Laporan Singkat Dan Rekomendasi Teknis Gempa Bumi Tanggal 8 Juni 2022 Di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat

Bersama ini kami sampaikan laporan singkat dan rekomendasi teknis hasil pemeriksaan lapangan kejadian gempa bumi tanggal 8 Juni 2022 di Kabupaten Mamuju dan Majene, Provinsi Sulawesi Barat, yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat (TTD) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi (BG) didampingi oleh tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Provinsi Sulawesi Barat sebagai berikut :

1. Parameter Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, tanggal 8 Juni 2022, pukul 12:32:36 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Selat Makassar pada koordinat 2,74°LS dan 118,54°BT, dengan magnitudo (M5,8) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 44,1 km barat - barat daya Kota Mamuju (ibu kota Provinsi Sulawesi Barat). Menurut data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 118,537 BT dan 2,78 LS dengan magnitudo (M5,8) pada kedalaman 23,6 km. Berdasarkan data dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 118,58 BT dan 2,81 LS, dengan magnitudo (M5,9) pada kedalaman 35 km.

 

2. Kondisi Daerah Bencana Gempa Bumi

Wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempa bumi adalah Kabupaten Mamuju dan Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Wilayah ini merupakan morfologi perbukitan hingga perbukitan terjal, lembah dan dataran pantai. Perbukitan tersebut membentuk lereng yang cukup terjal dan sebagian tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan sehingga rentan terjadi gerakan tanah. Daerah ini tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf dan meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen, batugamping, gunungapi) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan aluvial pantai, aluvial sungai, dan rombakan dari material bagian atas). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu morfologi terjal yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan juga curah hujan tinggi. Pada kejadian gempa bumi tanggal 15 Januari 2021 yang lalu memperlihatkan bahwa bongkahan batugamping dan batupasir sebagai material longsoran terdapat kekar (joint) yang cukup intensif. Kekar-kekar ini dapat berfungsi sebagai bidang gelincir pada gerakan tanah jenis jatuhan batu dan material rombakan.

 

3. Penyebab Gempa Bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi dengan mekanisme berupa sesar naik dengan komponen mendatar atau oblik (dengan kedudukan N 227°E, dip 84° dan rake 132°). Sesar naik ini diperkirakan berasosiasi dengan lipatan dan bagian dari zona Fold Thrust Belt (FTB) Mamuju yang terletak di sebelah barat Provinsi Sulawesi Barat dan diperkirakan menerus hingga ke darat. Kejadian gempa bumi merusak tahun 2021 yang lalu juga bersumber dari FTB Mamuju. Menurut data Badan Geologi gempa bumi akibat sesar naik di bagian barat Provinsi Sulawesi Barat pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1928, 1967, 1969 dan 1984.

 

 4. Gempa Bumi Susulan

Berdasarkan informasi dari penduduk di Kota Mamuju, mereka merasakan dua kejadian gempa bumi susulan yang terjadi setelah gempa bumi utama yaitu tanggal 08 Juni 2022 pukul 19:47:59 WIB dengan magnitudo (M 4,8) dan tanggal 13 Juni 2022 pukul 11:51:21 WIB dengan magnitudo (M 3,6). Hal tersebut bersesuaian dengan data dari BMKG yang mencatat adanya dua kejadian gempa bumi susulan yang dirasakan. Pada umumnya jumlah dan kekuatan kejadian gempa bumi susulan yang terjadi akan terus menurun, hal ini mengindikasikan bahwa blok batuan yang telah terpatahkan dan mengakibatkan terjadinya gempa bumi sedang menuju proses keseimbangan.

 

5. Dampak Gempa Bumi

Kejadian gempa bumi tanggal 8 Juni 2022 telah mengakibatkan terjadinya bencana di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat sebanyak 17 orang luka-luka, sejumlah Gedung Pemerintah Provinsi  Sulawesi Barat mengalami kerusakan (Gedung PKK, Gedung Gabungan Dinas, Kantor Ortala, Kantor Ketapang, Balitbangda, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan/ DLHK), Gedung Pemerintah Kabupaten Mamuju, dan 70 rumah penduduk. Kerusakan bangunan pemerintah tersebut berupa runtuh plafon dan retakan dinding. Kerusakan rumah penduduk paling parah terdapat di Dusun Salunangka, Kelurahan Rengas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Kerusakan tersebut berupa patahnya kolom struktur, robohnya dinding, retakan dinding. Dusun Salunangka terletak pada morfologi lembah yang tersusun oleh endapan aluvial sungai dan rombakan. Faktor ini yang diperkirakan turut mengakibatkan kerusakan bangunan selain bangunannya bersifat tidak tahan gempa bumi (non engineered building). Selain itu terdapat beberapa lokasi pengungsian di Kabupaten Mamuju dan Majene, karena takut akan terjadi tsunami dan kejadian gempa bumi susulan yang lebih besar.

