Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Di Kota Palopo, Sulawesi Selatan

Tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Berdasarkan informasi dari media : https://regional.kompas.com/read/2020/06/26/19024141/tanah-longsor-putus-akses-jalan-trans-sulawesi-palopo-toraja Jumat, 26 Juni 2020 sebagai berikut :

 1. Lokasi dan waktu kejadian :

Gerakan tanah terjadi di Jalan Trans Sulawesi Palopo – Toraja Km 24, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Jumat (26/6/2020) pukul 16:46 WITA.

 

2. Jenis bencana :

Bencana gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa longsoran aliran bahan rombakan yang turun dari lereng bukit.

 

3. Dampak gerakan tanah :

  • 9 rumah terbawa longsor
  • Akses Jalan Trans Sulawesi Palopo – Toraja terputus
  • Tidak ada korban jiwa

 

4.Kondisi daerah bencana :

  • Secara umum topografi di sekitar lokasi gerakan tanah berupa pegunungan berlereng terjal dengan ketinggian pada 600 - 800 mdpl.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Palopo (Pusat Survey Geologi) batuan penyusun di daerah bencana termasuk dalam Formasi Latimojong yang tersusun oleh batupasir kuarsa malihan, batulanau malihan, kuarsit, filit, dan setempat batulempung gampingan.
  • Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kota Palopo (PVMBG, Badan Geologi), daerah bencana terletak pada zona gerakan tanah tinggi, artinya daerah tersebut mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :
  • Kemiringan lereng tebing yang terjal;
  • Sifat tanah pelapukan yang sarang dan mudah luruh jika terkena air.
  • Gerakan tanah yang terjadi seminggu sebelumnya akibat curah hujan tinggi
  • Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama sebelum terjadi gerakan tanah;

 

6. Rekomendasi Teknis :
  • Pembersihan material longsor agar dilakukan dengan memperhatikan situasi dan kondisi karena dikhawatirkan masih terjadi longsor susulan
  • Jalan tidak bisa dilalui, para pengguna jalan agar menggunakan jalan alternatif lain sampai ada perbaikan dari pemerintah daerah setempat
  • Pemasangan rambu rawan bencana gerakan tanah untuk meningkatkan kewaspadaan
  • Masyarakat terdampak bencana agar mengungsi ke tempat aman untuk sementara.
  • Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi bencana agar tetap waspada potensi gerakan tanah susulan.
  • Pemantauan gerakan tanah secara mandiri oleh masyarakat pada lereng yang sering terjadi gerakan tanah dan segera melapor kepada Pemerintah setempat atau BPBD bila terjadi retak/gejala gerakan tanah
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami bahaya gerakan tanah
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah/ BPBD setempat

 

LAMPIRAN

Palopo 1 (290620)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah

 

Palopo 2 (290620)

Gambar 2. Peta Geologi lokasi gerakan tanah

 

Palopo 3 (290620)

Gambar 3. Peta ZKGT lokasi Gerakan Tanah