Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku Tanggal 4 Oktober 2021

Analisis geologi kejadian gempa bumi di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku sebagai berikut:
Informasi gempa bumi
Gempa bumi terjadi pada hari Senin tanggal 4 Oktober 2021 pukul 21:28:45 WIB. Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 3,53°LS dan 129,64°BT dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 86,9 km timur tenggara kota Masohi (ibukota Kabupaten Maluku Tengah), Provinsi Maluku. Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 129,558° BT dan 3,685° LS, dengan magnitudo (M5,8) pada kedalaman 32 km. Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 129,59° BT dan 3,66° LS, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 34 km.
Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi
Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut yaitu di Teluk Taluti, Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah. Daerah yang terdekat dengan pusat gempa bumi yaitu Kabupaten Maluku Tengah, terutama daerah pantai Teluk Taluti merupakan morfologi pantai yang berbatasan dengan perbukitan bergelombang hingga terjal pada bagian utaranya. Daerah pantai tersebut disusun oleh endapan Kuarter berupa aluvial pantai dan sungai, bagian tengahnya sebagian besar tersusun oleh Formasi Komplek Tehoru berumur Pra Tersier berupa batuan metamorf dan Formasi Wahai berupa Napal, batugamping pasiran, batupasir, dan napal tufan yang berumur Tersier.  Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, serta data mekanisme sumber dari GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di daerah Teluk Taluti, dengan mekanisme sesar mendatar pada kedudukan Strike= N 71o E, Dip= 76o, Rake= -2o.  Sebelumnya pada tanggal 16 Juni 2021 telah terjadi gempa bumi merusak dengan lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 3,39°LS dan 129,56°BT, magnitudo (M6,1), kedalaman 10 km dan memicu terjadinya retakan tanah, gerakan tanah, serta tsunami kecil di pantai Tehoru.
Dampak gempa bumi
Kejadian gempa bumi sempat menimbulkan kepanikan masyarakat di daerah Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah. Guncangan gempa bumi terasa cukup kuat. Menurut data BMKG dan informasi dari penduduk setempat guncangan gempa bumi di sekitar lokasi pusat gempa bumi dirasakan dengan intensitas sekitar IV MMI (Modified Mercally Intensity). Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.
Berdasarkan catatan Badan Geologi, daerah Tehoru dan sekitarnya pernah terlanda tsunami akibat longsoran yang dipicu gempa bumi pada tanggal 28 januari 2006 dengan magnitudo M7,4 dan tanggal 29 September 1899 dengan magnitudo M7,8. Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Maluku Tengah terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa menengah hingga tinggi. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak terletak pada KRB gempa bumi menengah. Berdasarkan Peta Kawasan Rawan Bencana Tsunami (KRBT) level 1, daerah pantai selatan Pulau Seram berpotensi terlanda tsunami dengan ketinggian tsunami di pantai mencapai 5,3 m.
Rekomendasi
  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil.
  2. Bangunan dan rumah penduduk di yang terletak pada KRB  gempa bumi menengah harus dibangun dengan bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan tempat dan jalur evakuasi.
  3. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, likuefaksi dan gerakan tanah.

 

maluku51021