Laporan Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Sumedang Selatan, Kab. Sumedang, Prov. Jawa Barat

Laporan hasil pemeriksaan lapangan Bencana Gerakan Tanah di Kp. Babakan Cikamuning II RW 04 Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kab. Sumedang, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan surat BPBD Kabupaten Bandung Barat dengan nomor surat 360/93/BPBD tertanggal 4 Februari 2020 perihal Permohonan Penelitian Gerakan Tanah.

Hasil pemeriksaan adalah  sebagai berikut :

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di Kp. Babakan Cikamuning II RW 04 Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kab. Sumedang, Provinsi Jawa Barat, secara geografis terletak pada koordinat: 107° 52’ 29” BT  - 06° 52’ 43” LS pada ketinggian 658,8 m.  Pergerakan tanah berupa munculnya retakan-retakan pada permukiman, jalan, persawahan dan kebun yang terjadi pada akhir januari 2020. Terdapat lk 20 rumah yang terancam berpotensi terdampak gerakan tanah.

 

2. Jenis Gerakan Tanah

Jenis gerakan tanah berupa nendatan/rayapan yang terdiri dari retakan pada areal persawahan, kebun, pemukiman warga dan jalan kampung. Berdasarkan pengamatan lapangan masih dapat dilihat retakan pada permukiman (sudah ditutup oleh warga dengan semen) dan persawahan dengan arah retakan N123°E dan N345°E (baratlaut-tenggara) dengan prakiraan arah potensi longsoran ke baratdaya N 198- 230°E kearah sungai cikamuning.

 

3. Dampak Gerakan Tanah :

Dampak gerakan tanah di daerah bencana menyebabkan:

  • Rumah dan jalan serta persawahan retak-retak
  • Lebih Kurang 20 rumah terancam (yang berada pada tengah lereng)

(Peta situasi terlampir)

 

4. Kondisi daerah bencana :
  • Morfologi, Morfologi daerah Kp. Babakan Cikamuning II RW 04 Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan secara umum berupa perbukitan bergelombang sedang hingga tinggi dengan kemiringan antara curam - terjal (kemiringan 10°- 30°) dengan elevasi 600-700 mdpl. Lokasi rumah terancam pada bagian tengah lereng.
  • Geologi, Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi bencana, daerah bencana tersusun lapukan batuan vulkanik dengan ketebalan 1-5 m, dengan tanah pelapukan berupa pasir lempungan berwarna coklat tua. Berdasarkan peta Geologi Lembar Bandung, Jawa Barat (Silitonga, dkk, 1972), daerah penyelidikan merupakan batas litologi dimana bagian atas termasuk kedalam batuan hasil gunungapi muda tak teruraikan; Pasir tufan, lapilli, breksi, lava dan aglomerat (Qyu). Sedang bagian bawah ialah hasil gunungapi tua breksi dan lahar (Qvb).
  • Tata Guna Lahan, Tata guna lahan pada daerah bencana sebagian besar lahan basah berupa persawahan, juga terdapat permukiman, kebun, ladang dan jalan desa. Pemukiman pada bagian atas dan tengah, jalan dan kebun/ladang serta persawahan dan permukiman pada bagian tengah dan bagian bawah terdapat persawahan.
  • Keairan, Kondisi keairan di lokasi gerakan tanah berasal dari sumber air sumur gali dengan kedalam 3-7 m pada rumah penduduk. Drainase tidak kedap air dan kurang tertata, sehingga air permukaan dari permukiman dan air hujan tidak terkendali dengan baik. Saluran irigasi umumnya dimanfaatkan untuk persawahan.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah pada Bulan Januari 2020 di Kabupaten Sumedang (Badan Geologi), daerah bencana terletak pada daerah dengan potensi gerakan tanah rendah hingga menengah-tinggi, artinya daerah tersebut mempunyai potensi menengah-tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

 

5. Faktor penyebab gerakan tanah:

Secara umum, faktor penyebab gerakan tanah pada lokasi tersebut adalah:

  • Kondisi geologi berupa kontak batuan vulkanik antara pasir tufan dengan breksi. Faktor Lapukan batuan vulkanik tuffan berwarna kecoklatan yang tebal juga sangat memungkinkan terjadi gerakan tanah tipe rayapan.
  • Tanah pelapukan dari batuan vulkanik tebal dan mudah menyerap air, batuan dasarnya berupa batuan breksi yang dapat bertindak sebagai bidang gelincir gerakan tanah
  • Pemukiman yang terancam berada tengah lereng yang terjal dan dikelilingi oleh lahan basah sehingga memungkinkan dapat terlanda pergerakan tanah jika beban tanah yang meningkat dan jenuh.
  • Sistem saluran drainase, baik dari air permukaan maupun dari rumah tangga yang kurang baik dan tidak tertata serta tidak kedap air sehingga air terakumulasi dan menambah beban tanah, serta air yang liar dapat masuk kedalam retakan dan menambah kecepatan pergerakan
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama yang turun sebelum gerakan tanah terjadi memicu terjadinya gerakan tanah.

