Laporan Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Prov. Jawa Barat

Menindaklanjuti surat dari BPBD Kabupaten Bandung Barat dengan Nomor 360/9509BPBD/2018 tanggal 23 Desember 2019, perihal Permohonan Kajian Teknis bencana gerakan tanah di Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, kami sampaikan hasil pemeriksaan sebagai berikut:

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi pada tebing jalan di Kp. Sukamanah RT 04/RW 04, Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis berada pada koordinat 107° 23' 19,2" BT dan 06° 43’04,4" LS. Gerakan tanah terjadi pada Bulan Januari 2020. Gerakan tanah berawal pada Tahun 2018 yang mengakibatkan jalan tertutup kemudian terjadi longsor susulan sebanyak 5 kali mulai dari tanggal 18/12 2019, 22/12 2019, 27/01 2020,  5/02 2020 dan tanggal 19 Februari 2020..

 

2. Kondisi daerah bencana:

  • Morfologi, Morfologi pada daerah bencana secara umum berupa lereng perbukitan dengan kemiringan lereng curam 20-25o. Daerah bencana berada pada ketinggian 403 meter diatas permukaan laut.
  • Geologi, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Cianjur, Jawa (Sudjatmiko., 2003), daerah bencana disusun oleh satuan Hasil Gunungapi tua (Qob) yang terdiri dari breksi, lahar dan lava. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, batuan dasar penyusun daerah bencana berupa breksi tufan berwarna coklat dengan fragmen batuan beku yang meyudut.
  • Keairan, Kondisi keairan pada daerah bencana cukup melimpah dengan ditemukannya beberapa mata air. Kedalaman muka air tanah berkisar 2 meter dan tetap berair di musim kemarau. Terdapat Sungai Cileleuy pada bagian bawah lereng.
  • Tataguna lahan, Lahan di daerah lokasi gerakan tanah pada umumnya berupa persawahan dan kebun campuran. Pada lereng bagian bawah terdapat jalan Desa dan perumahan penduduk.
  • Kerentanan gerakan tanah, Berdasarkan Peta prakiraan terjadinya Gerakan Tanah bulan Maret 2020 dan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah di Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Cikalong Wetan terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah menengah sampai tinggi. Artinya, daerah ini mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

3. Situasi dan Dampak Bencana

Jenis Gerakan tanah yang terjadi berupa longsoran dengan arah longsoran N 230° E dengan kemiringan lereng 29,9 o. Longsoran menghancurkan sebagian Dinding Penahan Tanah (DPT) yang sedang dibangun dan muncul retakan-retakan pada lereng di bagian atas. Lebar retakan berkisar 5 – 20 cm dengan panjang 1 – 15 meter.

Dampak:

  • Mengancam badan jalan antara Desa Puteran-Desa Ciharashas dan pemukiman di bawahnya;
  • 1 (satu) rumah yang berada di bagian atas lereng terancam.
  • Merusak sebagian Dinding Penahan Tanah (DPT) yang sedang dibangun.

 

4. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah:

Secara umum faktor yang menyebabkan terjadinya gerakan tanah di daerah pemeriksaan antara lain adalah:

  • Kondisi geologi berupa tanah pelapukan yang bersifat porous dan cukup tebal;
  • Morfologi dengan kemiringan lereng curam
  • Sistem drainase/keairan tidak kedap air; terdapat saluran air yang mengarah ke tebing/mahkota longsor. Konsentrasi air berlebih karena merupakan area persawahan, kolam dan saluran irigasi bagian atas lereng.
  • Dipicu oleh curah hujan yang tinggi sebelum kejadian gerakan tanah (longsor)

 

5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah:

Daerah bencana merupakan lahan persawahan, kolam, saluran irigasi dan kebun campuran. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan kandungan air dalam tanah meningkat, akumulasi air permukaan pada persawahan yang melimpah dan meresap pada ke tanah sehingga menjadi jenuh air, bobot massa tanah bertambah, mengakibatkan  gaya pendorong meningkat. Kemiringan lereng yang terjal dan adanya bidang gelincir gerakan tanah, mengakibatkan lereng mudah bergerak mencari keseimbangan baru. Gerakan tanah diawali dari kaki lereng kemudian menarik bagian atas lereng.

