Laporan Singkat Dan Rekomendasi Teknis Gempa Bumi Cianjur Tanggal 5 Juni 2021

Laporan singkat tanggap darurat kejadian gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan Tim Tanggap Darurat (TTD) Badan Geologi (BG), dan data sekunder lainnya sebagai berikut:

1. Informasi Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu tanggal 5 Juni 2021, pukul 21:52:00 WIB. Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 6,84° LS dan 107,16° BT dengan magnitudo (M3,0) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 3 km tenggara Kota Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Stasiun USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman tidak mencatat kejadian gempa bumi tersebut.

2. Kondisi Geologi Daerah Terlanda Gempa Bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan Kota Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Kota Cianjur dan daerah di sekitar lokasi pusat gempa bumi merupakan bagian bawah dari morfologi tubuh gunung api, yaitu gunung api Gede Pangrango yang tergolong sebagai gunung api tipe A. Morfologi tersebut membentuk dataran bergelombang di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter, yaitu batuan rombakan gunung api muda hasil erupsi gunung api Gede Pangrango yang terdiri – dari breksi gunungapi, lahar, lapili dan tuff. Sebagian batuan rombakan gunung api tersebut telah mengalami pelapukan. Pelapukan batuan rombakan gunungapi muda mengakibatkan terbentuknya tanah gembur dan subur yang ditunjang oleh posisi muka air tanah dangkal. Batuan rombakan gunung api muda tersebut sebagian telah mengalami pelapukan, dan pada umumnya bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated), memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

3. Penyebab Gempa Bumi

Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Karakteristik dari sesar aktif penyebab kejadian gempa bumi ini (meliputi sebaran, magnitudo maksimum dan laju geser) belum diketahui. Berdasarkan data citra Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) tidak terlihat secara jelas adanya kelurusan di sekitar lokasi pusat gempa bumi.

4.  Gempa Bumi Susulan

Stasiun BMKG tidak mencatat kejadian gempa bumi susulan. Berdasarkan informasi dari penduduk setempat juga tidak terasa gempa bumi susulan. Pada umumnya jumlah dan kekuatan gempa bumi susulan yang terjadi akan terus menurun, hal ini mengindikasikan bahwa blok batuan yang telah terpatahkan, terdeformasi dan mengakibatkan terjadinya gempa bumi sedang menuju proses keseimbangan.

5. Dampak Gempa Bumi 

Hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh TTD BG memperlihatkan bahwa kejadian gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 tersebut tidak mengakibatkan terjadinya bencana di daerah Cianjur, Provinsi Jawa Barat, namun sempat menimbulkan kepanikan bagi penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Lokasi pusat gempa bumi merupakan Perumahan Asri Lestari yang terletak di Kampung Munjul, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku. Penduduk di perumahan tersebut merasakan guncangan gempa bumi sekitar 5 detik.

Guncangan gempa bumi maksimum terjadi di Desa Munjul, Kecamatan Cilaku yang mencapai skala intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity) (Gambar 1). Hal ini dicirikan oleh terasa di dalam rumah seperti ada truk besar lewat atau terasa seperti ada barang berat yang menabrak dinding rumah, sebagian besar orang merasakan di luar bangunan, barang yang bergantung bergoyang-goyang, jendela dan pintu berderik, dan gelas-gelas gemerincing,

Pengukuran mikrotremor menggunakan peralatan seismograf portable memperlihatkan bahwa di Perumahan Asri Lestari mempunyai frekuensi tanah 3,985 Hertz, nilai Vs30 sebesar 478,2 m/det, dan tergolong pada kelas tanah C (tanah sangat padat). Kondisi ini cukup menguntungkan untuk dibangun perumahan, apalagi bila didukung oleh bangunan menggunakan konstruksi tahan gempa bumi. Faktor ini yang mengakibatkan tidak terjadi kerusakan bangunan. Namun demikian tetap harus diantisipasi apabila di kemudian hari terjadi perulangan gempa bumi dengan kekuatan yang lebih besar. Pengamatan lapangan memperlihatkan bahwa pada lokasi tersebut merupakan bekas persawahan yang kemudian dijadikan perumahan. Muka air tanah di lokasi ini relatif dangkal, yaitu kurang dari 10 m.

Selama melaksanakan kegiatan survei lapangan, disamping melakukan pemetaan dampak gempa bumi secara langsung di lapangan, TTD BG juga melakukan koordinasi dan diskusi tentang mitigasi gempa bumi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Cianjur, aparat Desa Munjul, Kecamatan Cilaku. Selain itu pada lokasi terdampak, TTD BG juga melaksanakan kegiatan sosialisasi dan diskusi secara langsung kepada warga setempat yang bertujuan untuk mengurangi keresahan/ kepanikan masyarakat terhadap isu seputar gempa bumi dan memberikan saran dalam membangun rumah pada kawasan rawan gempa bumi.

Menurut Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi (KRBG) daerah Jawa Barat yang diterbitkan oleh Badan Geologi tahun 2019, daerah – daerah yang mengalami guncangan gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 terutama Desa Munjul, Kecamatan Cilaku terletak pada KRBG tinggi yang artinya kawasan yang berpotensi terlanda guncangan dengan skala intensitas gempa bumi lebih dari VII MMI (Gambar 2). Oleh karena itu untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi, bangunan pada daerah ini tetap harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi. Gambar 3 hingga gambar 6 merupakan foto-foto kegiatan TTD BG.

gambar-1

Gambar 1. Peta Intensitas gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 di Kabupaten Cianjur,Provinsi Jawa Barat.

