Laporan Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Kertasari, Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat

Laporan hasil pemeriksaan lapangan Bencana Gerakan Tanah di Kampung Pasirangin Ciakar RT.02 RW.04, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan surat BPBD Kabupaten Bandung dengan nomor surat 364/19020/BPBD tanggal 30 Desember 2019 perihal Permohonan Penelitian dan Rekomendasi. Hasil pemeriksaan adalah  sebagai berikut :

 Kp. Pasirangin Ciakar RT.02 RW.04, Desa Cihawuk

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di Kp. Pasirangin Ciakar RT.02 RW.04, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, secara geografis terletak pada koordinat: 107° 41’ 47” BT  - 07° 11’ 30” LS pada ketinggian 1527,8 m.  Pergerakan tanah berupa munculnya retakan-retakan yang terjadi pada oktober – November 2019.

 

2. Jenis Gerakan Tanah

Jenis gerakan tanah di Kp. Pasirangin Ciakar RT.02 RW.04, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, berupa nendatan/rayapan yang terdiri dari retakan pada kebun dan pemukiman warga. Informasi BPBD, retakan terjadi pada rumah warga dengan lebar 10-15 cm dengan kedalaman 3-5 meter. Berdasarkan pengamatan lapangan masih dapat dilihat retakan pada rumah dan halaman (sudah ditutup oleh warga) dengan arah retakan N60°E dan N110°E dengan prakiraan arah potensi longsoran ke timurlaut kearah lereng yang terjal.

 

3. Dampak Gerakan Tanah :

Dampak gerakan tanah di daerah bencana menyebabkan:

  • 1 rumah rusak ringan
  • 3 rumah terancam

 

4. Kondisi daerah bencana :

  • Morfologi, Morfologi daerah Kp. Pasirangin Ciakar RT.02 RW.04, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari secara umum berupa perbukitan bergelombang sedang hingga tinggi dengan kemiringan antara landai - terjal (kemiringan 5°- 35°) dengan elevasi 1400-1600mdpl. Lokasi rumah terancam pada punggungan lereng.
  • Geologi, Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi bencana, daerah bencana tersusun lapukan batuan vulkanik dengan ketebalan 1-5 m, dengan tanah pelapukan berupa pasir lempungan berwarna coklat tua. Berdasarkan peta Geologi Lembar Garut Pameungpeuk, Jawa Barat (M. Alzwar, dkk, 1992), daerah penyelidikan termasuk kedalam Batuan Gunungapi Guntur – Pangkalan dan Kendang berupa rempah lepas dan lava bersusun andesit basalan, bersumber dari komplek gunungapi tua G. Guntur – G. Pangkalan dan G. Kendang.
  • Tata Guna Lahan, Tata guna lahan pada daerah bencana berupa perkebunan umumnya sayur mayur dan tomat serta pemukiman pada bagian atas, perkebunan pada bagian tengah dan bagian bawah.
  • Keairan, Kondisi keairan di lokasi gerakan tanah berasal dari sumber air di bagian atas yang disalurkan melalui pipa dan sumur gali pada rumah penduduk. Drainase tidak ada, sehingga air permukaan dan air hujan tidak terkendali dengan baik.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Desember 2019 di Kabupaten Bandung (Badan Geologi), daerah bencana terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah menengah-tinggi, artinya di daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan longsoran lama dapat aktif kembali.

  

5. Faktor penyebab gerakan tanah:

Secara umum, faktor penyebab gerakan tanah pada lokasi tersebut adalah:

  • Kondisi geologi berupa lapukan batuan vulkanik tuffan berwarna kecoklatan memungkinkan terjadi gerakan tanah tipe rayapan.
  • Tanah pelapukan dari batuan vulkanik tebal dan mudah menyerap air, batuan dasarnya berupa batuan breksi yang dapat bertindak sebagai bidang gelincir gerakan tanah
  • Pemukiman yang terancam berada sangat dekat dengan lereng yang terjal sehingga memungkinkan pergerakan tanah karena beban tanah yang meningkat.
  • Sistem saluran drainase baik dari air permukaan maupun dari rumah tangga yang kurang baik sehingga air terakumulasi dan menambah beban tanah, serta air yang liar dapat masuk kedalam retakan dan menambah kecepatan pergerakan
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama yang turun sebelum gerakan tanah terjadi memicu terjadinya gerakan tanah.

