Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Tanggal 18 April 2022 Di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara

Analisis geologi kejadian gempa bumi merusak tanggal 18 April 2022 di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, sebagai berikut:

I. Informasi Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 18 April 2022, pukul 10:04:58 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terdapat di darat, pada koordinat 127,83 BT dan 1,9 LU, berjarak sekitar 30,1 km barat laut kota Tobelo (ibu kota Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara), dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 10 km. Menurut data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 127,774 BT dan 1,869 LU dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 11,2 km. Berdasarkan data dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 127,83 BT dan 1,87 LU, dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 10 km.

II. Kondisi Geologi dan Penyebab Gempa Bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada wilayah Kabupaten Halmahera Utara. Daerah tersebut mempunyai morfologi dataran pantai, dataran hingga dataran bergelombang, lembah dan perbukitan. Daerah tersebut pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter berupa endapan pantai, endapan sungai, dan batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan batuan rombakan gunung api. Sebagian batuan berumur Tersier telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.
Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif. Menurut data Badan Geologi (2021) sesar aktif tersebut merupakan sesar mendatar Tobelo – Morotai yang berarah barat daya – timur laut. 

III. Dampak Gempa Bumi

Hingga laporan ini dibuat, menurut informasi dari berita online (https://www.republika.co.id) kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan bencana, yaitu dua orang luka-luka, kerusakan bangunan di Kecamatan Tobelo Barat dan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi dirasakan cukup kuat di sekitar lokasi pusat gempa bumi pada skala intensitas IV-V MMI (Modified Mercally Intensity), di daerah Galela terasa pada skala IV MMI.  Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi sebagian terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah dan sebagian lagi terletak pada KRB gempa bumi rendah. Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat. 
Berdasarkan atlas peta kerentanan likuefaksi yang diterbitkan oleh Badan Geologi, daerah yang berpeluang terjadinya likuefaksi adalah Daerah Galela Utara atau daerah yang berada pada radius kurang dari 6 km dari lokasi pusat gempa bumi. Daerah ini umumnya terletak pada zona kerentanan likeufaksi sedang. Pada beberapa lokasi perlu diwaspadai terutama di sekitar pesisir pantai yang terletak pada daerah zona kerentanan likuefaksi tinggi. Zona kerentanan tinggi dapat mengalami likuefaksi secara merata dan struktur tanah umumnya menjadi rusak. Tipe kerusakan struktur tanah yang dapat terjadi berupa pergeseran lateral, penurunan tanah dan semburan pasir.
Menurut data Badan Geologi kejadian gempa bumi merusak ini merupakan yang ketujuh selama tahun 2022 di Indonesia. Untuk wilayah Provinsi Maluku Utara kejadian gempa bumi merusak ini merupakan yang kedua selama tahun 2022. Kejadian gempa bumi merusak pertama di wilayah Provinsi Maluku Utara terjadi pada tanggal 10 Januari 2022.

IV. Rekomendasi

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, namun tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Bangunan di Kabupaten Halmahera Utara, agar dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
  3. Daerah Kabupaten Halmahera Utara tergolong rawan bencana gempa bumi, oleh karena itu direkomendasikan agar ditingkatkan kegiatan mitigasi bencana gempa bumi melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural
  4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) seperti retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

1804022_halut