Laporan Kajian Penyelidikan Gerakan Tanah Di Kec. Borobudur, Kab. Magelang

Menindaklanjuti kejadian bencana gerakan tanah dan banjir bandang di Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, bersama ini kami sampaikan laporan hasil pemeriksaan kajian, sebagai berikut:

 1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah

 

Lokasi gerakan tanah terletak di Dusun Kemloko II dan III, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Secara geografis Dusun Kemloko berada pada koordinat S7° 38' 36.5" E110° 13' 48.4"" (Gambar 1). Gerakan tanah terjadi pada tanggal 5 Maret 2020 setelah dilanda hujan deras.

 

2. Kondisi daerah survey :

  • Morfologi, Secara umum morfologi sekitar lokasi bencana merupakan perbukitan agak terjal - terjal dengan kemiringan lereng antara 20° - 35°. Ketinggian lokasi bencana 300 – 350 m di atas permukaan laut.
  • Geologi, Batuan dasar pembentuk lereng berdasarkan Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Jawa (Rahardjo, dkk, 1995) merupakan Formasi Kebo Butak yang terdiri dari breksi gunungapi, tuff, aglomerat (Gambar 2). Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, batuan berupa breksi andesit, dengan fragmen berupa kerikil – bongkah andesit dan sebagian sudah mengalami pelapukan.
  • Keairan, Kondisi keairan di Desa Kemloko masyarakat memanfaatkan mata air pegunungan untuk kehidupan sehari hari.
  • Tata guna lahan, Tata Guna Lahan berupa kebun campuran dan pemukiman.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada bulan Maret 2020 di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)(Gambar 3), daerah gerakan tanah terletak pada Potensi Menengah sampai Tinggi, artinya zona berpotensi menengah sampai tinggi untuk terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

 

3. Kondisi dan Dampak Gerakan Tanah

Gerakan tanah berupa longsoran bahan rombakan terjadi di beberapa titik dalam satu rangkaian punggungan lereng berarah barat – timur.

  • Gerakan tanah di Dusun Kemloko II menimpa 1 rumah dengan lebar mahkota 8 m, tinggi longsoran 7 m dengan panjang landaan 17 m, berarah N 192° E (Foto 1) (Gambar 4)
  • Longsoran tebing jalan desa di Dusun Kemloko II yang berdampak menutup ruas jalan dan mengancam 2 rumah. Dimensi longsoran : lebar mahkota 30 m, tinggi 10 m, dengan panjang landaan 18 m dengan arah N 180° E. (Foto 2)
  • Gerakan tanah di Dusun Kemloko III yang merusak 3 rumah di bagian bawah (2 rusak sedang dan 1 rusak ringan) dan mengancam 2 rumah di atas dan timur mahkota longsor. Dimensi longsor : lebar 20 m dengan tinggi 12 m dan panjang landaan 40 m berarah N 182 ° E. (Foto 3) (Gambar 6)
  • Gerakan tanah pada tebing pinggir jalan bagian atas di Dusun Kemloko III yang menimbun akses jalan dan mengancam 1 rumah di bagian atas mahkota longsor. Dimensi gerakan tanah : lebar mahkota 25 m, tinggi 11 m, panjang landaan 33 m dengan arah N 207° E. (Foto 4)

 

4. Faktor Penyebab Gerakan Tanah

Secara umum, faktor penyebab gerakan tanah di Desa Kenalan adalah:

  • Kemiringan lereng yang sangat terjal menyebabkan batuan mudah bergerak;
  • Sifat fisik batuan endapan vulkanik yang kurang padu (tidak kompak) serta tanah pelapukan  yang tebal (lebih dari 3 m), rapuh dan sarang dan mudah longsor.
  • Sistem drainase permukaan yang kurang baik dan tidak teratur
  • Curah hujan dengan intensitas yang tinggi

 

5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah 

Mekanisme gerakan tanah di Desa Kenalan dipengaruhi oleh kemiringan lereng yang terjal dan tanah pelapukan yang tebal dan bersifat sarang. Peresapan air yang terus menerus seiring curah hujan yang tinggi dan tata kelola drainase yang kurang baik, mengakibatkan penjenuhan dan akumulasi air. Kondisi ini mengakibatkan tanah mengalami peningkatan tekanan air pori, bobot massa, dan pelunakan sehingga gaya dorong meningkat Terbentuknya akumulasi air pada kontak batuan dan terjadinya peniingkatan gaya dorong, mengakibatkan tanah bergerak ke arah luar lereng dengan bidang gelincir pada kontak tersebut.

