Tanggapan Bencana Banjir Bandang Di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat

Tanggapan bencana banjir bandang di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sungaipagu, Kecamatan Sangir Batanghari, dan Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat berdasarkan informasi dari :

 

1. Lokasi dan Waktu Kejadian :

Gerakan tanah terjadi di sepanjang bantaran sungai di 4 (empat) kecamatan, yaitu Kec. Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kec. Sungaipagu, Kec. Sangir Batanghari, dan Kec. Pauh Duo, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat (Gambar 1). Gerakan tanah terjadi pada hari Jumat, 13 Desember 2019 sekitar pukul 05.00 WIB.

 

2. Jenis Bencana

Bencana yang terjadi berupa banjir luapan pada sungai-sungai di Kabupaten Solok Selatan yang menjadi bagian dari DAS hulu Sungai Batanghari.

 

3. Dampak gerakan tanah :
  • 1 orang meninggal
  • 815 KK terdampak
  • 469 orang mengungsi
  • 831 rumah terendam
  • 9 rumah rusak berat
  • 3 jembatan rusak berat

  

4. Kondisi daerah bencana :
  • Geologi, Berdasarkan Peta Geologi Lembar Painan dan Bagian Timurlaut Lembar Muara Siberut, Sumatera (Rosidi drr., 1996), lokasi bencana tersusun dari batuan-batuan gunungapi dan batuan terobosan (intrusi), dengan batuan alas berupa batuan metamorf. Di sekitar bantaran sungai ditutupi oleh endapan Aluvium yang membentuk morfologi datar. Batuan gunungapi terbagi menjadi endapan muda yang berumur Kuarter dan endapan tua yang berumur Tersier. Keduanya terdiri dari breksi, tuf dan lava, sedangkan batuan terobosan terdiri dari granit dan granodiorit yang berumur Tersier dan Kapur. Batuan metamorf sebagai batuan alas berasal dari Formasi Barisan yang terdiri dari filit, batusabak, pualam, batugamping dan hornfels. Kecamatan KPGD, Sungaipagu dan Pauh Duo dilewati oleh Zona Sesar Besar Sumatera yang berjenis sesar mendatar. Di sekitar perbukitannya banyak terdapat kelurusan dan sesar minor yang saling berpotongan.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah pada Bulan Desember 2019 di Provinsi Sumatera Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) (Gambar 3), lokasi bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah-Tinggi. Artinya, daerah ini mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah apabila dipicu oleh curah hujan yang tinggi/di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
  • Potensi Aliran Bahan Rombakan (banjir dan material longsor), Daerah Pakan Rabaa merupakan daerah yang sering dilanda aliran bahan rombakan (2012, 2017, 2019). Mengingat daerah ini sering terlanda aliran bahan rombakan, sebaiknya perlu dilakukan penataan pemukiman yang berada di sempadan sungai. Selain daerah Pakan Rabaa, daerah lainnya seperti Pasampan, Sungai Kalung, Sungai Manau, Kampung Sampan, Bendan, Sungai Talu dan Lolo merupakan daerah yang rawan terhadap potensi aliran bahan rombakan.

 

5. Faktor penyebab terjadinya banjir diperkirakan karena :

  • Curah hujan yang tinggi di sekitar DAS hulu Sungai Batanghari.
  • Morfologi daerah bencana yang berupa dataran dan cekungan yang menjadi muara dari sungai-sungai di perbukitan, sehingga sungai di daerah bencana cepat meluap namun alirannya lambat.
  • Posisi permukiman yang berada terlalu dekat dengan bantaran sungai.

 

6. Rekomendasi:
  • Agar menjauhi bantaran sungai terutama saat hujan deras di daerah perbukitan karena berpotensi menjadi alur banjir bandang,
  • Permukiman yang berada di bantaran sungai agar direlokasi ke tempat yang lebih tinggi.
  • Segera memperbaiki jembatan dengan memperhitungkan tinggi air sungai saat meluap agar akses jalan kembali pulih.
  • Melestarikan pepohonan di sekitar bantaran sungai untuk mengurangi laju erosi sungai dan menjadi buffer saat terjadi banjir bandang maupun banjir luapan.
  • Menghindari penebangan hutan secara berlebihan terutama di perbukitan agar air hujan dapat tersaring dan meresap ke dalam tanah sehingga tidak cepat masuk ke sungai.
  • Memasang alat pemantau debit sungai agar masyarakat mendapat peringatan sebelum terjadi banjir.
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat dalam penanganan banjir atau tanah longsor.

 

LAMPIRAN

Solok 1 (201219)

Gambar 1. Peta Lokasi Banjir Bandang di Kec. Koto Parik Gadang Diateh, Kec. Sungaipagu, Kec. Pauh Duo dan Kec. Sangir Batanghari, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat

 

Solok 2 (201219)

Gambar 2. Peta Geologi Lokasi Bencana dan sekitarnya, Kab. Solok Selatan, Sumatera Barat

 

Solok 3 (201219)

Solok 4 (201219)

Gambar 3. Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah Bulan Desember 2019 di Provinsi Sumatera Barat

 

TABEL WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

PROVINSI SUMATERA BARAT BULAN DESEMBER 2019

Solok 5 (201219)

Keterangan :

Solok 6 (201219)