Laporan Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Laporan hasil pemeriksaan lapangan Tim Paska Bencana Gerakan Tanah di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan surat permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor dengan nomor 360/1543-BPBD tanggal 22 November 2019, sebagai berikut:

 

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:
  1. Lokasi gerakan tanah di desa ini berada di Kampung Cisalada, yang secara administratif termasuk ke dalam Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Secara geografis lokasi bencana berada pada 106° 38’ 25.83" BT dan 6° 42' 38.40" LS
  2. Kampung Cikuda Mulya, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Secara geografis lokasi bencana berada pada 106° 38' 34.45" BT dan 6° 42' 02.97" LS.

Kejadian gerakan tanah di Kp. Cisalada awal tahun 2017 berupa retakan dimensi kecil. Pertengahan bulan November 2019 terjadi longsoran jam 18.30 WIB dengan diawali curah hujan intensitas tinggi dengan durasi ±3 jam. Sedangkan di Kp. Cikuda Mulya, kejadian gerakan tanah dimensi kecil pada bulan Maret 2018, sekitar 15 meter di sebelah Barat dan pertengahan November 2019 ada retakan di salah satu rumah warga.

 

2. Dampak Gerakan Tanah :
  1. Kp. Cisalada, Desa Purwabakti berupa 7 unit rumah warga rusak sedang
  2. Kp. Cikuda Mulya, Desa Purwabakti berupa 1 unit rumah warga retak.

 

3. Kondisi daerah bencana :
  • Morfologi : Secara umum morfologi lokasi bencana di Kp. Cisalada dan Kp. Cikuda Mulya, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan berupa perbukitan terjal dengan kemiringan lereng 500. Di sebelah Utara Kp. Cisalada terdapat aliran Sungai Cimanggu. Ketinggian lokasi bencana Kp. Cisalada 731 meter di atas permukaan laut dan Kp. Cikuda Mulya 652 meter di atas permukaan laut.
  • Geologi : Berdasarkan Peta Geologi Lembar Bogor, Jawa (Effendi dkk, 1998) batuan penyusun daerah bencana gerakan tanah di Desa Purwabakti merupakan endapan Lava Gunung Endut-Prabakti (Qvep), yang terdiri atas andesit hornblenda, mengandung oligoklas andesin, hipersten dan hornblenda. Sedangkan di Kp. Cikuda Mulya batuan penyusun merupakan tuf batuapung pasiran (Qvst) yang merupakan bagian dari batuan gunungapi Salak. Berdasarkan pengamatan lapangan tanah lapukan tersingkap di Kp. Cisalada berwarna coklat kemerahan dengan ketebalan bervariasi 3-4 meter. Sedangkan di Kp. Cikuda Mulya, tuf berwarna coklat dengan sisipan batuapung diendapkan di bawah tanah lapukan berwarna coklat kemerahan.
  • Tataguna Lahan : Pada lereng atas dan tengah berupa pemukiman yang dibangun pada lereng terjal selain itu diselingi dengan ladang. Pada lereng bagian bawah dan pedataran dimanfaatkan penduduk untuk pemukiman dan pesawahan.
  • Keairan : Penduduk umumnya memanfaatkan mata air berasal dari pegunungan yang disalurkan melalui pipa dengan jarak ±1,5 km sebelah Selatan. Tidak ada sumur permukaan, tetapi di bagian Selatan terdapat sungai Cimanggu.
  • Kerentanan Gerakan Tanah : Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah di Kabupaten Bogor (Badan Geologi) dan Peta Prakiraan Potensi Gerakan Tanah bulan November 2019, daerah bencana gerakan tanah di Desa Purwabakti terletak pada zona kerentanan gerakan tanah menengah, artinya daerah yang mempunyai tingkat kerentanan menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

 

4. Kondisi Gerakan Tanah :

Jenis gerakan tanah yang terjadi di Kp. Cisalada ini berupa tipe lambat yang berkembang menjadi tipe longsoran. Arah retakan relatif Utara-Selatan dengan lebar retakan 2-5 cm, sedangkan arah longsoran N 680 E. Lebar mahkota ±10 meter yang merupakan teras dari 2 rumah terdampak. Panjang limpasan material longsoran ±15 meter mengarah ke lembah (Timur Laut) yang terdapat pemukiman. Sedangkan di Kp. Cikuda Mulya, hanya retakan kecil relatif berarah Utara-Selatan di dinding rumah dan dapur dengan lebar retakan 2-5 cm.

 

5. Faktor penyebab gerakan tanah:

Secara umum, faktor penyebab gerakan tanah pada lokasi tersebut adalah:

  • Pemotongan lereng yang digunakan untuk pemukiman;
  • Kemiringan lereng yang cukup curam (500 di Kp. Cisalada dan 420 di Kp. Cikuda Mulya) terutama pada tebing Barat (Kp. Cisalada) dan tebing Timur (Kp. Cikuda Mulya);
    • Sifat material berupa tanah pelapukan yang tebal dan sarang serta mudah luruh jika terkena air;
    • Buruknya sistem drainase mengakibatkan banyaknya air permukaan (air hujan) yang meresap ke dalam tanah melalui pori tanah dan retakan akan meningkatkan beban pada lereng, sehingga membuat lereng menjadi tidak stabil;
  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama dapat memicu terjadinya gerakan tanah.

