Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, Tanggal 16 Desember 2021

ANALISIS GEOLOGI KEJADIAN GEMPA BUMI MERUSAK DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA, PROVINSI MALUKU, TANGGAL 16 DESEMBER 2021

Bersama ini, kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi merusak di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi
Gempa bumi terjadi pada hari Kamis tanggal 16 Desember 2021, pukul 11:26:08 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut Banda pada koordinat 128,64 BT dan 6,95 LS berjarak sekitar 161 km timur laut Kota Tiakur (ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku), dengan magnitudo (M 5,6) pada kedalaman 26 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat  7,075 LS dan 128,68 BT dengan magnitudo (M 5,7) pada kedalaman 15,1 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 128,78 BT dan 7,13 LS, dengan magnitudo (M 5,6) pada kedalaman 10 km.

II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi
Pusat gempa bumi berada di laut di sekitar Pulau Damar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Wilayah sekitar pusat gempa bumi pada umumnya berupa pulau – pulau yang terdiri dari morfologi dataran dan perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan berumur Tersier yang tersusun oleh batuan sedimen, dan endapan Kuarter berupa endapan aluvial sungai dan pantai. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan.  Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar mendatar yang berarah relatif timur laut – barat daya. Sebelumnya pada tanggal 11 Desember 2021 juga terjadi gempa bumi merusak pada lokasi yang relatif sama dengan pusat gempa bumi ini. Menurut data BMKG lokasi pusat gempa bumi tanggal 11 Desember 2021 terletak pada koordinat 128,68 BT dan 6,98 LS dengan magnitudo (M 5,6) pada kedalaman 10 km akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar mendatar.

III. Dampak gempa bumi
Hingga laporan ini dibuat menurut informasi dari media online (www.detik.com) dan informasi dari BNPB, kejadian gempa bumi tersebut telah bencana berupa tujuh rumah penduduk dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan di Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya. Guncangan gempa bumi di sekitar daerah lokasi pusat gempa bumi diperkirakan pada skala intensitas IV – V MMI (Modified Mercally Intensity), di daerah Tiakur diperkirakan pada skala intensitas IV MMI. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena tidak mengakibatkan terjadinya deformasi bawah laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi  terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah dan tinggi. Pulau – pulau di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku tergolong rawan tsunami. Menurut data Badan Geologi tinggi tsunami di garis pantai pada pulau – pulau di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya berkisar antara 1,56 m hingga 6,4 m.

IV. Rekomendasi
(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD dan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya.
(3) Bangunan di Kabupaten Maluku Barat Daya harus dibangun dengan menggunakan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(4) Pantai di pulau – pulan Kabupaten Maluku Barat Daya tergolong rawan tsunami, oleh karena itu harus dilakukan upaya mitigasi tsunami.
(5) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard)  berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi dalam dimensi kecil. Oleh karena itu direkomendasikan agar penduduk mewaspadai dampak bahaya ikutan tersebut. Apabila menemukan retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, harap diwaspadai karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi dan guncangan gempa bumi kuat.

================
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Badan Geologi – KESDM