Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Baratdaya Jembrana, Bali Tanggal 30 April 2021

1. Informasi gempa bumi

Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Jumat tanggal 30 April 2021 pukul 05:20:14 WIB. Menurut informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 9.37° LS  dan 114.07° BT, dengan magnitudo (M5.1)  pada Kedalaman 10 Km, berjarak sekitar 127 km baratdaya Jembrana, Provinsi Bali. Berdasarkan informasi dari The United State of Geological Survey (USGS), lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 9.247°LS dan 114.094°BT dengan magnitudo (M4.6) pada kedalaman 63 km. 

2. Kondisi geologi daerah terlanda gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia sebelah selatan provinsi jawa timur. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Tersier yang terdiri-dari batuan sedimen, batugamping dan batuan gunung api serta endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan aluvial pantai dan sungai. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan akan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

3. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi serta kedalaman nya, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas zona penunjaman antara lempeng benua Eurasia dan lempeng samudera Indo-Australia. Proses penunjaman tersebut telah berlangsung sejak zaman akhir Kapur yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa dan masih berlangsung hingga kini. 

4. Dampak gempa bumi

Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG, guncangan gempa bumi di daerah pantai selatan Kabupaten Banyuwangi, Jember, Kuta, Denpasar dan Ubud terasa pada skala II – III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena meskipun pusat gempa bumi terletak di laut, namun tidak memicu deformasi pada morfologi laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

5. Rekomendasi

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai  gempa bumi dan tsunami
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

bali300421