 

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah:

Gerakan tanah pada lokasi ini terjadi pada lokasi yang disusun oleh batuan yang lapuk dan material rombakan bersifat sarang, yang mudah menyerap air. Air permukaan yang mengalir pada saluran yang tidak kedap mengakibatkan tanah pelapukan di bagian bawah jenuh air dan mudah luruh. Curah hujan yang tinggi dan aliran air permukaan meresap dan membuat tanah pelapukan menjadi jenuh air. Demikian juga dengan retakan yang merupakan media masuknya air permukaan, terutama air hujan kedalam retakan dapat memicu pergerakan tanah. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan air pori dan berkurangnya daya ikat tanah. Lereng bukit yang agak terjal hingga sedang dan tidak adanya penahan lereng, menyebabkan tanah bagian atas (tanah pelapukan) bergerak dengan perlahan namun berkelanjutan.

 

7. Kesimpulan dan Rekomendasi Teknis

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dapat disimpulkan bahwa:

  • Daerah bencana di Kp. Cisalada RT 01/06 dan Kp. Cikuda Mulya RT 02/05, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada saat ini masih berpotensi terjadi pergerakan tanah susulan berupa longsoran.

Rekomendasi Teknis

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan mengingat curah hujan yang masih tinggi dan masih adanya potensi gerakan tanah longsoran di Kp. Rawasari, Desa Purwasari, disarankan sebagai berikut:

  • Pemukiman di Kp. Cisalada yang terdampak yang berjumlah 2 (dua) unit perlu dipindahkan (relokasi) ke tempat yang lebih aman;
  • Hindari mendirikan bangunan pada lereng yeng terjal terutama yang jaraknya berdekatan dengan lokasi bencana tersebut. Jikapun terpaksa membangun di tempat tersebut harus dengan tiang pancang yang menembus sampai ke batuan dasar dan mengikuti kaidah teknik sipil yang sesuai serta menjauh dari sisi tebing;
  • Agar dipasang fondasi bronjong/tembok penahan/turap pada bagian tebing tanah yang terbuka, disarankan menembus batuan dasar/keras dan dilengkapi dengan parit atau selokan kedap air untuk membuang air permukaan;
  • Penataan drainage dengan mengarahkan aliran air (air hujan atau air limbah rumah tangga), langsung dari lereng bukit atas ke lereng bawah/lembah dengan konstruksi/bahan yang kedap air;
  • Jika ada retakan agar segera ditutup menggunakan tanah lempung/liat dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam retakan. Hal ini untuk mencegah mencegah terjadinya longsoran tipe cepat;
  • Penataan lahan basah seperti kolam dibuat dengan bahan yang kedap air;
  • Selalu meningkatkan kesiapsiagaan bagi penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar lereng terjal yang berpotensi terjadinya gerakan tanah terutama pada saat dan setelah turun hujan. Apabila terjadi hujan dengan durasi yang lama, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
  • Selalu memantau perkembangan nendatan yang ada dan jika terjadi perkembangan yang cepat terutama di atas dan di lereng tebing, segera menjauh dari lokasi gerakan tanah dan melaporkannya kepada instansi yang berwenang untuk menyampaikan peringatan kepada penduduk yang beraktivitas di sekitar bencana

 

LAMPIRAN

Bogor 1 (191219)

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di  Kp. Cisalada dan Kp. Cikuda Mulya, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor

 

Bogor 2 (191219)

Gambar 2. Peta geologi pada lokasi gerakan tanah di  Kp. Cisalada dan Kp. Cikuda Mulya, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor

 

Bogor 3 (191219)

Gambar 3. Peta situasi gerakan tanah di Kp. Cisalada dan Kp. Cikuda Mulya, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor

 

Bogor 4 (191219)

Gambar 4. Penampang A-B gerakan tanah di Kp. Cisalada dan Kp. Cikuda Mulya, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor

 

Bogor 5 (191219)

Gambar 5. Peta zona prakiraan terjadinya gerakan tanah bulan November 2019 Kabupaten Bogor, Jawa Barat

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH DI KABUPATEN BOGOR

PROVINSI JAWA BARAT

 BULAN NOVEMBER 2019

Bogor 6 (191219)

Keterangan :

Bogor 7 (191219)

 

Bogor 8 (191219)

Foto 1. Tanah lapukan berwarna coklat di Kp. Cisalada (A) dan batuan penyusun di lokasi gerakan tanah berupa tuf batuapung (Qvst) di Kp. Cikuda Mulya, Desa Purwabakti.

 

Bogor 9 (191219)

Foto 3. Morfologi pesawahan di bagian Timur dari lokasi bencana di Kp. Cisalada, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan

 

Bogor 10 (191219)

Foto 3. Salah satu dampak gerakan tanah retaknya dinding dan teras rumah di Kp. Cisalada, Desa Purwabakti

 

Bogor 11 (191219)

Foto 4. Pemukiman yang cukup padat di Kp.Cikuda Mulya yang hanya berjarak sekitar 30 cm dengan tebing

 

Bogor 12 (191219)

Foto 5. Retakan pada dinding bagian luar dan bagian dapur salah satu rumah warga di Kp. Cikuda Mulya, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan

 

Bogor 13 (191219)

Foto 6. Retakan di bagian luar rumah yang sudah ditutup dengan arah relatif