Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, Tanggal 11 November 2021

111121_kaimana

Bersama ini, kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi

Berdasarkan informasi dari BMKG kejadian gempa bumi terjadi pada hari Kamis, tanggal 11 November 2021, pada pukul 00:46:41 WIB, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 134,21° BT dan 4,29° LS, berjarak sekitar 84,5 km tenggara Kota Kaimana (ibu kota Kabupaten Kaimana), pada kedalaman 14 km, dengan magnitudo (M6,1). Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui program GEOFON menginformasikan bahwa lokasi gempa bumi berada pada koordinat 134,07° BT dan 4,42° LS pada kedalaman 20 km dengan magnitudo (M6,0). Menurut data The United States Geological Survey (USGS), Amerika, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 134,185° BT dan 4,353° LS, dengan magnitudo (M6,0) pada kedalaman 10 km.

 

II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut dekat dengan daerah Kabupaten Kaimana. Secara umum, morfologinya merupakan dataran (umumnya dataran pantai), perbukitan bergelombang dan perbukitan terjal. Daerah tersebut tersusun oleh endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai dan aluvial sungai; batuan berumur Tersier terdiri-dari batuan sedimen dan batugamping; serta batuan berumur Pra Tersier terdiri-dari batuan metamorf, marmer dan batuan meta sedimen. Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, serta data mekanisme sumber dari BMKG dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif, yaitu sesar Tarera Aiduna dengan mekanisme sesar mendatar pada kedudukan Strike= N 66,3o E, Dip= 78o, Rake= 0,5o.

 

III. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat menurut informasi yang dihimpun dari media online kejadian gempa bumi ini tidak mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi terasa di daerah kabupaten Kaimana pada skala intensitas sekitar III-IV MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Menurut data Badan Geologi, permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah dan tinggi. Sementara itu menurut Peta KRB Tsunami level 1, daerah pantai selatan Kabupaten Kaimana berpotensi terlanda tsunami dengan ketinggian tsunami di pantai sekitar 2,01 m hingga 4,1 m.

 

IV. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Bangunan yang terletak pada KRB gempa bumi menengah hingga tinggi harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
  3. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi dalam dimensi kecil. Oleh karena itu direkomendasikan apabila menemukan retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, harap diwaspadai karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan guncangan gempa bumi kuat.