 

 

6. Rekomendasi Teknis

Mengingat curah hujan yang masih tinggi, terdapatnya retakan di sekitar mahkota longsoran, maka direkomendasikan:

  • Selalu meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat yang beraktivitas disekitar lokasi bencana terutama pada saat dan setelah terjadi hujan deras yang berlangsung lama.
  • Pembangunan harus menyesuaikan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Bandung Barat.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk mengenal tanda-tanda awal terjadinya gerakan tanah.
  • Merelokasi 1 rumah yang berada pada bagian atas lereng ke tempat yang aman.
  • Memasang rambu peringatan rawan longsor pada wilayah-wilayah/jalan yang berpotensi terjadinya longsor.
  • Melakukan pemantauan menerus terhadap perkembangan retakan dan nendatan pada bagian atas lereng. Jika terjadi pekembangan yang menerus pada retakan agar segera melaporkan ke Pemerintah Daerah setempat.
  • Membuat sistem drainase yang kedap air dibagian atas untuk melancarkan aliran air mengingat lokasi ini berada pada jalur dan akumulasi air
  • Mengeringkan kolam yang berada pada lereng bagian atas.
  • Mengeringkan lahan basah (sawah) yang berada pada lereng bagian atas.
  • Pembangunan/perbaikan Dinding Penahan Tebing atau Talud Penahan Tebing (TPT) disarankan dilanjutkan apabila poin 3,4, dan 5 telah dilakukan.
  • Meningkatkan koordinasi baik masyarakat dan aparat desa serta BPBD Kab. Bandung Barat.

 

LAMPIRAN

Cikalong 1 (240320)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan tanah di Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

 

Cikalong 2 (240320)

Gambar 2. Peta Geologi Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

 

Cikalong 3 (240320)

Gambar 3. Peta Prakiraan Terjadinya Gerakan Tanah di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

 

Cikalong 4 (240320)

Gambar 4. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

 

Wilayah Potensi Gerakan Tanah di Kabupaten Bandung Barat

Provinsi Jawa Barat Bulan Maret 2020

Cikalong 5 (240320)

Cikalong 6 (240320)

 

Cikalong 7 (240320)

Gambar 5. Peta situasi gerakan tanah di Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

 

Cikalong 8 (240320)

Gambar 6. Penampang gerakan tanah di Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

 

Foto-foto kegiatan lapangan di Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan,

Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat

Cikalong 9 (240320)

Foto 1 (A) Longsoran pada tebing jalan di Dusun Cileuleuy, Desa Puteran, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, (B) Longsoran dengan tinggi 25 m lebar 34 m yang merusak DInding Penahan Tanah yang sedang dibangun

 

Cikalong 10 (240320)

Foto 2 (A) Tata Guna Lahan kebun campuran dan sawah. (B) Longsoran selain merusak persawahan juga mengancam jalan penghubung antara Desa Puteran ke Desa Ciharashas, Kec. Cikalong Wetan

 

Cikalong 11 (240320)

Foto 3 (A) Lahan basah berupa persawahan, saluran irigasi pada bagian atas lereng (B) Saluran irigasi yang tidak kedap air

 

Cikalong 12 (240320)

Foto 4 (A) Mahkota longsor yang semakin menggerus lahan persawahan pada bagian atas lereng (B) Drainage dibuat dengan bahan yang kedap air hanya pada bagian bawah Dinding Penahan Tanah.

 

Cikalong 13 (240320)

Foto 5 (A) Singkapan batuan berupa breksi tuff berwarna coklat dengan tanah pelapukan pada bagian atasnya (B) Air yang masih mengalir keluar dari bidang longsoran

 

Cikalong 14 (240320)

Foto 6 (A) Sebagian Dinding Penahan Tanah yang hancur terlanda longsor , (B) Ancaman longsoran juga dapat menutup aliran Sungai Cileuleuy.

 

Cikalong 15 (240320)

Foto 7 (A) Wawancara dengan penduduk setempat tentang kronologis kejadian longsor, (B) Seorang penduduk sedang menunjukkan longsoran, di belakang tampak rumah yang terancam.