Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Cibadak, Kab. Sukabumi, Prov. Jawa Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan sebagai berikut:

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi di Kp. Cieurih RT 01/RW 08, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, secara geografis terletak pada koordinat: 106° 44' 21.24" BT, 06° 52' 48.79" LS. Menurut informasi dari masyarakat gerakan tanah terjadi 7 November 2019 dan masih terjadi sampai saat ini. Pada lokasi ini pernah terjadi gerakan tanah pada tahun 1940-an.

 2. Jenis Gerakan Tanah

Jenis gerakan tanah di Kp. Cieurih RT 01/RW 08, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, berupa retakan pada pemukiman penduduk, karena tarikan yang terjadi akibat longsoran pada lereng jalan. Panjang retakan 65m, lebar retakan 10-20 cm dengan arah longsoran N340°E, dengan kedalaman retakan 7 meter.

3. Dampak Gerakan Tanah :

Dampak gerakan tanah di daerah bencana menyebabkan:

  • 11 bangunan rusak dan terancam roboh
  • Kirmir/tembok penahan jalan rusak
  • Jalan rusak

4. Kondisi daerah bencana :
 

Morfologi

Morfologi daerah Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, secara umum berupa perbukitan dengan kemeringan agak curam hingga curam (kemiringan 8°- 35°) dengan elevasi 400-515 mdpl. Daerah bencana di Kp. Cieurih RT 01/RW 08, Desa Sukasirna, merupakan punggungan dengan kemiringan lereng 10°-20°.

Geologi

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi bencana, daerah bencana tersusun oleh breksi dengan tanah pelapukan berupa tuff dengan ketebalan 1-5 meter. Berdasarkan peta Geologi Lembar Bogor (Effendi, dkk, 1998) termasuk kedalam formasi Breksi Gunungapi Tua, berupa breksi bersusunan andesit-basalt, setempat aglomerat, lapuk.

Tata Guna Lahan

Tata guna lahan pada daerah bencana berupa pemukiman pada bagian atas, kebun sawit pada bagian tengah dan bawah.

Keairan

Kondisi keairan di lokasi gerakan tanah, air permukaan berupa air hujan dan pembuangan dari pemukiman nemngalir bebasa di permukaan. Untuk keperluan sehari-hari berasal dari mata air yang alirkan ke rumah penduduk.

Kerentanan Gerakan Tanah

Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan November 2019 di Kabupaten Sukabumi (Badan Geologi), daerah bencana terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah menengah-tinggi, artinya di daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Pada zona ini gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

5. Faktor penyebab gerakan tanah:

Secara umum, faktor penyebab gerakan tanah pada lokasi tersebut adalah:

  • Tanah pelapukan yang mudah menyerap air, batuan dasarnya berupa breksi yang kedap air, sehingga kontak keduanya menjadi bidang lemah dan bertindak sebagai bidang gelincir gerakan tanah
  • Kemiringan lereng yang curam mengakibatkan tanah mudah bergerak
  • Curah hujan yang tinggi yang turun sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah memicu terjadinya gerakan tanah. gerakan tanah.

6. MekanismeTerjadinya Gerakan Tanah:

Kelerengan yang terjal, kondisi geologi breksi yang menjadi bidang gelincir pada lokasi tersebut menyebabkan daerah tersebut rentan longsor. Curah hujan yang tinggi menyebabkan air hujan masuk ke dalam tanah sehingga jenuh air dan menyebabkan bobot masanya bertambah, kuat gesernya menurun, sehingga tanah tidak stabil (mudah bergerak) dan terjadilah retakan-retakan pada tanah. Area tersebut memiliki kemiringan lereng yang curam dan telah muncul retakan-retakan sehingga berpotensi menjadi longsoran jika dipicu curah hujan yang tinggi secara terus menerus.

