Tanggapan Kejadian Gerakan Tanah Di Desa Susukan, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat

Bersama ini kami sampaikan tanggapan bencana gerakan tanah di Kampung Tegaljambu, Desa Susukan, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan surat dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur nomor 362/517/KL/BPBD/2020 tanggal 5 Juni 2020.

1. Lokasi dan waktu kejadian :

Gerakan tanah terjadi di Kampung Tegaljambu RT 06 RW 06, Desa Susukan, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis berada pada koordinat 6º 57’ 49.2” LS dan 107º 07’ 22.8” BT. Gerakan tanah ini terjadi pada hari Selasa, 2 Juni 2020 sekitar pukul 22.00 WIB setelah hujan deras.

 

2. Jenis bencana :

Bencana gerakan tanah yang terjadi merupakan jenis longsoran tanah pada lahan perkebunan yang berada di bagian atas jalan dan permukiman.

 

3. Dampak gerakan tanah :
  • 1 (satu) rumah rusak sedang,
  • 25 (dua puluh lima) rumah terancam,
  • 1 (satu) bangunan mushalla terancam,
  • 1 (satu) bangunan madrasah terancam,
  • Badan jalan desa tertimbun material longsoran.

 

4. Kondisi daerah bencana :
  • Secara umum morfologi di Desa Susukan berupa perbukitan bergelombang sedang sampai terjal dengan kemiringan lereng dapat mencapai 30º. Pada bagian lembah terdapat alur anak Sungai Cipicung yang mengalir relatif ke arah baratlaut. Lokasi bencana berada pada ketinggian antara 525 – 550 meter di atas permukaan laut.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Cianjur, Jawa (Sudjatmiko, 1972) batuan penyusun daerah bencana berupa breksi tufaan, lava, batupasir dan konglomerat (Pb), dengan komposisi andesit - basal serta batupasir tufaan.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadinya Gerakan Tanah pada bulan Juni 2020 (PVMBG-Badan Geologi) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, daerah bencana termasuk dalam dengan potensi terjadi gerakan tanah Menengah-Tinggi. Artinya pada daerah ini berpotensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali akibat dipicu oleh curah hujan di atas normal.

 

5. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :
  • Kemiringan lereng yang cukup terjal;
  • Material penyusun lereng yang bersifat poros dan mudah luruh jika terkena air;
  • Kondisi lahan yang minim vegetasi berakar kuat dan dalam;
  • Kondisi tembok penahan tanah (TPT) yang sudah tidak kuat menahan beban tanah di atasnya;
  • Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama dapat menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah.

 

6. Rekomendasi Teknis :

  • Masyarakat yang bangunan rumahnya rusak berat dan tepat di bawah material longsoran dan retakan (prakiraan area terdampak, lihat foto 2), untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman dari ancaman bencana longsor susulan;
  • Masyarakat yang rumahnya terancam gerakan tanah (yang berada di luar prakiraan area terdampak, lihat foto 2) dapat kembali ke rumahnya namun agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terutama ketika hujan deras turun dan beberapa saat setelahnya;
  • Evaluasi lapangan akan dilakukan setelah kebijakan dari PVMBG mengizinkan melakukan peninjauan lapangan;
  • Melakukan pemantauan terhadap perkembangan gawir longsoran dan landaan materialnya. Segera ungsikan penduduk jika terjadi perkembangan area terdampak yang ditandai dengan munculnya retakan yang memanjang sejajar lereng;
  • Melandaikan lereng dan memperkuat kestabilan lereng dengan pembuatan penahan lereng (rekayasa teknis) yang mengikuti kaidah–kaidah geoteknik;
  • Pembangunan pemukiman harap memperhatikan jarak aman dari tebing terjal. Ruang kamar diusahakan berada pada bagian rumah yang paling jauh dari lereng terjal;
  • Perlu ditanam vegetasi berakar dalam dan kuat pada area bekas longsoran, untuk meningkatkan kestabilan lereng serta untuk menahan laju erosi dari limpasan air hujan;
  • Sebagai pencegahan jika ditemukan retakan pada tebing atas, maka segera menutup retakan dengan tanah liat yang dipadatkan;
  • Air permukaan pada lereng bagian atas disalurkan ke kaki lereng dengan saluran kedap agar tidak menjenuhi lereng;
  • Lokasi ini masih berpotensi untuk terjadi gerakan tanah susulan, sehingga perlu sosialisasi dan kewaspadaan bagi masyarakat di sekitar lokasi bencana;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

 

LAMPIRAN

Cianjur 1 (160620)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah di Desa Susukan, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat

 

Cianjur 2 (160620)

Gambar 2. Peta Geologi Lokasi Gerakan Tanah di Desa Susukan, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat

 

Cianjur 3 (160620)

Gambar 3. Peta Prakiraan Gerakan Tanah di Kabupaten Cianjur bulan Juni 2020.


WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN CIANJUR, PROVINSI JAWA BARAT

BULAN JUNI 2020

Cianjur 4 (160620)

Keterangan :

Cianjur 5 (160620)

 

Cianjur 6 (160620)

Foto 1. Kenampakan gerakan tanah yang menutup badan jalan desa di Kampung Tegaljambu, Desa Susukan, Kec. Campaka, Kab. Cianjur, Jawa Barat.

 

Cianjur 7 (160620)

Foto 2. Gerakan tanah yang merusak kebun dan mengancam permukiman di Kampung Tegaljambu, Desa Susukan, Kec. Campaka, Kab. Cianjur. Tampak gawir longsoran terjadi pada lahan yang minim vegetasi berakar kuat dan dalam.