 

6. MekanismeTerjadinya Gerakan Tanah:

Kelerengan yang terjal, kondisi geologi berupa adanya kontak batuan vulkanik yang sudah lapuk dan tebal dengan batuan yang keras. Batas antar litologi ini memungkinkan terjadi pergerakan dengan batuan keras (breksi) sebagai bidang gelincirnya. Tataguna lahan basah (persawahan) pada lokasi tersebut juga dapat menjadi faktor yang menyebabkan daerah tersebut rentan longsor, karena tanah menjadi jenuh air dan menjadi beban lereng. Posisi rumah yang berada di tengah lereng berpotensi terdampak pergerakan tanah. Curah hujan yang tinggi serta sistem keairan yang kurang baik menyebabkan air hujan masuk ke dalam tanah melalui ruang antar butir tanah sehingga tanah menjadi jenuh air dan menyebabkan bobot masanya bertambah dan tanah menjadi tidak stabil (mudah bergerak) dan menimbulkan retakan-retakan.

 

7. Kesimpulan dan Rekomendasi Teknis

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dapat disimpulkan bahwa:

Daerah bencana di Kp. Babakan Cikamuning II RW 04 Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang pada saat ini masih berpotensi terjadi pergerakan tanah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan sebagai berikut :

  • Tidak mendirikan bangunan pada lereng atas atau pada daerah yang dekat dengan tebing, lembah atau alur sungai yang berpotensi mengalami gerakan tanah dan tidak melakukan pemotongan lereng terutama pada area yang sudah curam,
  • Segera menutup retakan dengan lempung yang dipadatkan untuk mengurangi masuknya air kedalam tanah. Aktivitas ini agar dilakukan dengan selalu memperhatikan kondisi cuaca dan faktor keselamatan,
  • Diperlukan pengendalian air permukaan (surface water drainage) yang KEDAP AIR dengan cara perencanaan tata saluran permukaan, pengendalian air rembesan (ground water drainage) serta pengaliran parit pencegat yang diarahkan langsung ke sungai utama,
  • Kontruksi bangunan/rumah yang cocok untuk daerah ini adalah kontruksi sederhana/panggung/semipermanen agar mengurangi beban pada lereng,
  • Penataan dan pembenahan saluran keairan permukaan pada kolam, kebun, ladang dan persawahan sehingga aliran air tidak tertahan,
  • Memelihara dan menanam tanaman keras berakar kuat dan dalam,
  • Masyarakat sebaiknya LEBIH meningkatkan kewaspadaan akan potensi pergerakan tanah kembali dan masyarakat yang berada di sekitar retakan melakukan pemantauan retakan dan jika retakan bertambah luas segera melaporkan ke aparat desa setempat atau ke BPBD untuk dilakukan kegiatan pencegahan,
  • Koordinasi dan sosialisasi perlu dilakukan kepada masyarakat berkaitan dengan pengenalan tanda-tanda awal pergerakan tanah seperti pemantauan retakan, kemunculan mataair, longsoran batu (berdimensi kecil) dan amblesan tanah
  • Masyarakat dihimbau agar selalu mengikuti arahan pemerintah atau BPBD setempat.

 

LAMPIRAN

Sumedang 1 (020319)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah di Kp. Babakan Cikamuning II RW 04 Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan

 

Sumedang 2 (020319)

Gambar 2. Peta Geologi Kp. Babakan Cikamuning II RW 04 Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan

 

Sumedang 3 (020319)

Gambar 3. Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

 

TABEL WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN SUMEDANG, PROVINSI JAWA BARAT

 BULAN FEBRUARI 2020

Sumedang 4 (020319)

Keterangan :

Sumedang 5 (020319)

 

Sumedang 6 (020319)

Gambar 4. Peta Situasi Gerakan Tanah dari Drone di Kp. Babakan Cikamuning II RW 04 Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan

 

Sumedang 7 (020319)

Gambar 5. Peta Situasi Gerakan Tanah Kp. Babakan Cikamuning II RW 04 Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan

 

Sumedang 8 (020319)

Gambar 6. Penampang A – B Gerakan Tanah Kp. Babakan Cikamuning II RW 04 Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan

 

LAMPIRAN FOTO

Sumedang 9 (020319)

Foto 1. Rumah Yang Mengalami Retakan- Retakan.

 

Sumedang 10 (020319)

Foto 2. Retakan di sekitar yang sudah ditutup warga dengan semen

 

Sumedang 11 (020319)

Foto 3. Kondisi permukiman pada area terdampak

 

Sumedang 12 (020319)

Foto 4. Kondisi permukiman pada area terdampak

 

Sumedang 13 (020319)

Foto 5. Saluran drainase dan kolam ikan yang tidak kedap air

 

Sumedang 14 (020319)

Foto 5. Tataguna Lahan didominasi lahan basah berupa persawahan dengan permukiman terancam ditengah lereng

 

Sumedang 15 (020319)

Foto 6. Retakan pada jalan desa dan persawahan

 

Sumedang 16 (020319)

Foto 7. Kelerengan yang terjal dan kondisi rumah yang terancam

 

Sumedang 17 (020319)

Foto 7. Kelerengan yang terjal dan kondisi rumah yang terancam