Laporan Dan Rekomendasi Teknis Gempa Bumi, 22 Agustus 2022 Di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Laporan dan rekomendasi teknis hasil pemeriksaan lapangan kejadian gempa bumi merusak tanggal 22 Agustus 2022 di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat (TTD) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi (BG) sebagai berikut :

1. Parameter Gempa Bumi

 Gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 22 Agustus 2022, pukul 15:36:33 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 9,36o LS dan 115,59o BT, berjarak sekitar 105,2 km barat daya kota Mataram dengan magnitudo (M5,8) pada kedalaman 124 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 9,089o LS dan 115,583o BT dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 140,9 km. Berdasarkan informasi dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 9o LS dan 115,56o BT dengan magnitudo (M5,4) pada kedalaman 138 km.

2. Kondisi Geologi Daerah Bencana Gempa Bumi

 Pulau Lombok pada umumnya tersusun oleh morfologi dataran pantai dan pada bagian tengahnya merupakan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal. Batuannya tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan batuan rombakan gunungapi, serta endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, aluvial sungai dan batuan rombakan gunungapi muda. Sebagian batuan berumur Tersier dan batuan rombakan gunungapi muda telah mengalami pelapukan. Batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan Kuarter bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Struktur geologi yang terdapat di Pulau Lombok berupa sesar turun dan kelurusan. Sesar turun terdapat di daerah Pejeruk hingga Kabol dengan arah barat laut – tenggara. Sesar lainnya terdapat di sebelah timur gunung Rinjani. Kelurusan-kelurusan yang terdapat di Pulau Lombok umumnya terdapat di bagian selatan dengan arah barat – timur dan barat laut – tenggara. Karakteristik sesar tersebut belum sepenuhnya diketahui.

3. Penyebab Gempa Bumi  

 Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari stasiun GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas zona penunjaman dengan mekanisme sesar naik berarah barat – timur dengan sudut landai (low angle). Data dari stasiun GFZ Jerman memperlihatkan kedudukan dari sesar naik tersebut adalah       N 215o E, dip 15o dan slip 31o.

4. Gempa Bumi Susulan 

 Stasiun BMKG tidak mencatat adanya kejadian gempa bumi susulan, demikian juga informasi dari penduduk setempat. Pada umumnya jumlah dan kekuatan kejadian gempa bumi susulan yang terjadi akan terus menurun, hal ini mengindikasikan bahwa blok batuan yang telah terpatahkan dan mengakibatkan terjadinya gempa bumi sedang menuju proses keseimbangan.

5. Gempa Bumi Merusak di Pulau Lombok 

 Pulau Lombok rawan gempa bumi yang bersumber dari zona penunjaman di selatan Pulau Lombok, zona outer rise dan sesar naik busur belakang Flores. Ketiga sumber gempa bumi tersebut juga merupakan sumber pembangkit tsunami. Berdasarkan data katalog gempa bumi merusak dari PVMBG BG, Pulau Lombok paling tidak telah mengalami delapan kejadian gempa bumi merusak, satu kejadian gempa bumi tersebut memicu terjadinya tsunami pada tahun 1977 dan bersumber dari zona outer rise yang terletak di selatan zona penunjaman (Tabel 1).

Tabel 1. Kejadian gempabumi merusak dan tsunami di Pulau Lombok (PVMBG BG, 2022).

LonTeng-1

6. Dampak Gempa Bumi

 Berdasarkan pengamatan lapangan kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan terjadinya bencana, yaitu dua rumah penduduk mengalami kerusakan di Perumahan Roemah Mandalika, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB dan di wilayah Perkebunan Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Kerusakan rumah penduduk di Perkebunan Sukadana tergolong rusak sedang berupa tembok runtuh dan retakan dinding, sedangkan rumah penduduk di Perumahan Roemah Mandalika tergolong rusak ringan berupa plafon jatuh.

Hasil pemeriksaan lapangan memperlihatkan bahwa kejadian gempa bumi tanggal 22 Agustus 2022 tidak mengakibatkan terjadinya tsunami dan juga tidak mengakibatkan terjadinya fenomena geologi permukaan berupa retakan tanah, penurunan tanah, likuefaksi dan gerakan tanah/ longsoran yang dipicu guncangan gempa bumi. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan memperlihatkan bahwa skala intensitas maksimum kejadian gempa bumi tersebut melanda daerah Kabupaten Lombok Tengah yang mencapai skala intensitas IV MMI (Modified Mercally Intensity). Hal ini dicirikan : terasa di dalam rumah seperti ada truk besar lewat atau terasa seperti ada barang berat yang menabrak dinding rumah, sebagian orang merasakan di luar bangunan, barang yang bergantung bergoyang-goyang, jendela dan pintu berderik, gelas-gelas gemerincing, dinding rumah bergetar. Berdasarkan pengamatan lapangan terlihat bahwa dampak gempa bumi yang terjadi terletak pada kawasan rawan bencana gempa bumi menengah. Hal ini sesuai dengan peta kawasan rawan bencana gempa bumi Pulau Lombok yang diterbitkan oleh Badan Geologi tahun 2011.

Selama melaksanakan kegiatan tanggap darurat bencana gempa bumi, disamping melakukan pemetaan dan pemeriksaan dampak gempa bumi tanggal 22 Agustus 2022 secara langsung di lapangan, TTD Badan Geologi juga melakukan koordinasi dan diskusi tentang mitigasi gempa bumi dan tsunami dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah, diskusi dengan masyarakat di daerah Bencana, dan melakukan pengukuran mikrotremor pada lokasi terpilih. Hasil pengukuran mikrotremor di lokasi kerusakan bangunan di Perumahan Roemah Mandalika memperlihatkan nilai Frekuensi tanah : 7,9 Hertz dan nilai Vs30 : 370,973 m/det yang tergolong kelas tanah D (tanah sedang); sedangkan di Perkebunan Sukadana nilai Frekuensi tanah : 5,17 Hertz dan nilai Vs30 : 600,372 m/det yang tergolong kelas tanah C (tanah keras). Hasil pengukuran mikrotremor memperlihatkan bahwa kondisi tanah di lokasi kerusakan bangunan sebenarnya cukup keras, sehingga bangunan yang mengalami kerusakan diperkirakan lebih karena konstruksi bangunan yang tidak menggunakan desain bangunan tahan gempa bumi.

7. Kesimpulan

  • Daerah Lombok Tengah merupakan wilayah rawan gempa bumi dan juga tsunami, karena terletak dekat dengan sumber gempa bumi yaitu zona subduksi di sebelah selatan dan sesar naik busur belakang Flores yang berada di sebelah utara Pulau Lombok.
  • Kejadian gempa bumi tanggal 22 Agustus 2022 telah mengakibatkan dua rumah penduduk mengalami kerusakan. Tidak terdapat jejak terjadinya tsunami di pantai selatan pulau Lombok akibat kejadian gempa bumi. Selain itu kejadian gempa bumi ini juga tidak mengakibatkan terjadinya fenomena geologi permukaan berupa retakan tanah, penurunan tanah, likuefaksi dan gerakan tanah/ longsoran yang dipicu guncangan gempa bumi.
  • Kejadian gempa bumi tanggal 22 Agustus 2022 diakibatkan oleh aktivitas zona subduksi pada kedalaman 124 km.
  • Faktor utama kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi tanggal 22 Agustus 2022 karena bangunan yang dibangun tidak menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi.

8. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tenang, mengikuti arahan dan informasi dari petugas BPBD setempat, serta tidak terpancing oleh isu yang tidak jelas sumbernya tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah agar meningkatkan upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami secara strukural dan non struktural untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi dan tsunami yang mungkin berulang di kemudian hari.
  • Bangunan vital, strategis dan mengundang konsentrasi banyak orang agar dibangun mengikuti kaidah – kaidah bangunan tahan gempa bumi. Hindari membangun pada tanah rawa dan tanah urug yang tidak memenuhi persyaratan teknis, karena rawan terhadap guncangan gempa bumi.
  • Hindari membangun pada bagian bawah, pada lereng terjal yang batuannya telah mengalami pelapukan dan kondisi tanahnya gembur karena akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsor yang dipicu oleh guncangan gempa bumi maupun curah hujan tinggi.
  • Agar Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memasukkan materi kebencanaan geologi (gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan gerakan tanah) ke dalam kurikulum pendidikan agar para guru dan pelajar dapat meningkatkan kapasitas berkaitan dengan mitigasi bencana geologi.
  • Agar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan pemetaan geologi pasca kejadian bencana geologi. Hal ini sejalan dengan pasal 7 dan 9 Permen ESDM nomor 11 tahun 2016 tentang Penetapan KRB Geologi. Pemetaan geologi bertujuan untuk memetakan kerusakan tanah dan batuan akibat kejadian bencana geologi termasuk kejadian gempa bumi, dan peta ini menjadi data untuk revisi tata ruang. Oleh karena itu mohon kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat agar mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara rutin guna mengantisipasi perulangan kejadian serupa. Untuk hasil kegiatan yang lebih optimal maka kegiatan ini dilakukan oleh SKPD yang memiliki tugas dan fungsi di bidang geologi.

 

LonTeng-2

Gambar 1. Peta pusat gempabumi dan intesitas guncangan gempa bumi tanggal 22 Agustus 2022.

LonTeng-3

Gambar 2. Foto Bersama bersama dengan Kepala BPBD Kabupaten Lombok Tengah  (Bpk H. Sahdan, ST., MT.) setelah melapor, koordinasi dan diskusi tentang gempa bumi tanggal 22 Agustus 2022.

LonTeng-4

 Gambar 3. Kerusakan rumah penduduk akibat gempa bumi tanggal 22 Agustus 2022 di Perumahan Roemah Mandalika, Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Terlihat tuan rumah sedang menjelaskan kerusakan plafon rumah.

LonTeng-5

Gambar 4. Pengukuran mikrotremor pada lokasi terdampak di Perumahan Roemah Mandalika, Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

LonTeng-6

Gambar 5. Kerusakan rumah penduduk di Perkebunan Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, berupa runtuhnya tembok yang diakibatkan oleh gempa bumi tanggal 22 Agustus 2022. Terlihat tidak ada kolom pada dinding bangunan.

LonTeng-7

Gambar 6. Pengukuran mikrotremor pada lokasi terdampak di Perkebunan Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

LonTeng-8

Gambar 7. Pengukuran microtremor dan diskusi dengan penduduk di Teluk Nipah, Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

LonTeng-8

Gambar 8. Diskusi tentang gempa bumi dan tsunami dengan penduduk di Desa Teluk Awang, Kuta, Praya, Kabupaten Lombok Tengah.