Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Tanggal 21 Mei 2021 Di Selatan Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur

I. Informasi Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Jumat tanggal 21 Mei 2021, pukul 19:09:23 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 112,34° BT dan 8,63° LS  atau sekitar 61 km selatan – tenggara Kota Blitar, pada kedalaman 110 km, dengan magnitudo M6,2. GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa lokasi gempa bumi terletak pada koordinat 112,37° BT dan 8,38° LS dengan magnitudo M5,7 dan kedalaman 108 km. The United States Geological Survey, Amerika Serikat melaporkan bahwa pusat gempa bumi berada pada koordinat 112,362° BT dan 8,397° LS, pada kedalaman 107,9 km, dengan magnitudo M5,0.

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi berada di Samudera Hindia di selatan daerah Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Guncangan gempa bumi melanda daerah Jawa Timur bagian selatan. Daerah tersebut merupakan morfologi perbukitan, lembah dan dataran pantai. Batuannya terdiri dari batuan berumur Tersier (batuan sedimen, batuan karbonat dan batuan rombakan gunungapi) dan endapan Kuarter (endapan aluvial pantai, sungai, rawa). Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan Kuarter bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu morfologi perbukitan yang tersusun oleh batuan rombakan gunungapi yang telah mengalami pelapukan akan rentan terjadi gerakan tanah yang dipicu guncangan gempa bumi kuat dan/ curah hujan tinggi.

III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalamannya dan data mekanisme sumber dari USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas penunjaman atau disebut juga gempa bumi intraslab, dengan mekanisme sesar naik berarah utara barat laut – selatan tenggara. 

IV. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi dirasakan cukup luas karena kedalaman 110 km. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi terasa di Kabupaten Blitar pada skala intensitas V MMI (Modified Mercalli Intensity); di Kabupaten Lumajang, Malang, Tulungagung, Nganjuk pada skala IV MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. 

V. Rekomendasi

  1. Masyarakat agar menghindari bangunan yang diperkirakan berpotensi mengalami kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini
  2. Guncangan gempa bumi diperkirakan tidak memicu terjadinya bahaya ikutan (retakan tanah, gerakan tanah, dan likuefaksi)
  3. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

blitar2105