Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Tanggal 27 Mei 2022 Di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku

Analisis geologi kejadian gempa bumi merusak tanggal 27 Mei 2022 di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, sebagai berikut:

I. Informasi Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Jumat, tanggal 27 Mei 2022, pukul 09:36:36 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terdapat di laut pada koordinat 127,2 BT dan 8,64 LS, berjarak sekitar 85 km barat daya kota Tiakur (ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku), dengan magnitudo (M6,5) pada kedalaman 104 km. Menurut data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 127,206 BT dan 8,247 LS dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 49 km. Berdasarkan data dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 127,15 BT dan 8,43 LS, dengan magnitudo (M6,3) pada kedalaman 57 km.

II. Kondisi Geologi dan Penyebab Gempa Bumi

 Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya terdiri-dari kepulauan, yaitu Pulau Leti, Moa, Lakor, dan lain-lain. Daerah tersebut mempunyai morfologi dataran pantai, dataran hingga dataran bergelombang, dan perbukitan. Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter berupa endapan pantai dan endapan sungai, batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen, serta batuan berumur Pra Tersier berupa batuan metamorf, meta sedimen dan batugamping. Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter, batuan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.
Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar normal berarah timur - timur laut hingga barat – barat daya. Sesar normal ini terletak di sebelah tenggara Pulau Timor yang terbentuk akibat tektonik tarikan di bagian tenggara Pulau Timor. 

III. Dampak Gempa Bumi

Hingga laporan ini dibuat, menurut informasi dari Kalak BPBD Provinsi Maluku (Bapak Henry) kejadian gempa bumi tersebut telah mengakibatkan terjadinya bencana, yaitu satu gedung sekolah mengalami kerusakan di Desa Hila, Kecamatan Romang, dan satu rumah penduduk mengalami kerusakan di Desa Tiakur, Kecamatan Moa. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi dirasakan cukup kuat di sekitar lokasi pusat gempa bumi (Timor Leste) pada skala intensitas V MMI (Modified Mercally Intensity) dan di daerah Tiakur terasa pada skala IV MMI.  Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena tidak mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Menurut data Badan Geologi daerah pantai pulau – pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, rawan terhadap bencana tsunami, dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai berkisar antara 2 m hingga 6,4 m. 

IV. Rekomendasi

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, namun tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
  2. Bangunan di Kabupaten Maluku Barat Daya, agar dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
  3. Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya tergolong rawan bencana gempa bumi dan tsunami, oleh karena itu direkomendasikan agar ditingkatkan kegiatan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.
  4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) dalam dimensi kecil (seperti retakan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi).

 

Maluku Barat 28522