Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku Tanggal 7 Juni 2021

Maluku 070621

Bersama ini, kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluklu, sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Senin tanggal 7 Juni 2021, pukul 12:15:58 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 4,72° LS dan 133,78° BT dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 27 km, berjarak sekitar 125,8 km barat laut Kota Dobo (ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku). Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 133,76° BT dan 4,83° LS, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 10 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi pada koordinat 133,725° BT dan 4,755° LU pada kedalaman 10 km dengan magnitudo (M5,3).

 

II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Kepulauan Aru. Daerah tersebut secara umum merupakan morfologi perbukitan, lembah dan dataran pantai. Batuannya merupakan batuan berumur Pra Tersier (batuan metamorf, meta sedimen), Tersier (batuan sedimen, batugamping) dan endapan Kuarter (endapan aluvial pantai dan sungai). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier telah mengalami pelapukan. Batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan serta endapan Kuarter pada umumnya bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber dari GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar normal berarah utara timur laut hingga selatan barat daya.

 

III. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi terasa di Kabupaten Kepulauan Aru diperkirakan terasa pada skala intensitas II – III MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Kepulauan Aru terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa rendah. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak terletak pada KRB gempa bumi rendah. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.

 

IV. Rekomendasi

  • Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan dan rumah penduduk yang terletak pada KRB rendah, sebaiknya dibangun dengan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan serta dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
  • Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.