 

6. MekanismeTerjadinya Gerakan Tanah:

Kelerengan yang terjal, kondisi geologi batuan vulkanik yang sudah lapuk dapat menjadi bidang gelincir pada lokasi tersebut menyebabkan daerah tersebut rentan longsor. Posisi rumah yang sangat dekat dengan lereng berpotensi terdampak pergerakan tanah serta rumah tersebut dapat menjadi beban lereng. Curah hujan yang tinggi serta sistem keairan yang kurang baik menyebabkan air hujan masuk ke dalam tanah melalui ruang antar butir tanah sehingga tanah menjadi jenuh air dan menyebabkan bobot masanya bertambah dan tanah menjadi  tidak stabil (mudah bergerak) dan menimbulkan retakan-retakan.

 

7. Rekomendasi Teknis 

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan sebagai berikut :

  • Tidak mendirikan bangunan pada lereng atas atau pada daerah yang dekat dengan tebing, lembah atau alur sungai yang berpotensi mengalami gerakan tanah
  • Tidak melakukan pemotongan lereng terutama pada area yang sudah curam,
  • Rumah dan bangunan agar berjarak aman dari tebing dan tidak menambah beban terhadap lereng
  • Kontruksi bangunan/rumah yang cocok untuk daerah ini adalah kontruksi sederhana/panggung/semipermanen agar mengurangi beban pada lereng,
  • Diperlukan pengendalian air permukaan (surface water drainage) dengan cara perencanaan tata saluran permukaan, pengendalian air rembesan (ground water drainage) serta pengaliran parit pencegat yang diarahkan langsung ke sungai utama.
  • Penataan dan pembenahan saluran keairan permukaan pada kebun, ladang dan persawahan sehingga aliran air tidak tertahan
  • Memelihara dan menanam tanaman keras berakar kuat dan dalam.
  • Pemilik rumah sebaiknya LEBIH meningkatkan kewaspadaan akan potensi pergerakan tanah kembali dan masyarakat yang berada di sekitar retakan melakukan pemantauan retakan dan jika retakan bertambah luas segera melaporkan ke aparat desa setempat atau ke BPBD untuk dilakukan kegiatan pencegahan.
  • Meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan retakan, kemunculan mataair, longsoran batu (berdimensi kecil) dan amblesan tanah.
  • Koordinasi dan sosialisasi perlu dilakukan kepada masyarakat berkaitan dengan pengenalan tanda-tanda awal pergerakan tanah dan dihimbau agar selalu mengikuti arahan pemerintah atau BPBD setempat.

 

LAMPIRAN

Ciakar 1 (070220)

Gambar 1. Peta Lokasi Gerakan Tanah di Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat

 

Ciakar 2 (070220)

Gambar 2. Peta Geologi Kec. Kertasari dan sekitarnya, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat

 

Ciakar 3 (070220)

Gambar 3. Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah Pada Bulan Desember 2019, Kecamatan Kertasari dan sekitarnya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI PROVINSI JAWA BARAT BULAN DESEMBER 2019

Ciakar 4 (070220)

Keterangan:

Ciakar 5 (070220)

 

Ciakar 6 (070220)

Gambar 4. Peta Situasi Gerakan Tanah dari Drone di Kp. Pasirangin Ciakar, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari dan sekitarnya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

 

Ciakar 7 (070220)

Gambar 5. Peta Situasi Gerakan Tanah Kp. Pasirangin Ciakar, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari dan sekitarnya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

 

Ciakar 8 (070220)

Gambar 6. Penampang A – B Gerakan Tanah Kp. Pasirangin Ciakar, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari dan sekitarnya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

 

LAMPIRAN FOTO

Ciakar 9 (070220)

Foto 1. Koordinasi dan Penjelasa dengan BPBD Kab. Bandung dan Kepala Desa Cihawuk

 

Ciakar 10 (070220)

Foto 2. Retakan di rumah Bu Lilis di Kp. Pasirangin Ciakar RT.02 RW.04, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat

 

Ciakar 11 (070220)

Foto 3. Retakan di halaman dan kebun warga di Kp. Pasirangin Ciakar RT.02 RW.04, Desa Cihawuk

 

Ciakar 12 (070220)

Foto 4. Rumah yang terdampak dan terancam di Kp. Pasirangin Ciakar RT.02 RW.04, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat

 

Ciakar 13 (070220)

Foto 5. Tataguna Lahan didominasi kebun sayur mayur di Kp. Pasirangin Ciakar RT.02 RW.04, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat

 

Ciakar 14 (070220)

Foto 6. Kelerengan yang terjal dan kondisi rumah yang terancam di Kp. Pasirangin Ciakar RT.02 RW.04, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat

 

Ciakar 15 (070220)

Foto 7. Tim pemeriksaan Gerakan tanah Bersama BPBD Kab. Bandung dan Aparatur Desa Cihawuk.