Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Tanggal 22 Juli 2021

mamasa220721

Laporan kejadian gempa bumi merusak di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi

 Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Kamis, tanggal 22 Juli 2021, pukul 00:44:22 WIB, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 2,96°LS dan 119,43°BT, dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 5,7 km tenggara Kota Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 119,388° BT dan 2,969° LS, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 11,4 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 119,42° BT dan 2,98° LS, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 10 km.

II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

 Wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempa bumi adalah Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Wilayah ini merupakan morfologi perbukitan hingga perbukitan terjal, lembah dan dataran. Kota Mamasa merupakan lembah yang dikelilingi oleh perbukitan hingga perbukitan terjal. Daerah Mamasa tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf dan meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batuan rombakan gunungapi) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan aluvial dan rombakan dari batuan sekitarnya). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu morfologi perbukitan terjal yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu oleh guncangan gempabumi kuat di daerah ini dan juga curah hujan tinggi. Kejadian gempa bumi merusak tanggal 15 Januari 2021 yang lalu mengakibatkan terjadinya gerakan tanah yang massif di wilayah Sulawesi Barat. 
Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif berupa sesar normal di sekitar lokasi pusat gempa bumi yang berarah timur laut-barat daya. Menurut data Badan Geologi pada bagian barat daerah Mamasa terdapat struktur geologi berupa jalur sesar naik ini berasosiasi dengan lipatan (fold thrust belt) yang tersebar hingga perairan Provinsi Sulawesi Barat.

III. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat menurut informasi dari media online (www.iNSulteng.com) kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan bencana berupa kerusakan bangunan dan gerakan tanah di daerah Mamasa. Guncangan gempa bumi dirasakan di sekitar lokasi pusat gempa bumi diperkirakan pada skala intensitas IV – V MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Kabupaten Mamasa terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah. Sebagian besar permukiman penduduk di Kabupaten Mamasa yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada KRB gempa bumi menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.

IV. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
  2. Bangunan yang terletak pada KRB menengah harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
  3. Kejadian gempa bumi ini berpotensi mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, dan gerakan tanah
  4. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan direkomendasikan untuk mengungsi ke tempat yang aman
  5. Penduduk agar waspada apabila terjadi retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.