Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, Tanggal 22 Desember 2022

1. Informasi gempa bumi

 Gempa bumi terjadi pada hari Kamis, tanggal 22 Desember 2022, pukul 04:18:28 WIB. Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 108,48 BT dan 6,99 LS, berjarak sekitar 1 km selatan Kota Kuningan, Provinsi Jawa Barat, dengan magnitudo M3,8 pada kedalaman 5 km. Adapun stasiun USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman tidak mencatat kejadian gempa bumi tersebut.

2. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada wilayah Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Morfologi wilayah tersebut pada umumnya berupa dataran hingga dataran bergelombang dan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal. Wilayah sekitar lokasi pusat gempa bumi tersusun oleh endapan Kuarter berupa aluvial sungai dan batuan rombakan gunung api muda (breksi gunung api, lava, tuff), serta sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan, berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi. Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh sesar aktif yaitu sesar Baribis pada segmen Ciremai.

3. Dampak gempa bumi

Menurut informasi dari media online (https://www.kompas.id) dan BMKG kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan satu rumah penduduk mengalami kerusakan di daerah Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan. Guncangan gempa bumi dirasakan di Kuningan pada skala III MMI (Modified Mercalli Intensity), di Cirebon dan Majalengka dirasakan pada skala II-III MMI. Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat. 

4. Rekomendasi

  1. (1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
  2. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman
  3. Bangunan di Kabupaten Kuningan harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
  4. Oleh karena wilayah Kabupaten Kuningan tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non struktural
  5. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard)  berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

 

kuningan