Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Tanggal 28 April 2021

Maluku 280421

Bersama ini, kami sampaikan analisis geologi kejadian gempa bumi di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, tanggal 28 April 2021, pukul 09:57:28 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 132,00° BT dan 5,07° LS, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 37 km, berjarak sekitar 103 km timur laut kota Tual (ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara). Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 131,954° BT dan 5,099° LS, dengan magnitudo (M4,7) pada kedalaman 10,0 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 131,92° BT dan 5,18° LS, dengan magnitudo (M4 7) pada kedalaman 74 km.

 

II. Kondisi geologi daerah terlanda gempa bumi

Lokasi sumber gempa bumi terletak dekat wilayah Kabupaten Maluku Tenggara yang tersusun oleh morfologi perbukitan, lembah dan dataran pantai. Batuannya berumur Tersier (batuan sedimen dan batugamping) dan endapan Kuarter (endapan aluvial pantai dan sungai). Sebagian batuan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Batuan yang telah mengalami pelapukan dan endapan Kuarter bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

 

III. Penyebab Gempa Bumi

Berdasarkan data posisi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman di Laut Banda, dan mekanisme pada umumnya merupakan sesar naik.

 

IV. Dampak Gempa Bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di daerah Maluku Tenggara terasa pada skala intensitas II - III MMI (Modified Mercally Intensity).

Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun lokasi pusat gempa bumi berada di laut, tetapi diperkirakan tidak terjadi dislokasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

 

V. Rekomendasi

(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan kekuatannya lebih kecil.