Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Tanggal 1 Oktober 2022

1. Informasi gempa bumi

Gempa bumi utama terjadi pada hari Sabtu, tanggal 1 Oktober 2022, pukul 02:28:41 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat (wilayah Kabupaten Tapanuli Utara) pada koordinat 98,89 BT dan 2,13 LU, berjarak sekitar 15 km barat laut Kecamatan Tarutung (ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara), dengan magnitudo M6,0 pada kedalaman 10 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 98,897 BT dan 2,089 LU dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 13,2 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 98,86° BT dan 2,06° LU, dengan magnitudo M5,7 pada kedalaman 10 km. Kejadian gempa bumi ini diikuti oleh beberapa gempa susulan. Berdasarkan  data BMKG tercatat telah terjadi tiga kejadian gempa bumi di sekitar lokasi lokasi pusat gempa bumi yaitu pada pukul 02:50 WIB, 03:37, dan 04:03 WIB masing-masing dengan magnitudo M5,1, M5,0, dan M3,9. 

2. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

Pusat gempa bumi berlokasi di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Morfologi daerah sekitar pusat gempa bumi merupakan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal dan lembah. Wilayah ini secara umum tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier berupa batuan metamorf dan meta sedimen, batuan berumur Tersier berupa batuan rombakan gunung api dan batuan sedimen, serta endapan Kuarter berupa batuan rombakan gunung api muda dan endapan aluvial sungai. Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter, batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi. Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari BMKG dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas Sesar Sumatra pada Segmen Renun dengan mekanisme sesar mendatar menganan (dextral strike-slip) berarah barat laut  – tenggara dengan kedudukan N 143 E, dip 76 dan slip 166. 

3. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat berdasarkan informasi dari media online (https://www.tapanulipost.com, https://news.okezone.com) kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan bencana berupa kerusakan bangunan dan juga kepanikan masyarakat di Kecamatan Tarutung. Selain itu tercatat satu orang meninggal. Menurut informasi BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di Tarutung dengan intensitas guncangan sebesar VI MMI (Modified Mercalli Intensity), di Sipahutar sebesar V MMI, di Singkil sebesar IV MMI dan di Gunung Sitoli serta Tapaktuan sebesar III MMI. Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena pusat gempa bumi berada di darat. Daerah Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara tergolong rawan gempa bumi karena terletak dekat dengan sumber gempa bumi yaitu Sesar Sumatera. Badan Geologi mencatat bahwa wilayah tersebut pernah mengalami bencana gempa bumi pada tahun 1984, 1987 dan 2011.

4. Rekomendasi

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi
  2. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman
  3. Bangunan di Kabupaten Tapanuli Utara dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
  4. Oleh karena wilayah Kabupaten Tapanuli Utara tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi
  5. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard)  berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi. Bahaya ikutan tersebut diperkirakan dalam dimensi kecil
  6. Badan Geologi merencanakan untuk mengirim Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana.

01102022_tapanuliutara_s