Laporan Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan lapangan Tim Paska Bencana Gerakan Tanah di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan surat permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor dengan nomor 360/1543-BPBD tanggal 22 November 2019, sebagai berikut:

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Lokasi gerakan tanah berada di Kp. Rawasari RT 02/06, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Secara geografis berada pada 106° 43' 05.26" BT dan 6° 37' 51.73" LS. Kejadian gerakan tanah terakhir tanggal 19 November 2019 diperkirakan dini hari. Retakan di lokasi bencana sudah mulai terjadi sejak tahun 2018.

 

2. Dampak Gerakan Tanah :

Dampak gerakan tanah berupa 5 unit pemukiman retak dan terancam.

 

3. Kondisi daerah bencana :
  • Morfologi : Secara umum morfologi di Kp. Rawasari RT 02/06, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor dan sekitarnya berupa perbukitan sedang. Ketinggian lokasi bencana berada pada 453 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan lereng 350.Gerakan tanah terjadi di pemukiman pada lembah.
  • Geologi : Berdasarkan Peta Geologi Lembar Bogor, Jawa (Effendi dkk, 1998) batuan penyusun daerah bencana gerakan tanah baik di Kp. Rawa Sari merupakan endapan produk Gunungapi Salak (Qvsb) berupa lahar, breksi tufan dan lapili bersusunan andesit basal dan umumnya lapuk sekali. Berdasarkan pengamatan lapangan, batuan dasar di sekitar lokasi Kp. Rawasari, Desa Purwasari berupa batuan breksi vulkanik yang telah lapuk dengan ketebalan tanah lapukan di atasnya 2-3 m.
  • Tataguna Lahan : Tataguna lahan pada lereng atas dan tengah berupa permukiman yang dibangun pada lereng terjal selain itu diselingi pula oleh pepohonan yang didominasi pohon bamboo. Pada lereng bagian bawah dimanfaatkan penduduk  untuk permukiman dan pesawahan.
  • Keairan : Di Kp. Rawasari, Desa Purwasari, tidak terdapat sumur permukaan, tetapi penduduk umumnya memanfaatkan air yang disalurkan dari mata air dari pegunungan melalui pipa yang berjarak ±1,5 km sebelah Timur dari lokasi bencana.
  • Kerentanan Gerakan Tanah : Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Bogor bulan November 2019 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana gerakan tanah di Kp. Rawasari terletak pada zona kerentanan menengah, artinya daerah yang mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terkena gerakan tanah. Umumnya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah tertutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali akibat curah hujan yang tinggi dan erosi kuat.

 

4. Kondisi Gerakan Tanah :

Jenis gerakan tanah yang terjadi di lokasi bencana ini awalnya tipe lambat dicirikan dengan adanya retakan sebelumnya yang berkembang menjadi longsoran. Longsoran terjadi di dinding/tembok penahan tebing rumah yang retak yang baru dibangun 3 bulan sebelum kejadian longsor. Arah retakan relatif Utara-Selatan, arah longsoran N 2920 E dengan lebar mahkota ± 20 meter, panjang limpasan material menuju lembah di bagian Barat ± 18 meter.

 

5. Faktor penyebab gerakan tanah:

Secara umum, faktor penyebab gerakan tanah pada lokasi tersebut adalah:

  • Pemotongan lereng yang digunakan untuk pemukiman;
  • Kemiringan lereng yang cukup curam (350) terutama pada tebing Barat;
    • Sifat material berupa tanah pelapukan yang tebal dan sarang serta mudah luruh jika terkena air;
    • Buruknya sistem drainase mengakibatkan banyaknya air permukaan (air hujan) yang meresap ke dalam tanah melalui pori tanah dan retakan akan meningkatkan beban pada lereng, sehingga membuat lereng menjadi tidak stabil;
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama dapat memicu terjadinya gerakan tanah.
  • Pembuatan talud/dinding penahan tebing yang tidak berjenjang.

  

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah:

Gerakan tanah pada lokasi ini terjadi pada lokasi yang disusun oleh batuan yang lapuk dan material rombakan bersifat sarang, yang mudah menyerap air. Air permukaan yang mengalir pada saluran yang tidak kedap mengakibatkan tanah pelapukan di bagian bawah jenuh air dan mudah luruh. Curah hujan yang tinggi dan aliran air permukaan meresap dan membuat tanah pelapukan menjadi jenuh air. Demikian juga dengan retakan yang merupakan media masuknya air permukaan, terutama air hujan kedalam retakan dapat memicu pergerakan tanah. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan air pori dan berkurangnya daya ikat tanah. Lereng bukit yang agak terjal hingga sedang dan tidak adanya penahan lereng, menyebabkan tanah bagian atas (tanah pelapukan) bergerak dengan perlahan namun berkelanjutan.

