Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat

Laporan hasil pemeriksaan gerakan tanah di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Pemeriksaan dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti surat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat, Nomor : 360/005-BPBD/2019 tanggal 30 Desember 2019 dilaksanakan bersama dengan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat dan pihak aparat RSUD Lembang, sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Terjadi Gerakan Tanah :

Gerakan Tanah terjadi di RSUD Lembang, Desa  Gudangkahuripan, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, yang secara geografis terletak pada koordinat 060 54” 30,72” LS dan 1070 39” 48,26” BT. Gerakan tanah sejak awal tahun 2018 dan masih bergerak hingga saat ini.

 

2. Jenis Gerakan Tanah

Jenis gerakan tanah yang terjadi adalah nendatan/ rayapan yang diikuti retakan-retakan pada bangunan. Ukuran panjang retakan ± 20 – 50 cm, lebar retakan ± 5 – 20 cm dan kedalaman nendatan ± 10 – 30 cm.

 

3. Dampak Gerakan Tanah :
  • Bangunan utama gedung RS Lembang retak-retak pada bagian dinding dan lantai.

 

4. Kondisi Umum Daerah Bencana :

  • Morfologi, Secara umum morfologi RSUD Lembang adalah daerah perbukitan dengan lereng terjal sampai sangat terjal, dengan kemiringan lereng 25° - 45°. Ketinggian pada wilayah ini 1011 – 1121 meter.
  • Geologi, Berdasarkan pengamatan dilapangan, batuan penyusun di daerah bencana berupa batupasir tufa lapuk berwarna coklat muda – coklat tua, berukuran pasir halus – pasir kasar, agak rapuh, sarang, setempat bersisipan tufa dengan tanah pelapukan berwarna coklat berketebalan antara 1 – 3 meter. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Sindangbarang dan Bandarbaru, Jawa (1996), daerah bencana tersusun oleh Formasi Kolberes yang terdiri dari batupasir tuf berlapis baik, kurang mampat, dan tuf Kristal, dengan sisipan tuf, breksi tuf batuapungan dan breksi bersusunan andesit (Tmk); Formasi Beser yang terdiri dari breksi andesit, juga breksi tuf, tuf Kristal dan batulempung (Tmbe).
  • Tataguna Lahan dan Kondisi Keairan, Tataguna lahan berupa bangunan rumah sakit tepat berada pada bagian atas lereng, bagian tengah lereng berupa rumpun bambu, serta kebun campuran, sedangkan pada bagian lereng adalah pertanian hidroponik dan terdapat Sungai Coblok. Kondisi keairan di lokasi gerakan tanah dalam kondisi baik dan melimpah pada musim hujan. Air permukaan pada bangunan RSUD air mengalir pada saluran kedap air, sedangkan pada bagian tengah dan bawah lereng air permukaan mengalir bebas diatas permukaan dan sebagian meresap ke dalam tanah melalui celah/retakan.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Zona Kerentana Gerakan Tanah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, daerah bencana termasuk kedalam: zona kerentanan gerakan tanah menengah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah dapat aktif kembali akibat curah hujan yang tinggi dan erosi kuat. Sedangkan berdasarkan peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada bulan Januari 2020Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Lembang terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah – Tinggi artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah

Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di lokasi ini antara lain :

  • Kemiringan lereng yang sangat terjal,
  • Curah hujan yang tinggi,
  • Sifat fisik tanah pelapukan yang tebal, lunak dan jenuh air sehingga mudah luruh dan tidak stabil (mudah longsor).
  • Adanya bidang lemah yang berupa breksi tufaan dan tufa yang bersifat kedap air sehingga dapat berfungsi sebagai bidang gelincir gerakan tanah.

 

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah

Gerakan tanah yang terjadi di sekitar RSUD Lembang adalah retakan-retakan yang terjadi setempat-setempat. Retakan-retakan ini terjadi akibat bangunan berada diatas lereng dengan kemiringan lereng yang sangat terjal. Hujan yang turun dengan intensitas tinggi dan lama mengakibatkan pengerosian meningkat dan kemiringan lereng yang sangat terjal mengakibatkan tanah mudah bergerak membentuk longsoran. Longsoran pada lereng ini mengakibatkan tanah di bagian atas bergerak secara lambat membentuk nendatan dan retakan di sekitar bangunan RSUD Lembang.

 

7. Rekomendasi

Gerakan tanah tipe lambat di sekitar RSUD Lembang masih berpotensi untuk berkembang jika hujan lebat berlangsung lama serta air masukke bawah permukaan melalui retakan, maka direkomendasikan hal sebagai berikut:

  • Ruangan yang retak ringan masih bisa diperbaiki dan digunakan,
  • Ruangan yang rusak berat harus dilakukan pengecekan terhadap konstruksi bangunan nya,
  • Mengurangi beban pada  lereng,
  • Menutup retakan yang ada diatas tanah dengan tanah yang dipadatkan,
  • Membuat terasering pada lereng bagian belakang bangunan yang retak-retak, untuk mengurangi pembebanan pada lereng.
  • Membuat tembok penahan tebing (Retaining Wall) yang dilengkapi dengan pipa saluran air,
  • Rencana pembangunan ruangan baru supaya menjauhi dari tebing dan dengan konstruksi ringan, agar tidak menambah beban pada tebing, Rencana pembagunan bangunan baru pada bagian selatan bangunan lama, sebaiknya dibangun dengan jarak 5 meter dari tebing,
  • Selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah turun hujan lebat serta memantau dengan intensif perkembangan retakan yang terjadi,
  • Apabila terjadi perkembangan retakan yang cepat, segera menjauhi daerah yang mengalami gerakan tanah.

 

LAMPIRAN

Banbar 1 (040320)

Foto 1. Retakan yang terjadi pada dinding dan lantai bangunan RS Lembang. Retakan ini akibat gerakan tanah tipe nendatan/ rayapan, yang terjadi pada akhir 2018 dan masih berlangsung hingga saat pemeriksaan.

 

Banbar 2 (040320)

Foto 2. Lahan yang rencananya akan dibangun gedung baru ini, mempunyai kemiringan lereng curam, sebaiknya apabila dibangun harus dilakukan pengurukan tanah dulu, dan bangunan sebrjarak dengan tebing 5 meter, serta harus dibuat tembok penahan tebing pada bagian belakang

 

POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN BANDUNG BARAT, PROVINSI JAWA BARAT

 PADA BULAN JANUARI 2020

Banbar 3 (040320)

Keterangan :

Banbar 4 (040320)

 

Banbar 5 (040320)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah di  Desa  Gudangkahuripan, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat

 

Banbar 6 (040320)

Gambar 2. Peta Geologi Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

 

Banbar 7 (040320)

Gambar 5. Peta Situasi Gerakan Tanah  di Wilayah RS Lembang, Desa Gudangkahuripa, Kecamatan Parongpong,

 

Banbar 8 (040320)

Gambar 6. Penampang Gerakan Tanah  di RS Lembang Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

 

Banbar 9 (040320)

Gambar 3. Peta Zon Kerentanan Gerakan Tanah di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

 

Banbar 10 (040320)

Gambar 4. Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.