Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Perairan Selatan Provinsi Banten, Tanggal 4 Februari 2022

Analisis geologi kejadian gempa bumi tanggal 4 Februari 2022 di perairan selatan Provinsi Banten, sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi

 Gempa bumi terjadi pada hari Jum'at, tanggal 4 Februari 2022, pukul 17:10:45  WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 105,92° BT dan 7,48° LS, berjarak sekitar 72,2 km barat daya Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 10 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 105,949° BT dan 7,305° LS dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 47 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 105,96° BT dan 7,19° LS, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 44 km.     

II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

Daerah selatan Kabupaten Pandeglang dan Lebak, Provinsi Banten dan Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat merupakan  terdekat dengan lokasi pusat gempa bumi. Morfologi daerah terlanda guncangan gempa bumi merupakan dataran dan perbukitan bergelombang hingga terjal. Daerah tersebut pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen (batupasir, batulempung, batugamping) dan batuan rombakan gunungapi, serta endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, aluvial sungai dan batuan rombakan gunungapi muda.  Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. 
Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari BMKG dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas zona penunjaman Lempeng  atau intraslab dengan mekanisme sesar naik dengan komponen mendatar. Zona penunjaman tersebut terbentuk akibat tumbukan antara lempeng benua Eurasia dan lempeng Samudera Indo-Australia sekitar zaman Kapur (sekitar 66 juta tahun yang lalu) dan masih aktif hingga kini. 

III. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut informasi dari BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di Palabuhanratu pada skala intensitas IV MMI (Modified Mercally Intensity), di daerah selatan Kabupaten Lebak (Bayah, Malingping, Panggarangan) pada skala intensitas III MMI.
Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi sebagian besar terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun diperkirakan tidak mengakibatkan terjadinya deformasi bawah laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Menurut data Badan Geologi wilayah pantai selatan Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Sukabumi  tergolong rawan tsunami dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai lebih dari 3 m. 

IV. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
  2. Bangunan di Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Sukabumi harus dibangun dengan menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
  3. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) yaitu retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

 

banten040222