Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Perairan Selatan Provinsi Jawa Timur, Tanggal 17 Juli 2022

Analisis geologi kejadian gempa bumi di perairan selatan Provinsi Jawa Timur, sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, tanggal 17 Juli 2022, pukul 16:13:05 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 9,14 LS dan 110,83 BT, dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 108,6 km selatan - barat daya Kota Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Menurut data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 110,816 BT dan 9,24 LS dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 38,7 km. Berdasarkan data dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 110,88 BT dan 9,07 LS, dengan magnitudo (M5,9) pada kedalaman 50 km.

II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

Wilayah yang terletak dekat dengan lokasi pusat gempa bumi adalah pantai selatan Provinsi DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wilayah tersebut pada umumnya merupakan morfologi dataran pantai, perbukitan hingga perbukitan terjal yang tersusun oleh batuan berumur Tersier (terdiri – dari batuan sedimen, batugamping dan batuan rombakan gunung api) dan endapan Kuarter (terdiri – dari endapan aluvial pantai, aluvial sungai dan batuan rombakan gunung api muda). Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu morfologi perbukitan yang tertutup oleh batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu guncangan gempabumi kuat di daerah ini. 
Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas zona penunjaman yang terbentuk akibat tumbukan antara Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Samudera Indo-Australia dengan mekanisme pada umumnya berupa sesar naik. 

III. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi kerusakan bangunan. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi terasa di pantai selatan Provinsi DIY (Bantul), Jawa Tengah (Wonogiri) dan Jawa Timur (Pacitan dan Trenggalek) pada skala intensitas II MMI  (Modified Mercally Intensity).  
Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah dan tinggi. Kejadian gempa bumi tersebut tidak menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena tidak mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Menurut data Badan Geologi daerah pantai selatan Jawa tergolong rawan bencana tsunami, dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai lebih dari 3 m.

IV. Rekomendasi

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan kekuatannya lebih kecil
  3. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) seperti retakan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi
  4. Daerah pantai selatan  Provinsi DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur tergolong rawan bencana gempa bumi dan tsunami, oleh karena itu direkomendasikan agar ditingkatkan upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.

==================

Badan Geologi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

JATIM