Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat

Tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan pemberitaan media online https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191217182837-20-457815/hujan-deras-guyur-bandung-jalur-ke-ciwidey-tertimbun-longsor dan informasi dari masyarakat, sebagai berikut:


1. Lokasi dan waktu kejadian:

Gerakan tanah terjadi di jalur jalan di Kampung Sungapan, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa, 17 Desember 2019 sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan mengguyur selama hampir 3 jam.

2. Jenis gerakan tanah:

Jenis gerakan tanah berupa longsoran pada tebing yang materialnya menutupi/memutus jalur jalan Bandung-Ciwidey. Namun saat ini jalur jalan tersebut sudah dapat dilalui lagi setelah dilakukan pembersihan material longsoran. Lokasi longsor ini berdekatan dengan lokasi longsor yang pernah terjadi dan menimbun jalan pada tahun 2013 dan akhir tahun 2014 dan berdekatan dengan tempat penggalian pasir.

3. Dampak gerakan tanah:

Jalur jalan Bandung-Ciwidey tertimbun material longsoran dan saat ini sudah dapat dilalui lagi setelah dilakukan pembersihan material longsoran.

4. Kondisi daerah bencana :

  • Secara umum lokasi gerakan tanah merupakan daerah perbukitan. Lokasi bencana berada pada elevasi lebih dari 788 meter diatas permukaan laut. Sebelumnya pada jalur ini pernah tertimbun pada tahun 2013 dan 2015.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Garut dan Pameungpeuk (M. Alzwar dkk, 1992) daerah bencana tersusun oleh batuan dari Formasi Beser yang terdiri dari breksi tufan dan lava, bersusunan andesit sampai basal (Tmb).
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Desember 2019 di Kabupaten Bandung (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi bencana berada pada zona potensi gerakan tanah Menengah - Tinggi. Artinya daerah tersebut mempunyai potensi menengah - tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, tanah timbunan atau jika lereng mengalami gangguan.

5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan:

  • Kemiringan lereng yang terjal mengakibatkan tanah mudah bergerak;
  • Tanah pelapukan yang gembur dan sarang mudah menyerap air;
  • Kondisi geologi daerah tersebut yang rawan longsor
  • Penataan air permukaan yang kurang baik,
  • Curah hujan yang tinggi sebelum dan pada saat terjadinya terjadinya gerakan tanah.

6. Rekomendasi Teknis:

  • Segera dilakukan normalisasi jalan dengan membersihkan material longsoran;
  • Pembuatan perkuatan lereng pada tebing jalan dengan memperhatikan kaidah-kaidah geologi teknik;
  • Dilakukan penataan sistem aliran air permukaan pada saluran pembuangan air pada badan jalan;
  • Peralatan pembersih atau excavator selalu disiapkan pada jalur yang rawan longsor untuk mempercepat pembukaan jalan
  • Mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi, warga yang bermukim di sekitar lokasi longsor serta pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadan terutama ketika curah hujan tinggi;
  • Seluruh aktivitas pembersihan material longsoran dan penanganan longsor agar dilakukan dengan selalu memperhatikan kondisi cuaca, jika turun hujan aktivitas agar dihentikan;
  • Memasang rambu peringatan rawan longsor pada jalur jalan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi pengguna jalan di sekitar lokasi longsor;
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat dalam penanganan gerakan tanah atau tanah longsor.

Soreang-1 

Gambar 1 Peta Petunjuk Lokasi Gerakan Tanah

Soreang-2

Gambar 2 Peta Geologi Lokasi Gerakan Tanah

Soreang-3

Gambar 3 Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Bandung pada Bulan Desember 2019

 

Soreang-4