Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Tanggal 10 Januari 2022

Analisis geologi kejadian gempa bumi merusak tanggal 10 Januari 2022 di wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, sebagai berikut:
I. Informasi gempa bumi
Gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 10 Januari 2022, pukul 04:59:07  WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 127,85° BT dan 1,49° LU, berjarak sekitar 31,19 km barat daya Kota Tobelo (ibu kota Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara), dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 10 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 1,489 LU dan 127,867 BT dengan magnitudo M5,6 pada kedalaman 10 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 127,95 BT dan 1,46 LU, dengan magnitudo M5,4 pada kedalaman 10 km.
II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi
Lokasi pusat gempa bumi berada di darat, di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Wilayah sekitar pusat gempa bumi pada umumnya berupa morfologi dataran dan perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh endapan Kuarter berupa endapan aluvial sungai, rombakan, dan batuan rombakan gunungapi muda. Sebagian batuan batuan rombakan gunungapi muda tersebut telah mengalami pelapukan.  Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.
Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari BMKG, USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, dengan mekanisme sesar mendatar yang berarah relatif utara – selatan.  Kejadian gempa bumi ini didahului oleh serangkaian gempabumi yang terjadi 2 hari sebelumnya yaitu tanggal 8 Januari 2022, pada pukul 16:53:42 WIB, dengan dengan magnitudo (M4,5 hingga M5,2).
III. Dampak gempa bumi
Guncangan gempa bumi terasa cukup kuat di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Menurut informasi BMKG guncangan gempa bumi di Halmahera Barat dan Tobelo Barat diperkirakan pada skala intensitas V MMI (Modified Mercally Intensity), sedangkan di Ternate, Tobelo, Wasile, dan Halmahera Timur sebesar III MMI.  Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Halmahera Utara hingga tanggal 10 Januari 2022, pukul: 11.30 WIB kejadian gempa bumi tersebut telah mengakibatkan bencana berupa 57 bangunan rusak sedang hingga ringan di Kecamatan Tobelo Barat dan Kao Barat, dan kerusakan pada fasilitas umum di Kecamatan Kao Barat berupa 4 rumah ibadah dan 1 kantor desa rusak ringan. Bangunan yang mengalami kerusakan sebagian besar berupa rumah bata yang belum diplester. Selain itu kejadian gempa bumi ini mengakibatkan dua orang cedera di Kecamatan Tobelo Barat. Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah dan rendah. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.
IV. Rekomendasi
  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
  3. Bangunan di Kabupaten Halmahera Utara harus dibangun dengan menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
  4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard)  berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

 

dampak_gempa_100122
analisis geologi kejadian gempa bumi merusak tanggal 10 Januari 2022 di wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, sebagai berikut:
I. Informasi gempa bumi
Gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 10 Januari 2022, pukul 04:59:07  WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 127,85° BT dan 1,49° LU, berjarak sekitar 31,19 km barat daya Kota Tobelo (ibu kota Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara), dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 10 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 1,489 LU dan 127,867 BT dengan magnitudo M5,6 pada kedalaman 10 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 127,95 BT dan 1,46 LU, dengan magnitudo M5,4 pada kedalaman 10 km.     
II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi
Lokasi pusat gempa bumi berada di darat, di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Wilayah sekitar pusat gempa bumi pada umumnya berupa morfologi dataran dan perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh endapan Kuarter berupa endapan aluvial sungai, rombakan, dan batuan rombakan gunungapi muda. Sebagian batuan batuan rombakan gunungapi muda tersebut telah mengalami pelapukan.  Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. 
Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari BMKG, USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, dengan mekanisme sesar mendatar yang berarah relatif utara – selatan.  Kejadian gempa bumi ini didahului oleh serangkaian gempabumi yang terjadi 2 hari sebelumnya yaitu tanggal 8 Januari 2022, pada pukul 16:53:42 WIB, dengan dengan magnitudo (M4,5 hingga M5,2).
III. Dampak gempa bumi
Guncangan gempa bumi terasa cukup kuat di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Menurut informasi BMKG guncangan gempa bumi di Halmahera Barat dan Tobelo Barat diperkirakan pada skala intensitas V MMI (Modified Mercally Intensity), sedangkan di Ternate, Tobelo, Wasile, dan Halmahera Timur sebesar III MMI.  Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Halmahera Utara hingga tanggal 10 Januari 2022, pukul: 11.30 WIB kejadian gempa bumi tersebut telah mengakibatkan bencana berupa 57 bangunan rusak sedang hingga ringan di Kecamatan Tobelo Barat dan Kao Barat, dan kerusakan pada fasilitas umum di Kecamatan Kao Barat berupa 4 rumah ibadah dan 1 kantor desa rusak ringan. Bangunan yang mengalami kerusakan sebagian besar berupa rumah bata yang belum diplester. Selain itu kejadian gempa bumi ini mengakibatkan dua orang cedera di Kecamatan Tobelo Barat. Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah dan rendah. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.
IV. Rekomendasi
(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
(3) Bangunan di Kabupaten Halmahera Utara harus dibangun dengan menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(4) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard)  berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi. 
analisis geologi kejadian gempa bumi merusak tanggal 10 Januari 2022 di wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, sebagai berikut:
I. Informasi gempa bumi
Gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 10 Januari 2022, pukul 04:59:07  WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 127,85° BT dan 1,49° LU, berjarak sekitar 31,19 km barat daya Kota Tobelo (ibu kota Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara), dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 10 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 1,489 LU dan 127,867 BT dengan magnitudo M5,6 pada kedalaman 10 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 127,95 BT dan 1,46 LU, dengan magnitudo M5,4 pada kedalaman 10 km.
II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi
Lokasi pusat gempa bumi berada di darat, di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Wilayah sekitar pusat gempa bumi pada umumnya berupa morfologi dataran dan perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh endapan Kuarter berupa endapan aluvial sungai, rombakan, dan batuan rombakan gunungapi muda. Sebagian batuan batuan rombakan gunungapi muda tersebut telah mengalami pelapukan.  Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.
Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari BMKG, USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, dengan mekanisme sesar mendatar yang berarah relatif utara – selatan.  Kejadian gempa bumi ini didahului oleh serangkaian gempabumi yang terjadi 2 hari sebelumnya yaitu tanggal 8 Januari 2022, pada pukul 16:53:42 WIB, dengan dengan magnitudo (M4,5 hingga M5,2).
III. Dampak gempa bumi
Guncangan gempa bumi terasa cukup kuat di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Menurut informasi BMKG guncangan gempa bumi di Halmahera Barat dan Tobelo Barat diperkirakan pada skala intensitas V MMI (Modified Mercally Intensity), sedangkan di Ternate, Tobelo, Wasile, dan Halmahera Timur sebesar III MMI.  Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Halmahera Utara hingga tanggal 10 Januari 2022, pukul: 11.30 WIB kejadian gempa bumi tersebut telah mengakibatkan bencana berupa 57 bangunan rusak sedang hingga ringan di Kecamatan Tobelo Barat dan Kao Barat, dan kerusakan pada fasilitas umum di Kecamatan Kao Barat berupa 4 rumah ibadah dan 1 kantor desa rusak ringan. Bangunan yang mengalami kerusakan sebagian besar berupa rumah bata yang belum diplester. Selain itu kejadian gempa bumi ini mengakibatkan dua orang cedera di Kecamatan Tobelo Barat. Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah dan rendah. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.
IV. Rekomendasi
(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
(3) Bangunan di Kabupaten Halmahera Utara harus dibangun dengan menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(4) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard)  berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.