Laporan Singkat Dan Rekomendasi Teknis Gempa Bumi Merusak Sukabumi Tanggal 5 Juni 2021

Laporan singkat tanggap darurat bencana kejadian gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan Tim Tanggap Darurat (TTD) Badan Geologi (BG), dan data sekunder lainnya sebagai berikut:

1. Informasi Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu tanggal 5 Juni 2021, pukul 12:47:42 WIB. Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 6,95° LS dan 106,97° BT dengan magnitudo (M3,0) pada kedalaman 3 km, berjarak sekitar 6,2 km tenggara Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Stasiun USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman tidak mencatat kejadian gempa bumi tersebut.

2. Kondisi Geologi Daerah Terlanda Gempa Bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan Kota dan Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kota Sukabumi merupakan bagian bawah dari morfologi gunungapi, sedangkan daerah lainnya di sekitar lokasi pusat gempa bumi merupakan morfologi perbukitan, lembah dan dataran bergelombang. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Tersier dan endapan Kuarter. Batuan berumur Tersier terdiri-dari batupasir, batulempung, batulanau, batuan rombakan gunungapi (breksi gunungapi dan lava) dan batugamping. Sebagian batuan tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi muda (breksi gunungapi, lapilli, tuff dan lava). Pelapukan batuan rombakan gunungapi muda mengakibatkan terbentuknya tanah gembur dan subur yang ditunjang muka air tanah dangkal. Batuan rombakan gunungapi muda juga sebagian telah mengalami pelapukan. Batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan Kuarter pada umumnya bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated), memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

3. Penyebab Gempa Bumi

Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif, yaitu sesar Cimandiri. Menurut data Badan Geologi sesar Cimandiri merupakan sesar mendatar mengiri dengan sedikit komponen naik yang membentang mulai dari Teluk Palabuhanratu hingga tenggara kota Sukabumi, dan terbagi menjadi tiga segmen dari barat ke timur : segmen Cibuntu, Padabeunghar dan Baros. Lokasi pusat gempa bumi terletak pada segmen bagian timur sesar Cimandiri, yaitu segmen Baros, dan segmen ini pernah mengakibatkan kejadian gempa bumi merusak pada tahun 1982.

4. Gempa Bumi Susulan

Stasiun BMKG tidak mencatat kejadian gempa bumi susulan. Berdasarkan informasi dari penduduk setempat juga tidak terasa gempa bumi susulan. Pada umumnya jumlah dan kekuatan gempa bumi susulan yang terjadi akan terus menurun, hal ini mengindikasikan bahwa blok batuan yang telah terpatahkan, terdeformasi dan mengakibatkan terjadinya gempa bumi sedang menuju proses keseimbangan.

5. Dampak Gempa Bumi 

Kejadian gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 telah mengakibatkan bencana di daerah Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh TTD BG kejadian gempa bumi tersebut telah mengakibatkan 12 rumah penduduk mengalami kerusakan yaitu : 10 rumah penduduk di Kampung Babakan Sempur, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas dan 2 rumah penduduk di Kampung Babakan, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebunpedes. Kerusakan tersebut tergolong kerusakan ringan berupa : merosotnya genting, retakan dinding, mengelupasnya plester, retakan lantai, jatuhnya plafon. Selain itu terjadi gerakan tanah dimensi kecil di RT 02, RW 14, Kampung Babakan Sempur, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas.

Kejadian gempa bumi ini tidak mengakibatkan terjadinya sesar permukaan (surface rupture) dan bahaya ikutan (collateral hazard) seperti likuefaksi, retakan tanah dan penurunan tanah. Guncangan gempa bumi maksimum terjadi di Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas dan Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebunpedes yang mencapai skala intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity) (Gambar 1). Hal ini dicirikan oleh terasa di dalam rumah seperti ada truk besar lewat atau terasa seperti ada barang berat yang menabrak dinding rumah, sebagian besar orang merasakan di luar bangunan, barang yang bergantung bergoyang-goyang, jendela dan pintu berderik, barang pecah-belah pecah, gelas-gelas gemerincing, genting merosot, terjadi retakan dinding.

