Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah, Tanggal 26 Juli 2021

una-una 26721

Laporan analisis geologi kejadian gempa bumi di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi

Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 26 Juli 2021, pukul 19:09:07 WIB. Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 0,73°LS dan 121,92°BT, dengan magnitudo (M6,5) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 41,2 km timur laut kota Ampana (Ibukota Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah).  Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 121,931° BT dan 0,748° LS, dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 10,7 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 122,04° BT dan 0,71° LS, dengan magnitudo (M6,1) pada kedalaman 10 km. Sebelumnya pada hari yang sama pukul 10:52:03 WIB telah terjadi gempa bumi yang berjarak sekitar 5,5 km sebelah barat kejadian gempa bumi pukul 19:09:07 WIB, dengan Magnitudo (M5,9) pada kedalaman 10 km. Kejadian gempa bumi pada pukul 19:09:07 WIB diperkirakan merupakan gempa bumi awal (foreshock) dan kejadian pukul 19:09:07 WIB diperkirakan sebagai gempa bumi utama (mainshock).

II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

Wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempa bumi adalah Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, terutama Pulau Una-una, Batudaka, Togean, dan Walea. Morfologi wilayah Kabupaten Tojo Una-Una umumnya merupakan perbukitan bergelombang hingga terjal, lembah dan dataran pantai. Daerah Kecamatan Ampana sebagai ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una merupakan daerah dataran pantai dengan kemiringan sekitar 0-2 %. Daerah Kabupaten Tojo Una-Una tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf dan meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen, batugamping dan batuan rombakan gunungapi) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan aluvial pantai, sungai dan rombakan dari batuan sekitarnya). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu morfologi perbukitan terjal yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu oleh guncangan gempabumi kuat di daerah ini dan juga curah hujan tinggi. Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan data mekanisme sumber dari USGS Amerika Serikat, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif berupa sesar normal di perairan timur laut Kota Ampana. Sesar normal ini berarah barat laut – tenggara. 

III. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini disusun belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi terasa cukup kuat di Kota Ampana yang mengakibatkan masyarakat panik. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di sekitar lokasi pusat gempa bumi diperkirakan pada skala intensitas V – VI MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Tojo Una-Una terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. Sebagian besar permukiman penduduk di Kabupaten Tojo Una-una yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada KRB gempa bumi menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena walaupun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak  cukup kuat untuk menyebabkan deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

IV. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
  2. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan kerusakan bangunan. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman
  3. Bangunan yang terletak pada KRB menengah dan tinggi harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
  4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi tipe non aliran. Oleh karena itu penduduk agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya fenomena tersebut
  5. Penduduk agar waspada apabila terjadi retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.