Laporan Dan Rekomendasi Teknis Gempa Bumi Tanggal 21 November 2022 Di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat

Laporan dan rekomendasi teknis hasil pemeriksaan lapangan kejadian gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat PVMBG - Badan Geologi sebagai berikut:

  1. Gempa bumi Cianjur terjadi pada tanggal 21 November 2022 pukul 13:21:10 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 6,84 LS – 107,05 dan kedalaman 11 km dengan magnitudo (M5,6). Sampai tanggal 28 November 2022, pukul 07:00 WIB, BMKG telah mencatat 297 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M4,2 dan terkecil M1,0 (Gambar 1).
  2. Badan Geologi telah memetakan lokasi dan tingkat kerusakan bangunan dan lokasi gerakan tanah yang dihimpun baik melalui survey maupun informasi yang bersumber dari media massa dan penduduk, dengan rangkuman sebagai berikut:
  • Kerusakan paling parah terjadi di daerah yang disusun oleh endapan breksi dan lahar G. Gede (Qvyg) (Gambar 2). Secara morfologi, daerah yang mengalami kerusakan pada umumnya adalah daerah dengan morfologi pebukitan bergelombang (Gambar 1 dan 2). Di Kecamatan Cugenang intensitas mencapai VII-VIII MMI (Modified Mercalli Intensity) ditandai dengan kerusakan bangunan yang sangat masif terutama di Desa Gasol dan Sarampad, Cugenang (Gambar 2). Selain Kecamatan Cugenang, kerusakan cukup parah dengan intensitas mencapai VII MMI juga terjadi di Kecamatan Cianjur, Warungkondang, dan Gekbrong. Di Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, terjadi fenomena unik, banyak bangunan bertingkat 2-3 yang mengalami kerusakan berat bahkan satu bangunan minimarket roboh total (Gambar 3).
  • Selain kerusakan bangunan, guncangan gempa juga memicu terjadinya gerakan tanah dan retakan tanah. Gerakan tanah terbesar yang dipicu oleh gempa ini berlokasi di Desa Cijedil, menelan korban jiwa lebih dari 30 orang. Gerakan tanah ini berada pada area yang disusun oleh Produk Gunungapi Tua (Qvot) yang telah mengalami pelapukan (Gambar 2). Di Desa Sarampad, tepatnya di Kampung Cisarua, guncangan gempa bumi juga mengakibatkan terjadinya gerakan tanah dengan dimensi panjang, lebar, tinggi dan luas area, masing-masing 70 m, 70 m, 2 m dan 3.400 m2 (Gambar 4). Retakan tanah terdapat di Desa Gasol dan Cibulakan (Gambar 5, 6, dan 7).
  • Peta VS30 regional untuk daerah Cianjur dan Sukabumi telah dibuat oleh Badan Geologi. Peta ini menunjukkan kekerasan batuan di permukaan, makin kecil nilai Vs30 makin lunak suatu batuan, demikian pula sebaliknya. Pada peta di Gambar 8 terlihat bahwa kerusakan bangunan dan gerakan tanah terletak pada daerah yang disusun oleh batuan kelas C (tanah keras) dan D (tanah sedang). Daerah yang terdampak paling parah umumnya terletak pada daerah kelas C.
  • Dengan mempertimbangkan semua sumber gempa bumi, baik patahan aktif di darat, subduksi maupun gempa latar belakang serta kondisi geologi lokal (Vs30 dan kedalaman cekungan/ketebalan sedimen di atas batuan dasar), Badan Geologi telah membuat Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi daerah Cianjur dan Sukabumi. Peta tersebut dibuat dengan pendekatan probabilistik untuk perioda ulang 500 tahun. Pada peta nampak bahwa semua kerusakan bangunan dan gerakan tanah terletak pada kawasan rawan tinggi terhadap guncangan gempa bumi (Gambar 10).