 

6. Rekomendasi Teknis

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan sebagai berikut :

  • 2 rumah rusak di Dusun Kemloko II sebaiknya direlokasi (Gambar 4)
  • 5 rumah (3 rumah terdampak dan 2 rumah terancam) di Dusun Kemloko III sebaiknya direlokasi (Gambar 6 )
  • Untuk meningkatan kestabilan lereng yang terganggu akibat gerakan tanah yang terjadi di Desa Kenalan agar dilakukan perkuatan lereng. Perkuatan lereng agar dilakukan dengan memperhitungkan aspek-aspek kestabilan lereng.
  • Meningkatkan kesiapsiagaan pada saat dan setelah turun hujan karena masih berpotensi terjadi longsoran terutama rumah yang dekat dari gawir/mahkota longsoran.
  • Tidak mendirikan bangunan pada jarak yang terlalu dekat dengan tebing/saluran air.
  • Masyarakat agar memantau munculnya retakan baru dan rembesan air. Retakan yang muncul sebaiknya segera di tutup dan jika retakan bertambah lebar segera mengungsi dan melaporkan ke Pemerintah Daerah,
  • Menata sistem aliran air permukaan/drainase yang kedap air di sekitar lokasi gerakan tanah serta di area lereng di Desa Kenalan.
  • Tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu gerakan tanah seperti pemotongan lereng secara sembarangan dan penebangan pohon besar berakar kuat dan dalam.
  • Memasang rambu – rambu peringatan rawan gerakan tanah di sekitar lokasi bencana.
  • Memelihara dan menanam tanaman berakar kuat dan dalam untuk meningkatkan daya ikat tanah, terutama di lereng bagian bawah pemukiman.

 

LAMPIRAN

Borobudur 1 (180320)

Gambar 1. Peta petunjuk lokasi gerakan tanah di Kecamatan Borobudur, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

 

Borobudur 2 (180320)

Gambar 2. Peta geologi regional lokasi kajian di Kecamatan Borobudur dan sekitarnya, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

 

Borobudur 3 (180320)

Gambar 3.  Peta Prakiraan Gerakan Tanah Bulan Maret 2020 Kab. Magelang, Jawa Tengah

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH DI PROVINSI JAWA TENGAH

BULAN MARET 2020

Borobudur 4 (180320)

Keterangan :

Borobudur 5 (180320)

 

Borobudur 6 (180320)

Gambar 4.  Peta Situasi Gerakan Tanah di Dusun Kemloko II, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

 

Borobudur 7 (180320)

Gambar 5.  Sketsa penampang A – B lokasi kajian di Dusun Kemloko II, Desa Kenalan , Kecamatan Borobudur, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

 

Borobudur 8 (180320)

Gambar 6.  Peta Situasi Gerakan Tanah di Dusun Kemloko III, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

 

Borobudur 9 (180320)

Gambar 7.  Penampang Gerakan Tanah di Dusun Kemloko III, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

 

Borobudur 10 (180320)

Foto 1. Dua unit rumah rusak tertimbun material longsor, di Dsn. Kemloko II, Ds. Kenalan, Kec. Borobudur, karena tebing di bagian belakang rumahnya longsor.

 

Borobudur 11 (180320)

Foto 2. Longsoran tebing jalan yang menimbun badan jalan, di Dsn. Kemloko II, Ds. Kenalan, Kec. Borobudur, karena tebing di bagian belakang rumahnya longsor

 

Borobudur 12 (180320)

Foto 3 Tiga unit rumah rusak ringan – sedang tertimbun material longsor, di Dsn. Kemloko III, Ds. Kenalan, Kec. Borobudur, karena tebing di bagian belakang rumahnya longsor dan satu unit rumah di bagian atasnya terancam.

 

Borobudur 13 (180320)

Foto 4. Longsor tebing jalan  di Dsn. Kemloko III, Ds. Kenalan, Kec. Borobudur, tebing longsor merupakan jalur air dan satu unit rumah di bagian atasnya terancam.