 

7. Kesimpulan dan Rekomendasi Teknis

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dapat disimpulkan bahwa:

  • Daerah bencana di Kampung Rawasari RT 02/06, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor pada saat ini masih berpotensi terjadi pergerakan tanah susulan berupa longsoran.

Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan mengingat curah hujan yang masih tinggi dan masih adanya potensi gerakan tanah longsoran di Kp. Rawasari, Desa Purwasari, disarankan sebagai berikut:

  • Pemukiman terancam yang berjumlah 5 (lima) unit perlu dipindahkan (relokasi) ke tempat yang lebih aman;
  • Hindari mendirikan bangunan pada lereng yeng terjal terutama yang jaraknya berdekatan dengan lokasi bencana tersebut. Jikapun terpaksa membangun di tempat tersebut harus dengan tiang pancang yang menembus sampai ke batuan dasar dan mengikuti kaidah teknik sipil yang sesuai serta menjauh dari sisi tebing;
  • Untuk pembangunan dinding penahan tebing ke depan, perlu dibuat berjenjang untuk menambah kekuatan;
  • Membuat saluran pengering dengan pipa agar tanah tidak jenuh air;
  • Agar dipasang fondasi bronjong/tembok penahan/turap pada bagian tebing tanah yang terbuka, disarankan menembus batuan dasar/keras dan dilengkapi dengan parit atau selokan kedap air untuk membuang air permukaan;
  • Penataan drainage dengan mengarahkan aliran air (air hujan atau air limbah), langsung dari lereng bukit atas ke lereng bawah/lembah dengan konstruksi/bahan yang kedap air;
  • Jika ada retakan agar segera ditutup menggunakan tanah lempung/liat dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam area retakan. Hal ini untuk mencegah masuknya air melalui retakan tersebut dan mencegah terjadinya longsoran tipe cepat;
  • Penataan tata guna lahan basah seperti kolam dengan dibuat bahan yang kedap air;
  • Selalu meningkatkan kesiapsiagaan bagi penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar lereng terjal yang berpotensi terjadinya gerakan tanah terutama pada saat dan setelah turun hujan. Apabila terjadi hujan dengan durasi yang lama, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
  • Selalu memantau perkembangan nendatan yang ada dan jika terjadi perkembangan yang cepat terutama di atas dan di lereng tebing, segera menjauh dari lokasi gerakan tanah dan melaporkannya kepada instansi yang berwenang untuk menyampaikan peringatan kepada penduduk yang beraktivitas di sekitar bencana.

 

LAMPIRAN

Dramaga 1 (191219)

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di  Kampung Rawasari RT 02/06, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor

 

Dramaga 2 (191219)

Gambar 2. Peta geologi pada lokasi gerakan tanah di Kp. Rawasari, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

 

Dramaga 3 (191219)

Gambar 3. Peta situasi gerakan tanah di Kp. Rawasari, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

 

Dramaga 4 (191219)

Gambar 4. Penampang A-B gerakan tanah di Kp. Rawasari, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

 

Dramaga 5 (191219)

Gambar 5. Peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada bulan November 2019, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI PROVINSI JAWA BARAT BULAN NOVEMBER 2019

Dramaga 6 (191219)

Keterangan :

Dramaga 7 (191219)

 

Dramaga 8 (191219)

Foto 1. Tanah lapukan di Kp. Rawasari, Desa Rawasari dengan ketebalan 2-3 m

 

Dramaga 9 (191219)

Foto 2. Tata guna lahan berupa kebun campuran di bagian atas (Timur) dari lokasi bencana di Kp.Rawasari, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga

 

Dramaga 10 (191219)

Foto 3. Longsoran yang terjadi tepat di bagian belakang salah satu pemukiman yang terdampak di Kampung Rawasari, Desa Rawasari berada pada lereng agak curam

 

Dramaga 11 (191219)

Foto 4. Retakan di bagian dinding salah satu rumah terdampak gerakan tanah di Kp. Rawasari, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga