Laporan Dan Rekomendasi Teknis Gempa Bumi Kaur Tanggal 23 Agustus 2022

Laporan dan rekomendasi teknis hasil pemeriksaan lapangan kejadian gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022 di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat (TTD) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi (BG) didampingi oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu sebagai berikut :

1. Parameter Gempa Bumi

 Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, tanggal 23 Agustus 2022, pukul 21:31:39 WIB. Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 102,95o BT dan 5,22o LS, berjarak sekitar 66,3 km barat daya Kota Bintuhan (ibu kota Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu), dengan magnitudo (M6,5) pada kedalaman 12 km. Berdasarkan informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 103,101o BT dan 5,076o LS dengan magnitudo (M6,0) pada kedalaman 58,8 km. Menurut data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 103,17o BT dan 4,99o LS, dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 57 km.

 

2. Kondisi Daerah Bencana Gempa Bumi

 Daerah terdekat dengan lokasi pusat gempa bumi adalah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Morfologi daerah Kabupaten Kaur merupakan dataran pantai yang dibatasi pada bagian timur oleh perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal. Daerah tersebut pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen (batupasir, batugamping, batulempung, konglomerat) dan batuan rombakan gunungapi, serta endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, sungai dan rawa. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, urai, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu pada morfologi perbukitan terjal yang tersusun oleh batuan telah mengalami pelapukan berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

3. Penyebab Gempa Bumi

 Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari GFZ Jerman, kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas zona penunjaman dengan mekanisme sesar naik berarah barat laut – tenggara dengan sudut landai (low angle), dan kedudukan N 315o E, dip 23o dan slip 98o.

4. Gempa Bumi Susulan 

 Berdasarkan informasi dari penduduk di Kota Bintuhan, mereka merasakan tiga kejadian gempa bumi susulan yang terjadi setelah gempa bumi utama yaitu tanggal 24 Agustus 2022 pukul 09:41:29,3 WIB dengan magnitudo (M 4,4), tanggal 25 Agustus 2022 pukul 10:21:33 WIB dengan magnitudo (M 5,0) dan tanggal 4 September 2022 pukul 15:52:16 WIB dengan magnitudo (M 5,1). Hal tersebut bersesuaian dengan data dari BMKG yang mencatat adanya tiga kejadian gempa bumi susulan yang dirasakan. Pada umumnya jumlah dan kekuatan kejadian gempa bumi susulan yang terjadi akan terus menurun, hal ini mengindikasikan bahwa blok batuan yang telah terpatahkan dan mengakibatkan terjadinya gempa bumi sedang menuju proses keseimbangan.

5. Dampak Gempa Bumi

 Kejadian gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022 telah mengakibatkan terjadinya bencana di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur dan hasil pemeriksaan lapangan sebanyak 2 orang luka-luka akibat tertimpa material bangunan dan 7 rumah penduduk mengalami kerusakan di Desa Padang Petron dan Pasar Lama, Kecamatan Kaur Selatan; serta di desa Linau, Kecamatan Maje. Kerusakan rumah penduduk tersebut tergolong rusak ringan berupa retakan pada dinding atas bangunan dan patah kayu balok penyangga genting di Desa Linau, lepasnya keramik masjid Mauhajirin di Desa Padang Petron, jatuhnya material genting dan ikatan semen yang menimpa plafon rumah di Desa Pasar Lama, dan retakan dinding rumah penduduk di Desa Linau.

Hasil pemeriksaan lapangan memperlihatkan bahwa kejadian gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022 tidak mengakibatkan terjadinya tsunami dan juga tidak mengakibatkan terjadinya fenomena geologi permukaan berupa retakan tanah, penurunan tanah, likuefaksi dan gerakan tanah/ longsoran yang dipicu oleh guncangan gempa bumi. Kejadian gempa bumi ini sempat membuat resah masyarakat di pesisir pantai Provinsi Bengkulu (termasuk di Kabupaten Kaur) karena beredar isu akan terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar bersumber dari zona megathrust yang akan memicu terjadinya tsunami.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan memperlihatkan bahwa skala intensitas maksimum kejadian gempa bumi tersebut melanda daerah Kabupaten Kaur yang mencapai skala intensitas V MMI (Modified Mercally Intensity). Hal ini dicirikan oleh guncangan dirasakan di luar rumah, orang sedang tidur terbangun, cairan tampak bergerak-gerak dan tumpah, barang perhiasan rumah bergerak atau jatuh, pintu membuka dan menutup, pigura di dinding bergerak, plafon rumah jatuh, dan terjadi retakan dinding. Berdasarkan pengamatan lapangan terlihat bahwa dampak gempa bumi yang terjadi terletak pada kawasan rawan bencana gempa bumi menengah. Hal ini sesuai dengan Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi Provinsi Bengkulu yang diterbitkan oleh Badan Geologi tahun 2013.