Hasil pemeriksaan lapangan memperlihatkan bahwa kejadian gempa bumi tanggal 8 Juni 2022 tidak mengakibatkan terjadinya tsunami dan juga tidak mengakibatkan terjadinya fenomena geologi permukaan berupa retakan tanah, penurunan tanah, likuefaksi dan gerakan tanah/ longsoran yang dipicu guncangan gempa bumi. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan memperlihatkan bahwa skala intensitas maksimum kejadian gempa bumi tersebut melanda daerah Mamuju yang mencapai skala intensitas V MMI (Modified Mercally Intensity). Hal ini dicirikan oleh guncangan dirasakan di luar rumah, orang sedang tidur terbangun, cairan tampak bergerak-gerak dan tumpah, barang perhiasan rumah bergerak atau jatuh, pintu membuka dan menutup, pigura di dinding bergerak, plafon rubuh, retakan dinding. Berdasarkan pengamatan lapangan terlihat bahwa dampak gempa bumi yang terjadi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi tinggi. Hal ini sesuai dengan peta kawasan rawan bencana gempa bumi daerah Sulawesi Barat yang diterbitkan oleh Badan Geologi tahun 2011.

Selama melaksanakan kegiatan tanggap darurat bencana gempa bumi, disamping melakukan pemetaan dan pemeriksaan dampak gempa bumi tanggal 8 Juni 2022 secara langsung di lapangan, TTD Badan Geologi juga melakukan koordinasi dan diskusi tentang mitigasi gempa bumi dan tsunami dengan BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Sulawesi Barat, relawan bencana, dan masyarakat di wilayah bencana. Selain itu tim juga melakukan wawancara dengan salah seorang saksi hidup kejadian tsunami tahun 1969 yaitu Bapak Mahmud berusia 77 tahun di Kampung Parasanga, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Menurut keterangan Bapak Mahmud tinggi rendaman tsunami (flow depth) di Kampung Parasanga berkisar 4 meter hingga 4,5 meter, tsunami datang sekitar 10 menit setelah gempa bumi dan sempat terjadi surut laut. Pengukuran jarak landaan tsunami ke darat (inundation distance) di Kampung Parasanga sekitar 178 meter.

 

6. Kesimpulan

  • Daerah Mamuju dan Majene merupakan wilayah rawan gempa bumi dan juga tsunami, karena terletak dekat dengan sumber gempa bumi yaitu zona FTB Mamuju yang juga merupakan sumber pembangkit tsunami.
  • Tidak terdapat jejak terjadinya tsunami di pantai Majene dan Mamuju akibat kejadian gempa bumi tanggal 8 Juni 2022. Selain itu kejadian gempa bumi ini tidak mengakibatkan terjadinya fenomena geologi permukaan berupa retakan tanah, penurunan tanah, likuefaksi dan gerakan tanah/ longsoran yang dipicu guncangan gempa bumi.
  • Gempa bumi Mamuju tanggal 8 Juni 2022 diakibatkan oleh aktivitas sesar naik dengan kedudukan N 227°E, dip 84° dan rake 132°).
  • Skala intensitas gempa bumi maksimum terjadi di daerah Mamuju yang mencapai skala V MMI. Daerah Kabupaten Majene dilanda guncangan gempa bumi pada skala intensitas IV hingga V MMI.
  • Kejadian gempa bumi tanggal 8 Juni 2022 telah mengakibatkan terjadinya bencana berupa kerusakan bangunan. Kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi tanggal 8 Juni 2022 diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu : jarak yang cukup dekat dengan sumber gempa bumi sehingga terjadi guncangan cukup kuat, bangunan yang dirancang tidak tahan gempa bumi (non engineered building), terletak pada endapan Kuarter berupa endapan aluvial sungai dan rombakan.