 

6. Kesimpulan

  • Kabupaten Cianjur tergolong daerah rawan gempa bumi karena terletak dekat dengan sumber gempa bumi yaitu sesar aktif di darat (sesar Rajamandala) dan zona penunjaman yang terletak di laut (selatan daerah Sukabumi) akibat tumbukan antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia.
  • Gempa bumi Cianjur tanggal 5 Juni 2021 bersumber dari aktivitas sesar aktif yang terletak di sekitar lokasi pusat gempa bumi dan belum diketahui karakteristiknya. Kejadian gempa bumi ini tidak mengakibatkan terjadinya kerusakan bangunan, meskipun sempat menimbulkan kepanikan penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Guncangan gempa bumi maksimum terjadi di Kampung Munjul, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku, pada skala intensitas IV MMI.
  • Lokasi Kampung Munjul, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku merupakan dataran bergelombang yang tersusun oleh endapan Kuarter berupa pelapukan dari pelapukan batuan rombakan gunung api muda mengakibatkan terbentuknya tanah gembur dan subur yang ditunjang oleh posisi muka air tanah dangkal.

 

gambar-2

Gambar 2. Peta KRBG Provinsi Jawa Barat dan lokasi pusat gempa bumi tanggal 5 Juni 2021.

 

7.  Rekomendasi

 

  • Sumber gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 belum diketahui. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Cianjur harus melakukan penyelidikan guna mengetahui secara pasti karakteristik sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi tanggal 5 Juni 2021.
  • Oleh karena daerah Kabupaten Cianjur tergolong rawan gempa bumi, maka harus selalu ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi secara struktural dan non struktural. Mitigasi struktural dilakukan dengan membangun bangunan tahan gempa bumi, tempat dan jalur evakuasi. Mitigasi non struktural dilakukan dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dan aparat dalam menghadapi bencana gempa bumi di kemudian hari, misalnya : sosialisasi, simulasi dan wajib latih.
  • Sehubunga dengan lokasi Kampung Munjul, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku yang tersusun oleh endapan Kuarter berupa pelapukan dari pelapukan batuan rombakan gunungapi muda dan muka air tanah dangkal, maka bangunan di lokasi tersebut harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan juga memperhitungkan kerentanan potensi likuefaksi.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cianjur apabila akan melakukan revisi tata ruang agar menggunakan data dari Badan Geologi (Peta KRBG, Peta KRBT, Peta KRB Gunungapi, Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, data hasil TTD BG).
  • Bangunan vital, strategis dan mengundang konsentrasi banyak orang agar dibangun mengikuti kaidah – kaidah bangunan tahan gempa bumi; menghindari membangun pada tanah rawa dan tanah urug yang tidak memenuhi persyaratan teknis karena rawan terhadap guncangan gempa bumi; menghindari membangun pada bagian atas punggungan, tebing lereng terjal yang telah mengalami pelapukan dan kondisi tanahnya gembur karena akan berpotensi terjadinya gerakan tanah/ longsor yang dipicu oleh guncangan gempa bumi maupun curah hujan tinggi.
  • Agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Cianjur memasukkan materi kebencanaan geologi (gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan gerakan tanah) ke dalam kurikulum pendidikan agar para guru dan pelajar dapat memperoleh pengetahuan tentang mitigasi bencana geologi.
  • Agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan pemetaan geologi pasca kejadian bencana. Hal ini sejalan dengan pasal 7 dan 9 Permen ESDM nomor 11 tahun 2016 tentang Penetapan Kawasan Rawan Bencana Geologi. Pemetaan geologi bertujuan untuk memetakan kerusakan tanah dan batuan akibat kejadian bencana geologi termasuk kejadian gempa bumi, dan peta ini menjadi dasar revisi tata ruang. Oleh karena itu kami mohon kiranya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara rutin guna mengantisipasi perulangan kejadian serupa. Untuk hasil kegiatan yang lebih optimal maka kegiatan ini dilakukan oleh SKPD yang memiliki tugas dan fungsi di bidang geologi.

 

gambar-3

Gambar 3. TTD BG melakukan koordinasi dan diskusi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat  (Bapak Yuniarto sebelah kiri sebagai Kasubbag Kepegawaian dan Umum) terkait kejadian gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 di Cianjur

gambar-4

 

Gambar 4. TTD BG melakukan koordinasi dan diskusi dengan Kalak BPBD Kabupaten Cianjur (Bapak Dedi Supriadi, ketiga dari kiri) terkait kejadian gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 dan mitigasi gempa bumi.

gambar-5

 

Gambar 5. Lokasi pusat gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 yang merupakan Perumahan Asri lestari, Kampung Munjul, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku. Perumahan tersebut awalnya merupakan sawah.

gambar-6

Gambar 6. Pengukuran mikrotremor di Perumahan Asri lestari, Kampung Munjul, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku. 



 

Gambar 2. Peta KRBG Provinsi Jawa Barat dan lokasi pusat gempa bumi

tanggal 5 Juni 2021.