Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Tanggal 16 Oktober 2021

Laporan kejadian gempa bumi merusak di Baratlaut Karangasem, Provinsi Bali, sebagai berikut:

Informasi gempa bumi

Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, tanggal 16 Oktober 2021, pukul 03:18:23 WIB, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 8,32°LS dan 115,45°BT, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 8 km baratlaut Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Menurut informasi dari The United States Geological Survey(USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 115,461° BT dan 8,348° LS, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 10 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum(GFZ), Jerman lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 115,40° BT dan 8,26° LS, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 10 km.

Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

Wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempa bumi adalah Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, terutama daerah Kintamani, Penelokan, Bangli, Kubu, dan Rendang. Pada  umumnya merupakan pegunungan dan perbukitan landai hingga terjal, dan sebagian merupakan pedataran. Daerah ini tersusun sebagian besar oleh Batuan Gunungapi Buyan-Baratan dan Batur (terdiri dari lahar dan tuf), batuan gunungapi Agung (terdiri – dari aglomerat, tuf, lava, lahar dan ignimbrite, hasil kegiatan Gn. Agung) berumur Kuarter, dan endapan aluvium (terdiri – dari kerakal, kerikil, pasir, lanau, dan lempung sebagai endapan sungai dan danau). Endapan alluvium dan batuan Kuarter yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu morfologi perbukitan terjal telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu oleh guncangan gempabumi kuat di daerah ini dan juga curah hujan tinggi. Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi. 

Dampak gempa bumi

Berdasarkan data Shakemap BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Denpasar, Karangasem, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram. Guncangan di sekitar lokasi pusat gempa bumi diperkirakan pada skala intensitas V MMI (Modified Mercally Intensity) . Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Bangli  terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi tinggi sampai menengah. Berdasarkan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (Badan Geologi) daerah Bangli sebagian besar termasuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah, yang artinya pada daerah ini terjadi gerakan tanah pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, dan tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan. Kejadian gempabumi ini menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah dan korban jiwa tertimbun longsor di Kabupaten Karangasem (20.detik.com). Di Kabupaten Bangli, Desa Trunyan, korban akibat gempabumi ini 2 orang tewas, 4 orang sempat tertimbun runtuhan rumah tapi dapat diselamatkan. Di Kecamatan Rendang, Desa Pempatan sejumlah rumah rusak berat; di Kecamatan Kubu (Desa Ban, Dusun Daya, Cegi, Glundungan , Darma Aji, dan Dusun Manik Aji) terdapat beberapa rumah rusak dan warga mengalami luka-luka akibat runtuhan bangunan (https://fajar.co.id/2021/10/16/gempa-guncang-karangasem-beberapa-warga-mengalami-luka/). Di Banjar Dinas Jatituhu, Desa Ban, satu orang anak berumur 3 tahun meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan. Daerah-daerah yang mengalami kerusakan tersebut sebagian besar berada pada lereng dengan kemiringan sekitar 30 o dan termasuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena lokasi sumber gempabumi di darat.

Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
  2. Bangunan yang terletak pada KRB menengah harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
  3. Kejadian gempa bumi ini mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, longsoran, dan runtuhan batu (rockfall).
  4. Penduduk agar waspada apabila terjadi retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

baligempa161021