Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara Tanggal 6 Juni 2021

Ternate 060621

Bersama ini, kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu tanggal 6 Juni 2021, pukul 05:57:40 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Maluku pada koordinat 0,35°LU dan 126,39°BT dengan magnitudo (M5,4) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 124,1 km barat daya Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,48° BT dan 0,25° LU, dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 67 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi pada koordinat 126,422° BT dan 0,242° LU pada kedalaman 22,9 km dengan magnitudo (M5,3). Menurut data USGS Amerika Serikat terjadi gempa bumi susulan.

 

II. Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan Kota Ternate yang merupakan morfologi gunungapi, terdiri-dari dataran pantai dan bagian tengahnya merupakan perbukitan. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri dari endapan pantai, endapan sungai, dan batuan rombakan gunungapi muda muda (breksi gunungapi, lapili, abu gunungapi, lava) yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan akan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat sesar aktif. Adapun mekanismenya diperkirakan oleh aktivitas sesar naik. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan merupakan rangkaian gempa bumi susulan dari kejadian gempa bumi utama pada hari Kamis, 3 Juni 2021, pukul 17:09:58 WIB dengan magnitudo (M6,1) pada kedalaman 10 km.

 

III. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di Kota Ternate pada skala intensitas III MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut data Badan Geologi, Kota Ternate terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi rendah dengan permukiman penduduk umumnya tersebar di daerah pantai. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

 

IV. Rekomendasi

  • Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Bangunan dan rumah penduduk di Kota Ternate harus dibangun dengan bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan tempat dan jalur evakuasi.
  • Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.