Ancaman Gerakan Tanah/longsor Tanggal 11 Februari 2020 Di Toll Purbaleunyi Km 118, Ngamprah, Bandung Barat

Lokasi, Situasi dan Faktor Penyebab

Gerakan tanah terjadi di Kampung Hegarmanah Rt 4 Rw 4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Gerakan tanah terjadi di lereng badan jalan Tol Cipularang Km. 118+600B pada koordinat 06° 50' 2" LS - 107° 29' 38" BT pada ketinggian 755 mdpl. Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa, 11 Februari 2020 sekitar pukul 21.00 WIB.

Gerakan tanah bertipe longsoran yang berkembang menjadi aliran bahan rombakan dan aliran tanah. Gerakan tanah ini terjadi pada perbukitan dengan kemiringan lereng 22-25° dan arah gerak longsoran N186°E. Dimensi Longsoran memiliki lebar gawir mahkota 43,73 m, Panjang landaan longsoran 312 m, dengan sudut gawir sekitar 65°. Total luas area terdampak 16. 030 m2. Material longsor berupa lumpur dan tanah yang mengakibatkan 2 rumah rusak, 3 ha sawah rusak, Penduduk di bagian bawah terdiri 80 KK dan badan jalan tol km 118+600B terancam.

Secara umum gerakan tanah disebabkan faktor-faktor sebagai berikut:

  • Tanah pelapukan yang tebal dan memiliki porositas dan permeabilitas tinggi;
  • Kemiringan lereng yang curam (>20°);
  • Sistem drainase yang tidak berfungsi (tersumbat);
  • Tata guna lahan yang berupa lahan basah (persawahan);
  • Genangan air yang berada di utara (luas 4.079m2) yang mengakibatkan munculnya mata air/rembesan baru di badan jalan tol sebelah selatan menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah;

 

Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah

Kondisi daerah longsoran yang dulunya merupakan daerah aliran sungai dimana masih terlihat adanya morfologi cekungan dari Digital Elevation Model (DEM). Secara khusus mekanisme terjadinya gerakan tanah karena kelerengan yang curam dan banyak tekuk lereng yang merupakan jalur air, tanah pelapukan yang tebal, batuan vulkanik yang poros air, tataguna lahan berupa sawah dibagian atas dan kemiringan lereng yang curam. Kejadian longsor 2019 dibagian utara jalan tol menyebabkan saluran tersumbat sehingga menimbulkan terjadinya genangan air. Rembesan dari genangan air ini yang mengakibatkan meningkatnya muka air tanah dan tekanan pori sehingga tahanan lereng menjadi lemah. Hal ini membuat kondisi tanah dan batuan menjadi jenuh air yang menyebabkan bobot masanya bertambah dan kuat gesernya menurun, tanah tidak stabil dan mudah bergerak. Kondisi tanah yang jenuh air memperlihatkan mekanisme pergerakan tanah mulai bergerak pada bagian bawah yang kemudian menarik lereng bagian atasnya (lereng selatan badan jalan tol).

Ngamprah 1 (170220)

Gambaran situasi gerakan tanah di Kp. Hegarmanah, Ngamprah, KBB

Kesimpulan dan Rekomendasi Teknis 

Kesimpulan: 

  • Gerakan tanah yang terjadi bertipe longsoran aliran tanah
  • Daerah ini masih berpotensi untuk bergerak baik longsoran tipe cepat maupun longsoran tipe lambat berupa rayapan (nendatan, retakan, dan amblasan) jika tidak ada mitigasi baik non struktural maupun struktural.

Rekomendasi:

Mengingat kondisi curah hujan yang masih tinggi dan masih adanya potensi gerakan tanah di lokasi tersebut, untuk menghindari terjadinya longsor susulan yang lebih besar dan jatuhnya korban jiwa direkomendasikan sebagai berikut:

  • Mengeringkan genangan air baik di utara dan selatan jalan tol;
  • Membersihkan dan memperbaiki saluran drainase yang tersumbat serta melakukan evaluasi gorong-gorong yang masih berada diatas lembah;
  • Selama dilakukan penanganan mitigasi struktural penahan lereng perlu dilakukan pembatasan beban kendaraan di jalan tol;
  • Perbaikan dan pembuatan sistem drainase yang kedap air yang mengikuti alur air pada area pesawahan yang berada di hulu (utara) hingga bagian permukiman di hilir (selatan);
  • Perlu dilakukan penyelidikan geologi teknik/geoteknik untuk proteksi lereng dengan rekayasa vegetasi atau rekayasa engineering yang bisa berupa sheetpile atau borepile;
  • Melakukan pemantauan deformasi sebagai upaya mitigasi dini terhadap tubuh jalan tol;
  • Melakukan pemantauan terhadap retakan, rembesan air, mata air baru, mata air lama menjadi keruh, pohon/tiang yang miring, lereng yang menggembung, runtuhan batu kecil dan gejala-gejala awal terjadinya pergerakan tanah;
  • Sosialisasi terhadap masyarakat dan pengguna jalan dalam rangka peningkatan kewaspadaan dan kapasitas masyarakat;
  • Evaluasi penataan ruang sangat perlu dilakukan dan memperhatikan aspek bencana.
  • Koordinasi dan himbauan untuk mengikuti arahan instansi terkait.
  • Masyarakat dan instansi terkait dapat memperoleh Peta Kerentanan Gerakan Tanah dan dapat diunduh melalui alamat website Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Badan Geologi www.vsi.esdm.go.id. Badan Geologi juga menyediakan pelayanan terkait kajian gerakan tanah dan rekomendasi teknisnya dengan menghubungi no.telp. 022-7271402 / 7272606, Fax: 022 7202761, email:  This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Ngamprah 2 (170220)

Kondisi Gerakan Tanah dari Aerial Survey (Drone)

 

Ngamprah 3 (170220)

Kondisi Gerakan Tanah di Kp. Hegarmanah, Ngamprah, KBB

 

Ngamprah 4 (170220)

Rekomendasi awal sudah disampaikan di Bupati dan Jasa Marga pada rapat koordinasi di Kantor Bupati Bandung Barat tgl 13 Februari 2020