Tanggapan Kejadian Banjir Bandang Di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur

Bersama ini kami sampaikan tanggapan bencana gerakan tanah di Dusun Jurang Sempu, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berdasarkan berita dari:

  1. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4947080/banjir-bandang-isolir-warga-satu-dusun-di-ponorogo
  2. https://www.jawapos.com/photo/banjir-bandang-di-ponorogo-warga-mengungsi/
  3. https://www.timesindonesia.co.id/read/news/258231/desa-dayakan-ponorogo-longsor-90-warga-mengungsi
  4. http://kanalindonesia.com/87351/2020/03/20/longsor-dayakan-ponorogo-puluhan-kk-mengungsi/ 
1. Lokasi dan waktu kejadian :

Gerakan tanah terjadi di Dusun Jurang Sempu, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Gerakan tanah ini terjadi pada hari Kamis, 19 Maret 2020, pukul 16.30.

 

2. Jenis bencana :

Bencana gerakan tanah yang terjadi merupakan banjir bandang/aliran bahan rombakan.

 

3. Dampak gerakan tanah :
  • 95 jiwa dari 28 KK (2 RT) mengungsi
  • 6 rumah rusak ringan.
  • 1 jembatan putus.

 

4. Kondisi daerah bencana :
  • Merupakan sungai kecil dengan kedalaman 7 meter
  • Secara umum topografi di sekitar lokasi gerakan tanah berupa perbukitan bergelombang dengan ketinggian berkisar 400 – 450 m.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Ponorogo (Sampurno & Samodra, 1997) batuan penyusun termasuk dalam Formasi Semilir yang tersusun atas Tuff, Breksi tuff, batupasir tufan, batulempung.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Maret di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, daerah bencana termasuk dalam daerah Potensi terjadi gerakan tanah menengah-tinggi. Artinya pada daerah ini berpotensi tinggi terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

 

5. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :
  • Bentuk topografi cekungan lembah pada perbukitan
  • Sifat tanah pelapukan yang sarang dan mudah luruh jika terkena air.
  • Banyaknya air permukaan yang meresap ke dalam tanah melalui pori tanah akan meningkatkan beban pada lereng, sehingga membuat lereng menjadi tidak stabil;
  • Adanya pembendungan sungai kemungkinan terjadi longsor di daerah hulu,
  • Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama sebelum terjadi gerakan tanah.

 

6. Rekomendasi Teknis :

  • Terminologi banjir bandang secara umum adalah banjir besar yang datang dengan tiba-tiba dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda besar (kayu dan sebagainya). Sedangkan menurut Badan Geologi banjir bandang adalah suatu aliran cepat yang merupakan campuran material bahan rombakan berupa batuan dan lumpur yang merupakan hasil runtuhnya bendung alam yang terbentuk dari longsoran-longsoran kecil yang terjadi di hulu.
  • Penduduk yang bertempat tinggal di sekitar bantaran sungai untuk menjauhi sungai karena berpotensi terjadi gerakan tanah/banjir bandang susulan
  • Melakukan pengecekan ke arah hulu untuk memastikan tidak ada longsoran yang menutupi sungai,
  • Segera melakukan perbaikan terhadap jembatan yang putus dengan selalu mengutamakan keselamatan dan waspada terhadap gerakan tanah susulan
  • Agar masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah setempat.

 

LAMPIRAN

Ponorogo 1 (240320)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah

 

Ponorogo 2 (240320)

Gambar 2. Peta Geologi Lokasi Gerakan Tanah di Desa Dayakan, Badegan, Ponorogo

 

Ponorogo 3 (240320)

Gambar 3. Peta Prakiraan Gerakan Tanah di Desa Dayakan, Badegan, Ponorogo Maret 2020

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN PONOROGO, PROVINSI JAWA TIMUR

 BULAN MARET 2020

Ponorogo 4 (240320)

 

Ponorogo 5 (240320)

 

Ponorogo 6 (240320)