Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat, 25 April 2021

Analisis geologi kejadian gempa bumi di Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat, sebagai berikut:

I. Informasi gempa bumi

 Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, 25 April 2021, pukul 08:52:43 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),  lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 1,6°LS dan 134,42°BT dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 30 km Tenggara Kota Ransiki (Ibukota Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat). Berdasarkan informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 134,31° BT dan 1,8° LS, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 10 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS), Amerika, pusat gempa bumi berada pada koordinat 134,343° BT dan 1,803° LS, dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 36,5 km. 

II. Kondisi geologi daerah terlanda pusat gempa bumi

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Manokwari Selatan. Morfologinya berupa perbukitan semakin ke arah barat, lembah dan dataran pantai. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (batuan metamorf, meta sedimen), Tersier (batuan sedimen, batugamping), dan endapan Kuarter (endapan aluvial pantai, sungai, dan rawa. Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Batuan-batuan yang telah mengalami pelapukan dan endapan Kuarter bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu morfologi perbukitan yang tertutup oleh batuan yang telah mengalami pelapukan akan rentan terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan/ curah hujan tinggi.

III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Sesar aktif ini diperkirakan termasuk pada zona sesar Ransiki yang merupakan sesar mendatar. Sesar Ransiki pernah bergerak dan mengakibatkan terjadinya bencana gempa bumi dengan magnitudo (M7,6) pada tahun 2002. 

IV. Dampak gempa bumi

Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di Kota Manokwari dan Ransiki pada skala intensitas III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

V. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

manokwari_250421