Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah, Tanggal 21 Oktober 2022

21102022_tojounauna

Bersama ini, kami sampaikan laporan analisis geologi kejadian gempa bumi di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai berikut:
 

I. Informasi gempa bumi

Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Jumat, tanggal 21 Oktober 2022 pukul 05:59:08 WIB. Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 0,76 LS dan 121,55 BT, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 13 km utara - barat laut kota Ampana (Ibukota Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah).  Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 121,575 BT dan 0,821 LS, dengan magnitudo (M4,9) pada kedalaman 11,8 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 121,66 BT dan 0,86 LS, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 10 km. 

 

II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

 Wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempa bumi adalah daerah Kecamatan Ampana sebagai ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una. Morfologinya secara umum merupakan dataran hingga dataran bergelombang, dan perbukitan bergelombang hingga terjal. Batuannya dominan endapan Kuarter berupa aluvial pantai, aluvial sungai, aluvial rombakan dan batugamping terumbu. Pada bagian selatan yang merupakan morfologi perbukitan tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan beku dan meta sedimen) dan batuan berumur Tersier (terdiri – dari batuan sedimen). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter, batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu morfologi perbukitan yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang sebagian telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat di daerah ini dan juga curah hujan tinggi. Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi serta data mekanisme sumber dari BMKG, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh sesar aktif dengan mekanisme sesar mendatar. Berdasarkan data Badan Geologi struktur geologi lainnya di daerah Teluk Tomini berupa sesar normal berarah relatif barat laut - tenggara. Sebelumnya, kejadian gempa bumi merusak pada tahun 2021 di daerah ini diakibatkan oleh sesar aktif dengan mekanisme sesar normal. 

 

III. Dampak gempa bumi

 Hingga laporan ini disusun belum diperoleh informasi terjadinya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut informasi BMKG guncangan gempa bumi terasa di Kota Ampana pada skala intensitas IV MMI (Modified Mercally Intensity), di Luwuk pada skala III MMI. Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Tojo Una-Una sebagian terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. Sebagian besar permukiman penduduk di Kabupaten Tojo Una-una yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada KRB gempa bumi menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami walaupun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak  cukup kuat untuk menyebabkan deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. 

 

IV. Rekomendasi

  • Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan yang terletak pada KRB menengah dan tinggi harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
  • Oleh karena daerah Kabupaten Tojo Una-Una rawan gempa bumi dan tsunami, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non struktural.
  • Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard)  berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.