7. Analisis Bawah Permukaan

Pengukuran geolistrik dilakukan dengan menggunakan 36 elektroda dengan jarak 4 meter antar elektroda, jadi total panjang lintasan yaitu 144 meter terhitung dari elektroda pertama di titik 0 meter. Pengukuran ini menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan tujuan untuk mengukur dan memperkirakan kedalaman dan kandungan air pada perlapisan tanah. Lintasan ini dibuat memotong arah retakan (searah lereng) dengan harapan dapat melihat batasan bidang gelincir. Pengolahan data menggunakan iterasi sebanyak 5 kali dengan error yang dihasilkan sebesar 0,66 yang artinya data yang diperoleh sudah terbilang baik.

Dari data penampang resistivity didapat rentang nilai resistivitas 6,2 – 629 Ωm. Pada kedalaman 0 – 5 meter didapat lapisan dengan nilai resistivitas sebesar 325 – 629 Ωm, diduga lapisan ini berupa tanah pelapukan. Pada kedalaman 5 – 15 meter terdapat lapisan dengan nilai resistivitas 44 – 168 Ωm, diduga lapisan ini sebagai batuan dasar berupa breksi. Batas antara tanah pelapukan dan batuan dasar (breksi) tersebut diduga sebagai bidang gelincir. Pada kedalaman lebih dari 15 meter terdapat lapisan berwarna biru yang lebih jenuh air dengan nilai resistivitas sebesar 6,2 – 12 Ωm. Lapisan tersebut diduga sebagai kandungan air.

Cibadak-1

Penampang resistivity dearah Kp. Cieurih RT 01/RW 08, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi

8. Rekomendasi Teknis

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan daerah tersebut berpotensi terjadi gerakan tanah, sehingga direkomendasikan sebagai berikut :

  • Menutup retakan dengan tanah lempung yang dipadatkan agar air tidak masuk ke area longsoran dan retakan,
  • Mengatur saluran drainase sehingga tidak masuk kedalam rekahan.
  • Tidak melakukan pemotongan lereng secara sembarangan,
  • Pembangunan pemukimam harap memperhatikan jarak aman dari tebing
  • Menjaga fungsi lahan dengan menanami vegetasi berakar dalam dan kuat,
  • Karena gerakan tanah yang terjadi merupakan tipe lambat, maka rumah panggung dengan konstruksi kayu akan lebih aman digunakan dibanding rumah permanen,
  • Untk tebing jalan yang longsor, sebaiknya dilakukan pelandaian lereng dengan cara tersering
  • Lokasi ini masih berpotensi untuk terjadi gerakan tanah susulan, sehingga perlu sosialisasi dan kewaspadaan bagi masyarakat di sekitar lokasi bencana,
  • Jika retakan berkembang menjadi lebih besar segera diinformasikan ke Pemerintah Daerah/Aparat Setempat/ BPBD Kab. Sukabumi,
  • Untuk Kp. Cieurih  RT 17 dan 18/RW 08, 11 bangunan yang mengalami retak harus waspada. Jika retakan terus berkembang sebaiknya diungsikan atau direlokasi.

Cibadak-2

Peta Lokasi Gerakan Tanah Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

Cibadak-3

Peta Geologi Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak dan Sekitarnya, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

Cibadak-4

Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah Pada Bulan November 2019, Kabupaten dan Kota Sukabumi

tabel

Cibadak-5

Peta situasi gerakan tanah di Kp. Cieurih, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

Cibadak-6

Penampang A-B gerakan tanah di Kp. Cieurih, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

foto-1
Retakan sepanjang di pemukiman di Dusun Cieurih RT.17 RW.08 yang berada dibagian bawahnya

foto-2
Penyelidikan menggunakan metoda geolistrik di Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, untuk mengetahui kedalaman bidang gelincir gerakan tanah

foto-3
Tim PVMBG-Badan Geologi bersama perangkat desa dan BPBD melakukan penyelidikan di lokasi gerakan tanah.