 

7. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat dan tidak terpancing oleh isu yang menyesatkan tentang gempa bumi dan tsunami.
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Majene agar meningkatkan upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami secara strukural dan non struktural guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gempa bumi sehingga dapat mengurangi risiko bencana gempa bumi dan tsunami yang mungkin berulang di kemudian hari.
  • Bangunan vital, strategis dan mengundang konsentrasi banyak orang agar dibangun mengikuti kaidah – kaidah bangunan tahan gempa bumi.
  • Agar menghindari membangun pada tanah rawa dan tanah urug yang tidak memenuhi persyaratan teknis, karena rawan terhadap guncangan gempa bumi. Agar menghindari juga membangun pada bagian bawah, dan lereng terjal yang telah mengalami pelapukan dan kondisi tanahnya gembur karena akan berpotensi terjadinya gerakan tanah/ longsor yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.
  • Agar Pemerintah Kabupaten Mamuju menjadikan Dusun Salunangka, Kelurahan Rengas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju sebagai kampung tangguh bencana, karena rawan terhadap bencana gempa bumi, gerakan tanah dan banjir.
  • Agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Majene segera merevisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) berdasarkan peta kawasan rawan bencana geologi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencakup bencana gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah.
  • Agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Majene memasukkan materi kebencanaan geologi (gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan gerakan tanah) ke dalam kurikulum pendidikan. Hal ini bertujuan agar para guru dan pelajar dapat memperoleh pengetahuan tentang mitigasi bencana geologi.
  • Agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan pemetaan geologi dan dampaknya pasca kejadian bencana geologi. Hal ini sejalan dengan pasal 7 dan 9 Permen ESDM nomor 11 tahun 2016 tentang Penetapan KRB Geologi. Pemetaan geologi bertujuan untuk memetakan kerusakan tanah dan batuan akibat kejadian bencana geologi termasuk kejadian gempa bumi, dan peta ini menjadi data untuk melakukan revisi tata ruang.

 

LAMPIRAN

Mamuju 1 (050722)

Gambar 1. Peta intensitas gempa bumi tanggal 8 Juni 2022, episenter dan mekanisme sumber (focal mechanism).

 

Mamuju 2 (050722)

Gambar 2. Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Pulau Sulawesi dan daerah Sulawesi Barat (PVMBG, 2011).

 

Mamuju 3 (050722)

Gambar 3. Puing-puing runtuhan plafon Gedung PKK Provinsi Sulawesi Barat akibat gempa bumi tanggal 8 Juni 2022.

 

Mamuju 4 (050722)

Gambar 4. Retakan dinding Gedung Gabungan Dinas Provinsi Sulawesi Barat akibat gempa bumi tanggal 8 Juni 2022.

 

Mamuju 5 (050722)

Gambar 5. Diskusi tentang mitigasi gempa bumi dan tsunami dengan Kadis Pemberdayaan Perempuan Provinsi Sulawesi Barat (Ibu Djamila posisi di tengah).

 

Mamuju 6 (050722)

Gambar 6. Rumah penduduk rusak berat akibat gempa bumi tanggal 8 Juni 2022 di Dusun Salunangka, Kelurahan Rengas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

 

Mamuju 7 (050722)

Gambar 7. Diskusi tentang gempa bumi antara tim Badan Geologi dengan Kadus Salunangka, Kabupaten Mamuju (Bapak Hadix) didampingi tim Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat.

 

Mamuju 8 (050722)

Gambar 8. Sebagian runtuhan batugamping dan batupasir akibat gempa bumi tanggal 8 Juni 2022 di Desa Tapandulu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Pada bagian kiri terlihat tenda pengungsian.

 

Mamuju 9 (050722)

Gambar 9. Diskusi tentang gempa bumi dan tsunami dengan ibu – ibu di Desa Tapandulu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Sebelumnya mereka sempat tidur di tenda pengungsian.

 

Mamuju 10 (050722)

Gambar 10. Wawancara dengan salah satu saksi kejadian tsunami tahun 1969 (Bapak Mahmud kedua dari kiri) dan tim Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat. Lokasi wawancara di Kampung Parasanga, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.

 

Mamuju 11 (050722)

Gambar 11. Bukit di sebelah timur Kampung Parasanga yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat evakuasi apabila terjadi bencana tsunami. Perlu dibuat jalan ke arah bukit tersebut.