial yang terdiri dari lumpur, lempung, pasir, kerikil dan kerakal. Pada bagian utara yang diperkirakan menjadi sumber material bahan rombakan tersusun oleh Formasi Bone-bone yang terdiri dari perselingan batupasir, konglomerat, napal, dan lempung tufan. Di bawah Formasi Bone-bone terdapat endapan lava basalt dan andesit, breksi gunungapi dan tuf dari Formasi Lamasi.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Juli 2020 di Sulawesi Selatan (Badan Geologi), daerah bencana terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah menengah sampai tinggi, artinya  pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab terjadinya bencana diperkirakan karena :
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama sebelum terjadi gerakan tanah dan banjir bandang menjadi pemicu utama terjadinya bencana.
  • Sifat tanah pelapukan pada bagian hulu berupa endapan vulkanik yang sarang dan mudah luruh jika terkena air.
  • Longsoran pada bagian hulu yang kemudian terbawa oleh arus air permukaan melalui alur-alur sungai.
  • Pengerosian secara lateral sepanjang alur yang dilalui menambah volume material bahan rombakan yang dibawa sehingga menambah daya rusak.

 

6. Rekomendasi Teknis:

  • Mengingat curah hujan yang diperkirakan masih tinggi, masyarakat yang berada di sekitar lokasi bencana dan pada alur sungai agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan deras yang berlangsung lama untuk mengantisipasi terjadinya gerakan tanah susulan yang berkembang kembali menjadi aliran bahan rombakan/banjir bandang;
  • Tidak membangun rumah atau tempat berkumpul warga di sekitar aliran sungai terutama yang berhulu di daerah perbukitan yang rawan longsor;
  • Perlu ditanam vegetasi berakar dalam dan kuat untuk menahan lereng pada bekas longsor serta untuk menahan laju erosi dan aliran bahan rombakan;
  • Agar dilakukan pemantauan mandiri pada aliran sungai yang melibatkan peran serta masyarakat. Jika ditemukan material longsor yang menghambat aliran sungai, segera normalisasi aliran sungai tersebut karena berpotensi berkembang menjadi aliran bahan rombakan/banjir bandang saat debit sungai meningkat;
  • Sebagai pencegahan jika ditemukan retakan pada tebing atas, maka segera menutup retakan dengan tanah liat dan dipadatkan;
  • Lokasi ini masih berpotensi untuk terjadi gerakan tanah dan atau  banjir bandang susulan, sehingga perlu sosialisasi dan kewaspadaan bagi masyarakat di sekitar lokasi bencana;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

 

LAMPIRAN

Masamba 1 (210720)

Gambar 1. Peta petunjuk lokasi bencana banjir bandang di Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan

 

Masamba 2 (210720)

Gambar 2. Peta Geologi Masamba dan sekitarnya, Luwu Utara, Sulawesi Selatan

 

Masamba 3 (210720)

Gambar 3. Peta Prakiraan Gerakan Tanah di Kabupaten Luwu Utara bulan Juli 2020

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN LUWU UTARA, PROVINSI SULAWESI SELATAN BULAN JULI 2020

Masamba 4 (210720)

Keterangan :

Masamba 5 (210720)