Untuk mengetahui karakteristik tanah kami melakukan pengukuran mikrotremor menggunakan peralatan seismograf portabel, sebanyak 8 lokasi pada bangunan yang mengalami kerusakan dan lokasi terpilih lainnya (Tabel 1). Hasilnya memperlihatkan bahwa pada daerah dengan nilai frekuensi tanah rendah (nilai frekuensi sekitar 1 Hertz) terdapat di sekitar Kota Bintuhan yang tersusun oleh morfologi dataran, endapan Kuarter berupa material lepas pasir, dan tinggi muka air tanah relatif dangkal (kurang dari 5 meter). Guncangan gempa bumi di daerah ini akan terasa lebih kuat. Daerah dengan nilai frekuensi tanah tinggi (nilai frekuensi sekitar 20 Hertz) pada umumnya tersusun oleh morfologi dataran bergelombang hingga perbukitan, tersusun oleh batuan berumur Tersier dan sedimen lunak tipis. Guncangan gempa di daerah ini akan terasa lebih lemah dibandingkan daerah dengan frekuensi rendah. Pengamatan lapangan memperlihatkan bahwa bangunan yang mengalami kerusakan pada daerah dengan frekuensi tinggi diperkirakan tidak menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi.

 

Tabel 1. Data lokasi dan hasil pengukuran mikrotremor

kaur-1


Selama melaksanakan kegiatan tanggap darurat bencana gempa bumi, disamping melakukan pemetaan dan pemeriksaan dampak gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022 secara langsung di lapangan, TTD BG juga melakukan koordinasi dan diskusi tentang mitigasi gempa bumi dan tsunami dengan BPBD Provinsi Bengkulu, Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, BPBD Kabupaten Kaur, dan masyarakat di wilayah bencana. Diskusi membahas isu utama tentang potensi gempa bumi megathrust dengan kekuatan besar yang terdapat pada zona megathrust di sebelah barat pantai Bengkulu. Isu lainnya adalah adanya gunung api bawah laut di perairan barat Bengkulu. TTD BG menjelaskan secara ilmiah berkaitan dengan isu tersebut yang bertujuan untuk meredakan keresahan di masyarakat. Selain itu TTD BG juga melakukan sosialisasi gempa bumi dan tsunami kepada para pejabat BPBD Kabupaten Kaur dan melayani wawancara dengan TVRI Bengkulu dan media online indonesiadetik.com.

6. Kesimpulan

  • Daerah Kabupaten Kaur merupakan wilayah rawan gempa bumi dan juga tsunami, karena terletak dekat dengan sumber gempa bumi yaitu zona subduksi di laut yang juga merupakan sumber pembangkit tsunami, dan sesar Sumatera segmen Manna di darat.
  • Tidak terdapat jejak terjadinya tsunami di pantai Kaur akibat kejadian gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022. Selain itu kejadian gempa bumi ini tidak mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan berupa retakan tanah, penurunan tanah, likuefaksi dan gerakan tanah/ longsoran yang dipicu guncangan gempa bumi.
  • Gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022 diakibatkan oleh oleh aktivitas zona penunjaman dengan mekanisme sesar naik berarah barat laut – tenggara dengan sudut landai (low angle), dan kedudukan N 315o E, dip 23o dan slip 98o.
  • Skala intensitas gempa bumi maksimum terjadi di daerah Kabupaten Kaur yang mencapai skala V MMI.
  • Kejadian gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022 telah mengakibatkan terjadinya bencana berupa 2 orang luka-luka dan 7 rumah penduduk mengalami kerusakan. Kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu : jarak yang cukup dekat dengan sumber gempa bumi sehingga terjadi guncangan cukup kuat dan bangunan yang dirancang tidak tahan guncangan gempa bumi.

7. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat dan tidak terpancing oleh isu yang tidak jelas sumbernya tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Kaur agar meningkatkan upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami secara strukural dan non struktural guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gempa bumi dan tsunami, sehingga dapat mengurangi risiko bencana gempa bumi dan tsunami yang mungkin berulang di kemudian hari.
  • Bangunan vital, strategis dan mengundang konsentrasi banyak orang agar dibangun mengikuti kaidah – kaidah bangunan tahan gempa bumi.
  • Hindari membangun pada tanah rawa dan tanah urug yang tidak memenuhi persyaratan teknis, karena rawan terhadap guncangan gempa bumi. Hindari membangun pada bagian bawah, lereng terjal yang telah mengalami pelapukan dan kondisi tanahnya gembur karena akan berpotensi terjadinya gerakan tanah/ longsor yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat maupun curah hujan tinggi.
  • Agar Pemerintah Kabupaten Kaur membentuk desa tangguh bencana dan sekolah siaga bencana sebagai salah satu upaya mitigasi.
  • Agar Pemerintah Kabupaten Kaur segera merevisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan RDTR (Rencana Detil Tata Ruang) berdasarkan peta kawasan rawan bencana geologi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencakup bencana gempa bumi, tsunami, gerakan tanah.
  • Agar Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Kaur memasukkan materi kebencanaan geologi (gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan gerakan tanah) ke dalam kurikulum pendidikan agar para guru dan pelajar dapat meningkatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana geologi.
  • Agar Pemerintah Provinsi Bengkulu melaksanakan kegiatan pemetaan geologi pasca kejadian bencana geologi. Hal ini sejalan dengan pasal 7 dan 9 Permen ESDM nomor 11 tahun 2016 tentang Penetapan KRB Geologi. Pemetaan geologi bertujuan untuk memetakan kerusakan tanah dan batuan akibat kejadian bencana geologi termasuk kejadian gempa bumi, dan peta ini menjadi data dasar untuk melakukan revisi tata ruang. Oleh karena itu kami mohon kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu agar mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara rutin guna mengantisipasi perulangan kejadian serupa. Untuk hasil kegiatan yang lebih optimal maka kegiatan ini dilakukan oleh SKPD yang memiliki tugas dan fungsi di bidang geologi.

kaur-2

Gambar 1. Peta intensitas gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022.

kaur-3

Gambar 2. Melapor dan diskusi kejadian gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022 dan isu megathrust dengan Kalak BPBD Provinsi Bengkulu (Bapak Jaduliwan, SE, MM).

kaur-4

 

Gambar 3. Foto bersama Kadis ESDM Provinsi Bengkulu (Ir. Mulyani) setelah melapor dan diskusi tentang kejadian gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022 dan isu megathrust.

kaur-5

 

Gambar 4. Foto bersama dengan pejabat BPBD Kabupaten Kaur setelah melapor dan diskusi tentang kejadian gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022 dan isu megathrust.

kaur-6

Gambar 5. Sosialisasi gempa bumi dan tsunami kepada para pejabat BPBD Kabupaten Kaur. Kalak BPBD Kabupaten Kaur (Bapak Jon Harimol, M.Si posisi depan tengah) turut hadir.

 

kaur-7

 

Gambar 6. Wawancara antara TTD BG dan Kalak BPBD Kabupaten Kaur dengan TVRI Bengkulu bertempat di Pantai Pengubaian, tentang mitigasi gempa bumi dan tsunami.

 

kaur-8

Gambar 7. Pengukuran mikrotremor di Desa Pasar Lama, Kecamatan Kaur Selatan.

 

kaur-9

Gambar 8. Penduduk di Desa Pasar Lama memperlihatkan luka lebam tertimpa material bangunan akibat kejadian gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022.

 

kaur-10

Gambar 9. Kerusakan rumah penduduk di Desa Linau akibat kejadian gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022.

 

kaur-11

Gambar 10. Retakan tanah tipe lateral spreading penciri gerakan tanah di Desa Linau yang terjadi sebelumnya, dan semakin bertambah lebar setelah kejadian gempa bumi tanggal 23 Agustus 2022.

 

Laporan lengkap dapat diunduh pada tautan ini