         3. Analisis Geologi Gempa Bumi:

  • Karena magnitudo tidak terlalu besar, gempa bumi ini tidak menyebabkan pematahan yang menerus hingga permukaan (surface rupture). Namun demikian bagian patahan yang bergerak (rupture area) dapat diperkirakan dari area tempat berkumpulnya episenter gempa utama dan gempa susulan. Area ini memanjang dengan arah baratdaya – timurlaut, mulai dari Warungkondang hingga Karang Tengah, sepanjang kurang-lebih 12 km dan lebar 8 km (Gambar 1).
  • Dengan membandingkan rupture area dengan lokasi kerusakan, nampak bahwa lokasi kerusakan paling parah berada di rupture area. Sementara daerah di luar rupture area mengalami guncangan dengan intensitas lebih kecil. Harus diingat bahwa sumber gempa bumi merupakan suatu bidang dan episenter adalah tempat awal gerak suatu patahan penyebab gempa. Walaupun episenter adalah titik awal gerak suatu patahan tapi tidak selalu pergerakan atau deformasi terbesar terjadi di episenter sehingga tidak selalu kerusakan paling parah terjadi di episenter.
  • Berdasarkan data sebaran pusat gempa, mekanisme fokal, morfologi, sebaran kerusakan, dan hasil InSAR (produk EOS) diperkirakan garis sesar aktif sumber gempa (Gambar 9) berorientasi barat baratdaya (WSW) - timur timurlaut (ENE), dengan mekanisme sesar geser mengiri dan mempunyai kemiringan bidang sesar (dip) ke arah selatan.
          4. Rekomendasi
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Gempa bumi susulan yang terjadi dan dapat dirasakan akan semakin mengecil energinya. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempa aman sesuai dengan arahan petugas.
  • Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemerintah setempat, serta tidak mudah terpancing oleh isu - isu yang tidak bertanggung jawab mengenai kejadian gempa bumi dan tsunami.
  • Hindari membangun pada endapan yang lunak dan tanah urug yang tidak memenuhi persyaratan teknis, karena rawan terhadap guncangan gempa bumi, serta hindari membangun pada bagian bawah, tengah, dan atas lereng terjal yang telah mengalami pelapukan karena akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsor apabila diguncang gempa bumi.
  • Kerusakan bangunan yang terjadi, selain karena faktor guncangan yang kuat sebagai dampak dari dekatnya dengan sumber gempa bumi dan kondisi tanah permukaan yang lunak, dipengaruhi juga oleh kualitas bangunan yang tidak tahan gempa bumi. Mengingat daerah bencana termasuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi Tinggi yang berpotensi terlanda guncangan gempa bumi dengan intensitas lebih dari VIII MMI (Modified Mercalli Intensity), bangunan yang mengalami kerusakan, khususnya bangunan vital, strategis dan mengundang konsentrasi banyak orang (perkantoran, tempat ibadah, sekolah, dll) harus dibangun kembali dengan mengikuti konstruksi kaidah bangunan tahan gempa bumi sesuai SNI 1726:2019.
  • Sesar aktif penyebab gempa bumi Cianjur 21 November 2022 belum terdefinisikan dan masih memerlukan kajian lapangan lebih rinci. Sebagai upaya mitigasi, bangunan yang berada pada dan dekat dengan garis sesar yang dipetakan secara regional harus dibangun dengan mengikuti kaidah bangunan tahan gempa bumi.

 

Cianjur-1

Gambar 1. Peta pusat gempa bumi Cianjur 2022 meliputi gempa utama dan gempa-gempa susulan, memperlihatkan bagian patahan yang bergerak atau rupture area (kotak biru).

Cianjur-2

Gambar 2. Lokasi kerusakan diplot di atas peta geologi. Lokasi kerusakan bangunan ditandai dengan simbol lingkaran merah. Ukuran lingkaran menggambarkan tingkat kerusakan yang juga dapat dinyatakan dalam skala intensitas (MMI).

Cianjur-3

Gambar 3. Foto kerusakan bangunan di Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku. Di lokasi ini, banyak bangunan bertingkat 2-3 yang mengalami kerusakan berat bahkan satu bangunan minimarket roboh total.

Cianjur-4

Gambar 4. Foto udara pada lokasi gerakan tanah yang dipicu gempa bumi di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang.

Cianjur-5

Gambar 5. Retakan tanah berarah N 30o E dengan offset mengiri antara 1 cm s/d 3 cm akibat kejadian gempa bumi tanggal 21 November 2022 di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang.

Cianjur-6

Gambar 6. Retakan tanah berarah N 331o E dengan pola tarikan (tension) akibat kejadian gempa bumi tanggal 21 November 2022 di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang.

Cianjur-7

Gambar 7. Retakan tanah tipe lateral spreading mengarah ke lembah akibat kejadian gempa bumi tanggal 21 November 2022 di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang.

Cianjur-8

Gambar 8. Peta Vs30 Daerah Cianjur dan Sukabumi yang menggambarkan kekerasan batuan permukaan. Peta ini dibuat menggunakan Metoda Matsuoka, dengan parameter jenis, umur dan ketebalan batuan serta elevasi, kemiringan lereng dan jarak terhadap gunung berumur Tersier atau lebih tua. Pada peta terlihat bahwa kerusakan bangunan dan gerakan tanah terletak di daerah yang tersusun oleh tanah sedang dan tanah keras (kelas D dan C).

Cianjur-9

Gambar 9. Perkiraan garis sesar aktif penyebab gempa bumi Cianjur 21 November 2022 berdasarkan hasil pengolahan InSAR (produk EOS), pengamatan lapangan, sebaran gempa bumi, mekanisme sumber dan morfologi.

Cianjur-10

Gambar 10. Peta KRB gempa bumi Cianjur dan Sukabumi yang disusun dengan pendekatan probabilistik dengan perioda ulang 500 tahun. Guncangan gempa bumi dihitung dari semua sumber gempa bumi yang sudah diketahui serta mempertimbangkan faktor geologi lokal (Vs30 dan ketebalan sedimen di atas batuan dasar) untuk menghitung amplifikasi. Lokasi kerusakan bangunan terletak pada KRB gempa bumi tinggi.