Pengukuran mikrotremor menggunakan peralatan seismograf portable memperlihatkan bahwa di Kampung Babakan Sempur, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas mempunyai frekuensi tanah 1,141 Hertz, nilai Vs30 sebesar 136,92 m/det, dan tergolong pada kelas tanah E (tanah lunak). Karakteristik tanah di Kampung Babakan, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebunpedes mempunyai Frekuensi tanah 2,113 Hertz dan nilai Vs30 sebesar 253,56 m/det, dan tergolong pada kelas tanah D (tanah sedang). Kondisi tanah ini diperkirakan mengalami penguatan gelombang seismik dan mengakibatkan terjadinya kerusakan. Selain itu kondisi bangunan pada umumnya bersifat bangunan tidak tahan guncangan gempa bumi. Pengamatan lapangan memperlihatkan bahwa pada lokasi tersebut tersusun oleh tanah pelapukan dari batuan rombakan gunungapi muda dan endapan sungai, sehingga mengakibatkan terbentuknya tanah gembur, bersifat lepas dan cukup jenuh air.

Selama melaksanakan kegiatan survei lapangan, disamping melakukan pemetaan dampak gempa bumi secara langsung di lapangan, TTD BG juga melakukan koordinasi dan diskusi tentang mitigasi gempa bumi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Sukabumi, aparat Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, aparat Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes. Selain itu pada lokasi terdampak, TTD BG juga melaksanakan kegiatan sosialisasi dan diskusi secara langsung kepada warga setempat yang bertujuan untuk mengurangi keresahan/ kepanikan masyarakat terhadap isu seputar gempa bumi dan sesar Cimandiri, serta memberikan saran dalam membangun rumah pada kawasan rawan gempa bumi.

Daerah – daerah yang mengalami kerusakan bersifat lokal dan terkonsentrasi di Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas dan Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebunpedes. Menurut Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi (KRBG) daerah Jawa Barat yang diterbitkan oleh Badan Geologi tahun 2019 (Gambar 2), lokasi kerusakan bangunan terletak pada KRBG tinggi yang artinya kawasan yang berpotensi terlanda guncangan lebih dari skala intensitas VII MMI. Gambar 3 hingga gambar 10 merupakan foto-foto kegiatan TTD BG.

gambar-1

 

Gambar 1. Peta Intensitas gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

 

6. Kesimpulan

  • Kabupaten Sukabumi tergolong daerah rawan gempa bumi karena terletak dekat dengan sumber gempa bumi yaitu sesar aktif di darat (sesar Cimandiri dan sesar Walat) dan zona penunjaman yang terletak di laut (selatan daerah Sukabumi) akibat tumbukan antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia.
  • Gempa bumi Sukabumi tanggal 5 Juni 2021 bersumber dari aktivitas zona sesar Cimandiri pada segmen Baros dan telah mengakibatkan bencana berupa 12 rumah penduduk mengalami kerusakan di Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas dan Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebunpedes. Selain itu terjadi gerakan tanah dimensi kecil terkonsentrasi di Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas. Guncangan maksimum terjadi di kedua lokasi tersebut pada skala intensitas IV MMI.
  • Kejadian gempa bumi ini tidak mengakibatkan terjadinya sesar permukaan (surface rupture) dan bahaya ikutan (collateral hazard) seperti likuefaksi, retakan tanah dan penurunan tanah.
  • Kerusakan bangunan diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu : bangunan bersifat non engineering building, terletak dekat dengan sumber gempa bumi yaitu sesar Cimandiri pada segmen Baros, terletak pada endapan Kuarter (endapan teras sungai, endapan rawa dan pelapukan batuan rombakan gunungapi muda).

 

gambar-2

 

Gambar 2. Peta KRBG Provinsi Jawa Barat dan lokasi pusat gempa bumi tanggal 5 Juni 2021.

