Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Timur Waduk Cirata, Provinsi Jawa Barat

I. Informasi Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu tanggal 8 Desember 2021, pukul 05:18:33 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak di timur Waduk Cirata pada koordinat 6,71 LS dan 107,35 BT, berjarak sekitar 21 km barat daya Kota Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, pada kedalaman 7 km, dengan magnitudo M3,4.

II. Kondisi Geologi Dan Penyebab Gempa Bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak di sebelah timur Waduk Cirata. Daerah tersebut merupakan perbukitan bergelombang yang tersusun oleh endapan Kuarter berupa batuan rombakan gunungapi muda dan endapan aluvial, serta batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan batuan rombakan gunungapi. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, tidak kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan gempa bumi, sehingga rawan gempa bumi. Berdasarkan kedalaman dan lokasi pusat gempa bumi, kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan akibat aktivitas sesar aktif yang terletak di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Berdasarkan data Badan Geologi terdapat sesar berarah relatif barat barat laut – timur tenggara di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Berdasarkan kenampakan data Demnas (Digital elevation model national) juga terlihat adanya kelurusan berarah relatif barat barat laut – timur tenggara di sekitar lokasi pusat gempa bumi.

III. Dampak Gempa Bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada laporan mengenai korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di sekitar lokasi pusat gempa bumi dirasakan dengan skala intensitas sekitar III MMI (Modified Mercally Intensity), di daerah Waduk Cirata dan Cipeundeuy. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat. Menurut data Badan Geologi, permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah dan sebagian terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

IV. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Bangunan yang terletak pada KRB menengah hingga tinggi harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
  3. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa gerakan tanah, likuefaksi, retakan tanah dan penurunan tanah.

 

081221_cirata