Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Tanggal 2 Januari 2023 Di Kota Jayapura, Provinsi Papua

Analisis geologi kejadian gempa bumi merusak tanggal 2 Januari 2023 di Kota Jayapura, Provinsi Papua, sebagai berikut:

I. Informasi Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 2 Januari 2023, pukul 01:24:33 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di pesisir pantai Jayapura pada koordinat 140,74 BT dan 2,53 LS, berjarak sekitar 19 km timur laut kota Jayapura, dengan magnitudo (M4,9) pada kedalaman 10 km. Menurut data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 140,802 BT dan 2,569 LS dengan magnitudo (M5,4) pada kedalaman 44,1 km. Berdasarkan data dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 140,75 BT dan 2,50 LS, dengan magnitudo (M5,4) pada kedalaman 10 km.

II. Kondisi Geologi dan Penyebab Gempa Bumi

Kota Jayapura yang terletak dekat dengan lokasi pusat gempa bumi tersusun oleh morfologi dataran hingga dataran bergelombang, dan pada bagian selatan merupakan perbukitan bergelombang hingga terjal. Wilayah ini pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier berupa batuan metamorf, batuan berumur Tersier (batuan sedimen, batugamping), dan endapan Kuarter berupa endapan pantai, endapan sungai dan endapan rawa. Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter, batuan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.
Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif berarah timur laut – barat daya, dan mekanisme sesar oblik dengan komponen normal.

III. Dampak Gempa Bumi

Hingga laporan ini dibuat, menurut informasi dari media online (https://cenderawasihpos.jawapos.com) kejadian gempa bumi tersebut telah mengakibatkan terjadinya bencana, yaitu kerusakan beberapa bangunan di Kota Jayapura, antara lain : Dermaga DPRD, RS Provita, mal Jayapura, Swissbell hotel, ruko di Bucend II Entrop). Menurut data BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura pada skala intensitas IV MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di pesisir pantai, karena tidak mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Menurut data Badan Geologi pantai utara Jayapura tergolong rawan tsunami, dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai berkisar antara 2,87 m hingga 4,38 m. 

IV. Rekomendasi

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Bangunan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, agar dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
  3. Wilayah Kota Jayapura tergolong rawan bencana gempa bumi dan tsunami, oleh karena itu agar meningkatkan upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.
  4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) seperti retakan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

jayapura2123