 

7. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat dan tidak terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan tentang gempa bumi dan pergerakan sesar Cimandiri.
  • Oleh karena daerah Sukabumi tergolong rawan gempa bumi, maka harus selalu ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi secara struktural dan non struktural. Mitigasi struktural dilakukan dengan membangun bangunan tahan gempa bumi, tempat dan jalur evakuasi. Mitigasi non struktural dilakukan dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dan aparat dalam menghadapi bencana gempa bumi di kemudian hari, misalnya : sosialisasi, simulasi dan wajib latih.
  • Berdasarkan data Badan Geologi, daerah bencana yaitu Kecamatan Cireunghas dan Kebonpedes sebelumnya pernah mengalami bencana gempa bumi tahun 1982, juga terjadi di Kecamatan Sukaraja dan Gegerbitung. Survei lapangan TTD BG di daerah bencana yaitu Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas dan Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, sebagian besar masyarakat belum terlibat pada kegiatan sosialisasi, simulasi dan wajib latih tentang mitigasi gempa bumi. Sehubungan dengan hal tersebut direkomendasikan agar pada empat kecamatan tersebut lebih ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi dan dilakukan pemasangan rambu pada jalur dan zona sesar Cimandiri.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/ Kota Sukabumi apabila akan melakukan revisi tata ruang agar menggunakan data dari Badan Geologi (Peta KRBG, Peta KRBT, Peta KRB Gunungapi, Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, data hasil TTD BG).
  • Bangunan vital, strategis dan mengundang konsentrasi banyak orang agar dibangun mengikuti kaidah – kaidah bangunan tahan gempa bumi; menghindari membangun pada tanah rawa dan tanah urug yang tidak memenuhi persyaratan teknis karena rawan terhadap guncangan gempa bumi; menghindari membangun pada bagian atas punggungan, tebing lereng terjal yang telah mengalami pelapukan dan kondisi tanahnya gembur karena akan berpotensi terjadinya gerakan tanah/ longsor yang dipicu oleh guncangan gempa bumi maupun curah hujan tinggi.
  • Agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/ Kota Sukabumi memasukkan materi kebencanaan geologi (gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan gerakan tanah) ke dalam kurikulum pendidikan agar para guru dan pelajar dapat memperoleh pengetahuan tentang mitigasi bencana geologi.
  • Agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan pemetaan geologi pasca kejadian bencana. Hal ini sejalan dengan pasal 7 dan 9 Permen ESDM nomor 11 tahun 2016 tentang Penetapan Kawasan Rawan Bencana Geologi. Pemetaan geologi bertujuan untuk memetakan kerusakan tanah dan batuan akibat kejadian bencana geologi termasuk kejadian gempa bumi, dan peta ini menjadi dasar revisi tata ruang. Oleh karena itu kami mohon kiranya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara rutin guna mengantisipasi perulangan kejadian serupa. Untuk hasil kegiatan yang lebih optimal maka kegiatan ini dilakukan oleh SKPD yang memiliki tugas dan fungsi di bidang geologi.

gambar-3

Gambar 3. TTD BG melakukan koordinasi dan diskusi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat (Bapak Permadi nomor dua dari kanan, sebagai Kabid Pertambangan) terkait kejadian gempa bumi merusak di Sukabumi dan Jawa Barat.

gambar-4

Gambar 4. TTD BG melakukan koordinasi dan diskusi dengan Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi (ibu Anita) terkait kejadian gempa bumi merusak tanggal 5 Juni 2021 dan mitigasi gempa bumi.

gambar-5

Gambar 5. Retakan dinding rumah penduduk di RT 02, RW 04, Kampung Babakan, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes akibat gempa bumi tanggal 4 Juni 2021.

gambar-6

Gambar 6. Retakan dinding dan kerusakan plafon rumah penduduk di RT 02, RW 14, Kampung Babakan Sempur, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas akibat gempa bumi tanggal 4 Juni 2021.

gambar-7

Gambar 7. Retakan lantai dan longsoran kecil (telah diperbaiki) di RT 02, RW 14, Kampung Babakan Sempur, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas akibat gempa bumi tanggal 4 Juni 2021

gambar-8

Gambar 8. Retakan dinding rumah penduduk di RT 02, RW 14, Kampung Babakan Sempur, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas akibat gempa bumi tanggal 4 Juni 2021

gambar-9

Gambar 9. Pengukuran mikrotremor pada rumah penduduk yang mengalami kerusakan di RT 01, RW 14, Kampung Babakan Sempur, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas.

gambar-10

 

Gambar 10. Diskusi tentang gempa bumi tanggal 5 Juni 2021 dengan penduduk di RT 01, RW 14, Kampung Babakan Sempur, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas.